Wisuda Di Tengah Pandemi Covid-19, Perwira Tinggi Polisi Raih Gelar Doktor Bersama Istri

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:03:43 - Dibaca: 6205 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Awalnya Dadang Djoko Karyanto hanya mengantar istri kuliah, namun belakangan ia termotivasi untuk kuliah, hingga berhasil menyelesaikan program doktor kependidikan bersama istrinya

 

BAKAR, Jambi Ekspres

 

Kebahagiaan tengah dirasakan oleh pasangan suami istri, Dadang Djoko Karyanto dan Woro Handayani. Pasalnya, Dadang dan sang istri resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Kependidikan sejak (24/10), usai keduanya diwisuda secara bersamaan.

Meski di tengah Pandemi Covid-19 yang memaksa wisuda ke 92 Universitas Jambi (Unja) dilangsungkan secara virtual, namun momen itu tetap membuat Dadang merasa bahagia. Bagaimana tidak, perwira tinggi Polisi berpangkat AKBP yang menjadi tenaga pengajar di SPN Jambi ini mengaku perjuangannya bersama sang istri membuahkan hasil, meski sempat terseok-seok menempuh perkuliahan bahkan sempat cuti karena harus pindah tugas ke Kalimantan Utara selama 1 tahun.

Dadang yang saat ini menjabat sebagai Kepala Korps Siswa SPN Jambi mengaku, awalnya dirinya hanya mengantar istri untuk kuliah, akhirnya istri memotivasi agar dirinya juga ikut kuliah. Pada akhirnya dirinya pun ikut kuliah, agar tidak hanya bertugas antar jemput istri saja

Dengan kuliah bareng ini, Dadang mengaku bisa saling memberikan kekuatan, apabila istri sedang melemah saat menghadapi perkuliahan, maka dirinya memberikan motivasi, demikian juga sebaliknya sang istri. Hal inilah yang membedakan antara kuliah bareng istri dengan kuliah sendiri. "Dia tidak mau lulus duluan, saya juga tidak mau mendahului," sebut pria yang pernah menjabat Plt. Kepala BNN Kalimantan Utara ini.

Meski sempat dipindahkan ke Kalimantan Utara untuk bertugas, Dadang mengaku harus mengorbankan jabatan demi menyelesaikan pendidikan Ilmu Kependidikan di Unja. Ia mengaskan bahwa dirinya punya motto hidup bahwa 'Apabila kita menjadi orang bertanggungjawab harus menyelesaikan pendidikan dengan tuntas'. Bagi Dadang meraih gelar Doktor bersama Istri merupakan pengalaman sangat berarti, apalagi saat ujian promosi doktor Ilmu Kependidikan harus dilaksanakan dengan menggunakan sistem online di tengah Pandemi Covid-19, karena para penguji harus dibatasi.

Dadang mengakui menyelesaikan program Doktoral Ilmu Kependidikan di Unja mempunyai tantangan tersendiri, apalagi ia harus menyelesaikan sampai 3 tahun karena terkendala pindah tugas, dan pada akhirnya balik lagi ke Jambi untuk menyelesaikan pendidikan. "Saya lulus dengan IPK 3,94 sedangkan istri 3,89. Hasilnya sangat memuaskan," akunya.

Pada dasarnya memang amat sangat langka di kepolisian yang bisa menyelesaikan program doktor, khususnya di Jambi, apalagi di bidang kependidikan kepolisian. Untuk mengetahui pendidikan yang terbaik, harusnya para guru polisi ikut belajar kependidikan agar kedepannya polisi dapat menjadi polisi yang milenial, yang mengakomodasi tentang kemajuan, tahu tentang psikologi masyarakat dan sebagainya.

Dadang menambahkan, akibat pandemi Covid-19 perwira polisi yang akan menempuh pendidikan di SPN Sukabumi akan dialihkan ke SPN Jambi, sehingga dirinyalah bersama beserta komponen yang ada SPN Jambi yang akan menjadi tenaga pendidik. "Ini bisa menjadi kebanggaan perwira polisi yang menempuh pendidikan, ternyata gurunya adalah seorang doktor kependidikan," lanjutnya.

Sementara itu, sang istri, Woro Handayani, menambahkan, menjalani kuliah berbarengan dengan suami memang memiliki kesulitan tersendiri, terurama dalam hal membagi waktu, sehingga sering merasa lelah saat harus menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. Mengingat dirinya juga bekerja sebagai tenaga pendidik di SMK Negeri 4 Kota Jambi, dan juga sebagai istri. "Untungnya satu jurusan dengan suami, sehingga bisa saling membatu saat ada tugas perkuliahan. Apabila saya sedang lemah, maka suami memberi motivasi," imbuhnya.

Rektor Unja, Prof. Drs. H. Sutrisno, M.Sc., Ph.D berpesan kepada wisudawan bahwa wisuda bukanlah sebuah akhir, akan tetapi awal untuk bersaing di dunia luar. Terutama di dunia pencari kerja. Saat ini Sudah banyak alumni dari Unja yang telah mengabdi di masyarakat, baik itu di pemerintahan ataupun swasta. "Teruslah meraih apa yang kalian cita-citakan dan jangan lekas berpuas diri. Kepada para alumni Unja untuk bisa menjaga nama baik almamater dan tetap berhubungan dengan almamater tercinta,” imbuhnya. (*)