Bahaya Bullying dan Dampak Hukum Pelaku Bullying

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:44:17 - Dibaca: 472 kali

Google Plus Stumbleupon


TPKM FH Unja saat sosialisasi bahaya bullying dengan siswa SMA 2 Sarolangun
TPKM FH Unja saat sosialisasi bahaya bullying dengan siswa SMA 2 Sarolangun / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Secara defenisi bullying merupakan penggunaan agresi, yang bertujuan untuk menyakiti orang lain secarafisik maupun mental, yang dilakukan secara sadar dan berulang-ulang, oleh kelompok atau individu kepada kelompok, atau individu lainnya. Pelaku bullying disebut juga dengan istilah bully, yang mana pelaku bully tidak mengenai usia dan gender, bahkan perilaku bullying sudah sering dilakukan di sekolah. Remaja yang menjadi korban dari bullying, lebih beresiko mengalami berbagai masalah secara fisik maupun mental. Adapun dampak dari bullying seperti depresi, gelisah dan merasa rendah diri sehingga dapat mempengaruhi prestasi akademik si anak. Maka, berdasarkan hal tersebut Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Hukum Universitas Jambi, mengadakan kegiatan kepada siswa dan siswi SMA Negeri 2 Sarolangun, mengenai dampak hukum pelaku bullying. Kegiatan Pengabdian ini diketuai oleh Ivan Fauzani Raharja, yang mana beranggotakan Latifah Amir, Dhil’s Noviades, Dr. Arrie Budhiartie dan Eko Nuriyatman. Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa dan siswi yang terbagi menjadi dua sesi, pada kegiatan ini dilakukan sosialisasi mengenai “Bijak Menggunakan Media Sosial” dan “Bahaya Bullying dan Dampak Hukum PelakuBullying”. Pada kegaitan ini Eko Nuriyatman menyampaikan, bahwa siswa dan siswi harus bijak di dalam menggunakan media sosial, karena bullying itu bukan hanya terjadi secara fisik, namun ada pula yang melalui media sosial dalam bentuk gambar dan teks, "Yang mana dimaksudkan untuk menyakiti dan dan memperlakukan orang lain, dan hal ini dapat dijerat dengan UU ITE," jelas Eko Nuriyatman.

Pada sesi berikutnya, Ivan Fauzani menyampaikan, bahwa orang yang melakukan perilaku bullying akan khususnya kepada anak, akan terkena Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.
"Dan sanksi hukum pada Pasal 338, Pasal 340 dan Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP)," terang Ivan Fauzi.
Salah seorang siswa bernama Muhammad Alvin menyampaikan, bahwa sesungguhnya sudah banyak yang melakukan tindakan bullying, namun tidak menyadari perbuatannya tersebut, yaitu dengan cara menyebarkan foto-foto lama yang menurutnya sedikit mengganggu orang lain.
"Setelah dilakukannya kegiatan ini diharapkan agar siswa dan siswi lebih lagi berhati-hati menggunakan media sosial, agar tidak terjadi sesuatu hal yang menyebabkan bullying dan agar tindakan bullying tidak lagi dilakukan oleh siswa dan siswi, baik dalam hal lisan, fisik, mental maupun psikologi dan melalui media sosial (cyberbullying, red)," tandas Muhammad Alvin. (yos)