BI Lepas Secara Virtual Ekspor Kopi Arabika Kerinci Jambi ke Jepang

Senin, 26 Oktober 2020 - 11:39:15 - Dibaca: 646 kali

Google Plus Stumbleupon


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution secara virtual
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution secara virtual / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kopi Arabika Kerinci merupakan produksi dari Koperasi Koerintji Barokah yang merupakan binaan Bank Indonesia Provinsi Jambi. Sebelumnya Koperasi Koerintji Barokah juga berhasil mengekspor Kopi Arabika ke Berlgia, dan saat ini berhasil melaksanakan ekspor pertamanya ke Jepang.

2_33

Pjs Guberunur Jambi, Restuardy Daud, Tri Purna Jaya, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI di Tokyo Jepang hadir saat ekspor Kopi Arabika Kerinci Jambi ke Jepang secara virtual

Jumat (23/10) lalu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menggelar Pelepasan Ekspor Kopi Arabika Kerinci Jambi Ke Jepang secara virtual yang dihadiri oleh Asisten Gubernur Bank Indonesia, Dwi Pranoto, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI di  Tokyo Jepang, Tri Purnajaya dan Pjs. Guberunur Jambi, Restuardy Daud. Dimana pelepasan kopi Arabika Kerinci ke Jepang dilakukan melalui Pelabuhan Talang Duku, jumlahnya yaitu sebanyak 2,1 ton dalam bentuk 'green bean'. Pada 28 Juli 20020 lalu, Koperasi Koerintji Barokah juga telah melaksanakan ekspor ke Belgia sebanyak 15,9 ton.

3_26

Undangan yang hadir secara virtual

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution mengatakan, untuk melaksanakan salah satu program strategis, Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi berkelanjutan, melakukan pendampingan terhadap Koperasi Koerintji Barokah sejak Tahun 2018 yang merupakan produsen dan prosesor Kopi Arabika Kerinci. Pendampingan tersebut juga melibatkan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Rikolto yang merupakan LSM internasional dari Belgia. "Adapun yang kita lakukan kepada koperasi ini adalah memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia dalam bentuk Rumah Pengering Kopi, Mesin Pengupas Kulit Kopi, Gudang Kopi dan alat permesinan lainnya. Kita juga melakukan pengembangan kualitas kewirausahaan, pelatihan laporan keuangan, fasilitasi sertifikasi halal dan lainnya,” kata Suti.

Suti berharap dengan ekspor diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi, baik bagi petani kopi maupun bagi Provinsi Jambi dalam bentuk penerimaan devisa. Diharapkan juga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid-19, yang nantinya juga dapat berkontribusi dalam ketahanan perekonomian di Provinsi.

Koperasi Koerintji Barokah dibentuk sejak Juni 2017 atas kerja sama antara petani kopi, pemerintah daerah, dan LSM Rikolto dari Belgia untuk memberdayakan petani setempat dan mengembangkan komoditas kopi melalui praktek budidaya yang ramah lingkungan. Koperasi ini beranggotakan 320 petani yang tersebar di Kecamatan Gunung Tujuh, Kayu Aro dan Kayu Aro Barat dengan luas lahan sekitar 140 hektar.

Tri Purna Jaya, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI di  Tokyo Jepang mengungkapkan rasa syukur dan bahagia dengan terjalinnya hubungan bilateral yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, khususnya melalui ekspor Kopi Arabika Kerinci. Sebab ekspor ini merupakan salah satu langkah strategis dan upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani. "Ini merupakan momentum baik untuk meningkatkan ekspor kopi ke Jepang. Apalagi sekarang sudah banyak cafe yang menjual kopi  di Jepang. Saya juga berharap kopi Jambi bisa terus berkembang di Jepang meskipun kita harus bersaing dengan Kopi daeri negara lainnya," bebernya.

Sementara itu, Pjs Guberunur Jambi, Restuardy Daud mengatakan, ekspor kopi Arabika Kerinci ini merupakan kegiatan yang inovatif dan kreatif dalam rangka mencari peluang dan tujuan pemasaran baru bagi komoditas pertanian di Provinsi Jambi. Semoga momen ini menjadi kebangkitan usaha kopi di Provinsi Jambi, terutama dalam menggerakkan perekonomian di tengah dampak akibat Pandemi Covid-19.

Dengan terbukanya pasar ekspor kopi ke Jepang, dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan nilai jual dan nilai tambah Kopi Kerinci, serta menunjukkan kualitasnya bahwa sangat layak di pasar global. "Kondisi ini sangat membanggakan, karena kita mampu membuka pasar dan mendorong ekspor produk unggulan Jambi, di tengah pasar yang belum begitu pulih akibat dampak dari Pandemi Covid-19. Saya juga berterimakasih khususnya  kepada kantor Bank Indonesia perwakilan Provinsi Jambi yang sudah memberikan pendampingan dan juga semua pihak terkait yang sudah memfasilitasi ekspor perdana Kopi Arabika Kerinci ini," sebutnya. (eka)