Profil Kamala Harris, Dulu Dihina Donald Trump, Disebut Komunis dan Monster

Senin, 09 November 2020 - 07:18:25 - Dibaca: 6571 kali

Google Plus Stumbleupon


Kamala Harris seorang imigran yang menjadi wapres AS mendampingi Joe Biden. Foto: AFP
Kamala Harris seorang imigran yang menjadi wapres AS mendampingi Joe Biden. Foto: AFP / Jambi Ekspres Online

WASHINGTON - Hitung cepat Pilpres AS mengunggulkan Joe Biden dan pasangannya Kamala Harris. Dengan demikian Kamala Harris, juga akan dicatat sejarah sebagai perempuan dan imigran pertama yang menjadi wakil presiden di negara adidaya itu

Senator California, Kamala Harris akan menjadi wakil presiden Amerika Serikat, mendampingi Joe Biden. Perempuan berusia 56 tahun ini menjadi yang pertama dengan jabatan tertinggi bagi gendernya, di Gedung Putih.

Selain perempuan pertama, Kamala Harris adalah imigran pertama yang mengantongi jabatan penting. Dia dilahirkan dari orang tua berdarah Indian dan Jamaika.

Harris akan menjadi perempuan pertama berdarah Indian-Amerika dan Asia-Amerika, yang menjadi wakil presiden.

Dia juga akan menjadi alumni dari kampus yang secara tradisional dengan dengan kulit hitam, Universitas Howard, dan anggota dari Alpha Kappa Alpha Sorrority, organisasi komunitas kulit hitam, yang menjadi wakil presiden Amerika Serikat.

Kamala Harris Disebut Komunis

Menjadi yang pertama bukanlah hal yang mudah. Ada banyak pertempuran yang harus dijalani Harris.

"Ketika kamu menerobos sesuatu, itu akan sakit. Kadang juga bisa terluka, dan berdarah. Akan sangat setimpal perjuangan dengan kesuksesan, tetapi ini bukan tanpa perjuangan," ujar Harris dilansir dari NPR.

Selama kampanye, Harris banyak menjadi objek cemoohan Donald Trump. Trump menyebutnya monster dan komunis, dan akan menjadi penghinaan bagi Amerika Serikat, jika dia menjadi wakil presiden.

Dalam memimpin, Harris disebut banyak terpengaruh dari ibunya, Shyamala Gopalan, perempuan kelahiran India tahun 1950an, dan meninggal akibat kanker di 2009.

Gopalan lulus dari Universitas Berkeley, sedangkan suaminya, Donald Harris, adalah profesor di Universitas Stanford.

Keduanya bercerai ketika Harris masih kecil. Didikan ibu Harris, berdampak pada cara Harris memimpin California hingga saat ini. (npr/ngopibareng/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com