Seminar Kajian Sejarah Mata Uang

Senin, 26 Oktober 2020 - 12:08:10 - Dibaca: 223 kali

Google Plus Stumbleupon


Saat pembukaan Seminar Kajian Sejarah Mata Uang
Saat pembukaan Seminar Kajian Sejarah Mata Uang / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Setiap orang dimuka bumi ini pasti membutuhkan uang. Pada dasarnya asal mula terjadinya uang tidak diketahui dengan pasti, namun uang ini terbentuk karena adanya tuntutan sebagai akibat tuntutan perdagangan.

2A_55

Peserta yang mengikuti Seminar Kajian Sejarah Mata Uang

3A_56

Peserta mengisi daftar hadir sebelum pelaksaan seminar

4A_49

Narasumber saat menyampaikan materi

5A_33

Kepala Museum Siginjei, Dra. Nurlaini

6A_20

Penampilan pantomim yang menceritakan tentang orang yang membutuhkan uang

                Di Indonesia, Jambi khsusnya terdapat beberapa mata uang yang pernah beredar sebagai alat tukar yang dinilai perlu diketahui oleh masyarakat mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Untuk itulah Museum Siginjai mengadakan Seminar Kajian Tentang Sejarah Mata Uang yang Pernah Beredar di Jambi. Dengan mematuhi protokol Covid-19, seminar yang dilaksanakan di Aula Museum Siginjei (22/10) diselenggarakan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah uang yang pernah beredar di Indonesia dan Jambi kususnya.

                Kepala Museum Siginjei, Dra. Nurlaini mengatakan, koleksi mata uang yang pernah beredar di Jambi dari abad ke 13 sampai sekarang tersedia lengkap di museum. Koleksi ini bisa dilihar secara langsung dan dapat menjadi sumber acuan pembelejaran, agar generasi penerus bangsa mengetahui jenis uang yang pernah beredar di Jambi. “Diharapakan guru sekolah dan mahasiswa yang menjadi peserta dalam kegiatan ini dapat menjadikan museum menjadi jendela pendidikan untuk memperoleh ilmu tentang mata uang yang pernah ada di Provinsi Jambi,” sebutnya.

 

                Nurlaini menjelaskan, menurut sejarahnya, uang logam pertama kalinya beredar diperkirakan 700 SM di India Asia Kecil. Saat itu, diperkirakan logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak serta mudah dipindah-pindahkan. “Ada beberapa jenis uang kuno yang pernah beredar, seperti Uang Kerajaan Mataram Kuno, Uang Kerajaan Jeggala, Uang Kerajaan Majapahit, Uang Kerajaan Samudra Pasai samapi diterbitkannya Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946 dalam bentuk uang logam dan uang kertas. Melalui seminar inilah dikaji lebih mendetail tentang tahun pembuatan samapi dengan peredaran ” jelasnya.

                Sementara itu, Ari Santo, dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi yang menjadi Narasumber dalam kegiatan ini memaparkan, bahwa Bank Indonesia menjadi satu-satunya lembaga yang mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan uang kertas sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. “Mulai dari pertama dikeluarkan pada tahun 1946 sampai dengan sekarang, uang rupiah telah banyak mengalami perubahan bentuk,” ujar saat meyampaikan materi. (kar)