Indonesia U-19 vs Hajduk Split 4-0: Gol Bagas Jadi Pembuka Kemenangan 

Rabu, 21 Oktober 2020 - 06:23:10 - Dibaca: 568 kali

Google Plus Stumbleupon


Bagas Kaffa (menggirng bola) mencetka gol pembuka kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Hajduk Split. Foto:Amjad/JPNN
Bagas Kaffa (menggirng bola) mencetka gol pembuka kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Hajduk Split. Foto:Amjad/JPNN / Jambi Ekspres Online

JAKARTA - Timnas Indonesia U-19 berhasil memenangi laga uji coba kesebelas di Kroasia melawan Hajduk Split U-19 di Stadion Sloga Mravince, Split, Selasa (20/10) sore dengan skor telak 4-0.

Skuad Garuda Nusantara benar-benar tampil dominan dalam laga tersebut.

Manajer Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong menurunkan pemain-pemain andalannya dengan formasi 4-4-2 seperti biasa.

Sebaliknya, Hajduk Split yang dihadapi ini bukanlah pemain-pemain inti, melainkan tim pelapis.

Meski demikian, perlawanan tetap ditunjukkan oleh tim yang pemain intinya saat ini memimpin klasemen Liga Junior Kroasia.

Dengan pemain andalan seperti Witan Sulaeman, David Maulana, Elkan Baggott, Rizky Ridho, M Adi Satryo dan Irfan Jauhari, Timnas Indonesia U-19 mampu tampil dengan cukup taktis.

Sementara itu, Hajduk Split terlihat tertekan dan sulit keluar dari permainan rapat dengan pressure ketat yang ditunjukkan Skuad Garuda Nusantara.

Selain pemain itu, Shin Tae Yong juga mencoba memainkan pemain berdarah Jerman-Indonesia, Kelana Noah Mahesa.

Dia bergabung dalam TC di Kroasia bersama saudaranya, Luah Fyn Jeremy Mahesa. Dengan berposisi sebagai gelandang, dia dimainkan sekitar 55 menit.

Timnas Indonesia U-19 sempat kesulitan menjebol gawang lawan, karena mereka memperagakan permainan keras.

Kedua tim memang sempat saling bertukar serangan untuk mendapatkan gol pertama.

Setelah terus berusaha, Skuad Garuda Nusantara akhirnya berhasil menjebol gawang tuan rumah.

Kombinasi umpan satu-dua antara Bagas Kaffa dan Witan Sulaeman di sisi kanan serangan mampu memberikan poin untuk Indonesia.

Sebuah sepakan keras dari Bagas menjebol gawang Hajduk Split U-19 dan mengubah skor menjadi 1-0.

Keunggulan itu membuat pemain Indonesia U-19 lebih tenang dan nyaman mengontrol jalannya laga.

Sebaliknya, permainan keras beberapa kali ditunjukkan tim lawan, beruntung para penggawa Timnas Indonesia U-19 tidak terpancing.

M Supriadi yang telah sembuh dari cedera benar-benar membuat perbedaan permainan.

Dia berkali-kali mendapatkan peluang emas, yang paling matang ialah saat dia mampu melakukan tendangan keras di kotak penalti, sayang, gawang yang sudah kosong tak jadi kebobolan karena sepakan Supriadi masih membentur pemain lawan.

Sampai peluit tanda akhir babak pertama dibunyikan, skor 1-0 untuk Indonesia tak berubah.

Memasuki babak kedua, tim lawan banyak melakukan pergantian.

Sedangkan Timnas Indonesia U-19 masih mempertahankan skuad mereka.

Serangan dan tekanan yang diberikan Indonesia di menit-menit awal babak kedua memberikan gol bagi Skuad Garuda Muda.

Tekel dari Ivan Brdar kepada Saddam Gaffar yang bergerak lincah membawa bola membuat wasit menunjuk titik putih.

Eksekutor yang ditunjuk kali ini ialah wakil kapten Pratama Arhan.

Dengan mantap bek kiri Timnas Indonesia itu mampu mengubah skor menjadi 2-0 pada menit ke-48.

Keunggulan itu makin membuat Indonesia dominan. Lawan terlihat cukup frustrasi dengan tekanan dari Indonesia U-19.

Tak berselang lama, pada menit ke-53, terjadi pelanggaran di kotak terlarang oleh Hajduk Split.

Wasit pun mengeluarkan kartu merah dan mengusir Domagoj Goreta ke luar lapangan sekaligus memberikan penalti kedua untuk Indonesia U-19.

Kali ini, Beckham Putra yagn jadi algojo sukses menjalankan tugasnya. Indonesia U-19 unggul dengan skor 3-0.

Jack Alan Brown yang masuk di babak kedua menggantikan Kelana Mahesa kembali menunjukkan kelasnya.

Dia berhasil menjebol gawang lawan. Memanfaatkan umpan setelah Khairul Imam Zakiri melakukan penetrasi melalui aksi individunya, Jack Brown dengan cerdik mencungkil bola ke arah gawang dengan sempurna.

Skor pun kembali berubah menjadi 4-0 pada menit ke-78.

Hajduk Split U-19 yang sudah frustrasi tampil dengan gaya yang semakin keras.

Akibatnya, mereka harus kehilangan satu pemain lagi pada menit ke-89 setelah salah satu pemainnya diganjar kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran keras terhadap Jack Brown. Skor 4-0 itu bertahan sampai laga usai. (dkk/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com