Main Dua Kaki, Eletabilitas Gerindra Melejit, PDIP Turun

Senin, 26 Oktober 2020 - 06:30:11 - Dibaca: 653 kali

Google Plus Stumbleupon


Prabowo Subianto kembali menerima mandat sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dalam Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu (8/8/2020). Foto: Partai Gerindra
Prabowo Subianto kembali menerima mandat sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dalam Kongres Luar Biasa (KLB), Sabtu (8/8/2020). Foto: Partai Gerindra / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Elektabilitas Partai Gerindra melejit dalam dua bulan terakhir dengan mengalami kenaikan sampai dengan 3,4 persen.

Hal itu sebagaimana terungkap dalam hasil survei teranyar Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu (25/10/2020).

Dalam survei bulan September, partai besutan Prabowo Subianto itu memiliki elektabilitas mencapai 21,1 persen.


Sedangkan pada survei bulan Juli lalu, elektabilitas Partai Gerindra berada di angka 17,7 persen.

 

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis secara daring, Minggu (25/10).

Burhanuddin menduga, melejitnya elektabilitas partai berlambang kepala burung garuda ini lantaran sukses memainkan politik dua kartu.

Di satu sisi menjadi bagian dari Pemerintah, namun di sisi yang lain masih saja terus menjadi partai pengkritik Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Sebaliknya, elektabilitas PDIP yang masih menjadi pemegang puncak ‘klasemen’ stagnan.

“Gerindra naik kencang. PDIP stagnan, masih menang. Tapi yang paling tinggi (kenaikannya) Gerindra,” ungkap Burhanuddin.

Selain Gerindra, kenaikan elektabilitas juga dialami Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kendati tak signifikan.

Jika elektabilitas Partai Demokrat sebelumnya mencapai 5,7 persen, kini menjadi 5,9 persen.

Sedangkan elektabilitas PKS dari 4,4 persen menjadi 5,9 persen.


Peran kritik dari Partai Gerindra itu, kata Burhanuddin, dijalankan Fadli Zon dan Andre Rosiade.

“Kalau kritik pemerintah (Fadli Zon dan Andre Rosiade) enggak ada bedanya dengan Mardani (Ali Sera),” jelasnya.

Sementara, hasil survei juga memotret adanya penurunan elektabilitas PDIP yang masih menjadi parpol teratas.

Dari sebelumnya mecapai 26,3 persen, menjadi 25,2 persen. Kemudian PKB 5 persen menjadi 4,1 persen.

Demikiam pula Partai Golkar dari 8,3 persen menjadi 6,7 persen, NasDem 4,5 persen menjadi 3,1 persen.

Selanjutnya PPP 1,7 persen menjadi 0,6 persen, serta PAN 2 persen menjadi 1,1 persen.


Untuk diketahui, survei teranyar Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 24-30 September 2020.

Sebanyak 1.200 responden ikut dilibatkan dengan menggunakan metode simple random sampling.
Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(ruh/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id