Menjadi Milenial yang Gaya Tetap Kaya

Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:57:20 - Dibaca: 473 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Oleh: Lysa Lucia Pebryna Marbun

Lahir ditengah perkembangan teknologi yang pesat, generasi milenial dituntut menjadi generasi yang cerdas. Cerdas dalam bidang apa saja, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Berbicara soal generasi milenial, kita bahas dahulu siapa saja yang termasuk generasi milenial itu. 

Dikutip dari laman kominfo.go.id, istilah generasi milennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya.
Menjadi generasi milenial adalah sebuah keistimewaan karena lahir sebagai generasi pertama yang besar dengan internet, sehingga lebih mudah dalam mempelajari atau mencari informasi terutama perkembangan sektor keuangan. Sayangnya, semua kemudahan itu belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh generasi-generasi muda ini. Padahal, kaum milenial masuk dalam kategori usia produktif. Artinya usia-usia yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Diusia produktif itulah, menjadi penting mengelola keuangan pribadi, yang tujuan akhirnya mewujudkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
Dimasyarakat anggapan bahwa anak muda saat ini lebih banyak memilih hidup bergaya,misalnya makan di cafe ternama atau sekedar minum kopi di coffee shop yang instagramable hanya demi sebuah eksistensi didunia maya, sebut saja Instastory media sosialnya. Tak terbantahkan, memilih keinginan dengan kebutuhan masih sulit dilakukan. Namun, tak semua generasi milenial seperti itu, dari sekian banyaknya, pasti ada yang sudah sejak lama memikirkan masa depannya dengan memulai mengatur keuangannya. Beragam upaya dilakukan mulai dari hal yang sudah dilakukan nenek moyang dahulu seperti menabung hingga mengikuti trend perkembangan zaman. Bagaimana mewujudkan Milenial yang Kaya tapi tetap Gaya?

Atur Cashflow
Kebanyakan kaum milenial diluar sana, lebih memikirkan untuk menunjukan eksistensinya didepan khalayak. Memang tak ada salahnya, asalkan harus memperhitungkan dengan sedetail-detailnya dengan apa yang dilakukan dan pergunakan.
Lolos menjadi generasi yang cerdas dalam managemen keuangan bisa dilakukan dengan generasi ini. Otoritas jasa keuangan (OJK) sudah memboomingkan formula cashflow yang ternyata ampuh diterapkan dalam pengelolaan keuangan. Formula ini sudah tak asing lagi, 10-20-30-40 menjadi perhitungan tepat untuk mengatur cashflow.
Andreas Hartono, seorang Financial Planner dalam blognya menyebutkan, "Dalam perencanaan keuangan, pilar yang pertama adalah cashflow management atau aliran kas. Inti dari cashflow management ini adalah bagaimana cara menyisihkan dan menghabiskan uang dengan cara yang baik dan benar".
1. 10 Persen dari penghasilan digunakan untuk sosial dan amal. Ingat bahwa dari sebagian harta yang dimiliki ada hak orang lain didalamnya. Jadi formula ini mengingatkan kita untuk tidak lupa berbagi atas setiap rezeki yang sudah didapatkan. Gunakan porsi 10 persen ini untuk kebaikan.
2. Selanjutnya ambil 20 persen dari total penghasilan untuk investasi maupun menabung atau dana darurat. Dengan 20 persen ini nyatanya bisa menjadi senjata untuk meraih kesejahteraan ekonomi termasuk meraih kebebasan finansial kedepannya.
3. Ambil porsi sebesar 30 persen dari penghasilan untuk membayar cicilan atau tagihan, seperti cicilan rumah, kendaraan atau yang lainnya. Dalam mengambil keputusan untuk berhutang pastikan bahwa penghasilan yang dimiliki masih mencukupi untuk melunasinya.
4. Ini bagian paling besar dari yang lainnya, yakni 40 persen dari total penghasilan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari termasuk biaya rekreasi agar tetap gaya. Perlu diingat, sesuaikan kebutuhan dalam membeli bukan keinginan. Dengan menjadikan ini suatu kebiasaan atau habit maka impian pengelolaan uang yang terencana akan tercapai.

Terobosan OJK
Tak kalah membantu bagi kaum milenial dalam cerdas mengatur keuangan adalah terobosan dari OJK yakni aplikasi sikapi uangmu. Dilansir dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, aplikasi sikapi uangmu adalah aplikasi ponsel yang dibangun sebagai alat yang membantu Anda merencanakan keuangan dan men-track pengeluaran Anda dengan bijak.
Dengan adanya aplikasi ini, pengguna dapat melakukan merencanakan keuangannya dengan lebih baik secara mudah. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan tips keuangan serta berita dan kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Aplikasi ini dapat di unduh pada mobile store di gawai Anda. Hemat penulis, aplikasi ini sangat membantu bagi siapa saja yang ingin belajar merencanakan keuangan, sebetulnya banyak aplikasi lain yang juga menawarkan manfaat serupa tinggal pengguna yang memilihnya.

Meraih Kebebasan Finansial
Financial freedom atau kebebasan finansial menjadi idaman semua orang. Saat ini sudah banyak yang mulai menggapai mimpi meraih kebebasan finansial, mulai dari pengusaha, selebritis hingga influencer. Pilihan investasi pun beragam, mulai dari investasi emas, deposito, reksadana hingga pasar modal.
Penulis melihat untuk di Provinsi Jambi, investasi saham pasar modal saat ini sedang melejit. Bursa Efek Indonesia Provinsi Jambi gencar menggaet kaum milenial ini menjadi investor. Dari data Bursa Efek Indonesia Provinsi Jambi mencatat jumlah rekening saham di Provinsi Jambi per September 2020 berdasarkan rentan usia yakni : Usia 18 - 25 tahun sebanyak 6.279 SID, usia 26 - 30 tahun sebanyak 2.417 SID, usia 31 - 40 tahun sebanyak 3.042 SID dan usia 40 -100 tahun sebanyak 2.430 SID. Menunjukan bahwa jumlah investor saham diusia milenial mendominasi pada jenis investasi ini. Jika ditotal jumlah rekening efek milik generasi milenial di Jambi mencapai 11.738 SID.
Selain itu, jenis investasi yang tak kalah menggiurkan adalah emas. Investasi ini bukan hanya bagi generasi milenial namun juga bagi generasi Baby Boomers (generasi kelahiran 1940-an hingga 1960-an). Teranyar, sudah hadir pilihan investasi emas melalui e-commerce . Bahkan emas batangan bisa dimiliki mulai dari berat 0,1 gram (mini gold). Industri jasa keuangan juga tak ketinggalan, baik perbankan maupun Industri non bank juga sudah menawarkan pilihan investasi emas. Target investasi emas juga termasuk generasi milenial, terbukti industri jasa keuangan kerap melakukan kegiatan literasi ke pelajar dan mahasiswa, termasuk di Jambi.
Keren bukan milenial sudah melek dengan investasi, bukan saja mencapai keinginan ingin kaya namun juga bisa bergaya dengan kepiawaian mengatur keuangan.
Menjadi generasi milenial yang cerdas mengatur keuangan saja tak cukup, target kedepannya menjadi generasi milenial yang memiliki kebebasan finansial. Bagaimana minatkah Anda menjadi Milenial yang kaya tapi tetap gaya? rencanakan keuangan sejak muda, agar masa tua menjadi lebih mudah. (*)

*Penulis merupakan wartawan Jambi Ekspres (Email : [email protected]