Sebut Nama Denny Siregar, Abu Janda hingga Ade Armando, Habib Rizieq: Kenapa Para Penista Agama Tidak Diproses?

Jumat, 13 November 2020 - 05:52:32 - Dibaca: 21670 kali

Google Plus Stumbleupon


Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab / Jambi Ekspres Online

JAKARTA– Imam Besar Pemimpin Ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab nampak heran dengan pihak aparat penegak hukum.

9EE0DB4D-DF6D-4C83-9749-A68DC6132042

Pasalnya, kasus-kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh para pegiat media sosial, belum bahkan tidak diproses hukum. Habib Rizieq memberikan contoh seperti Denny Siregar dan Permadi Arya alias Abu Janda.



“Itu kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat, penistaan agama, penistaan ulama kenapa kau nggak periksa dulu. Itu kenapa Deny Siregar dibiarkan. Kenapa Ade Armando dibiarkan. Kenapa Abu Janda dibiarkan. Tegakkan keadilan. Siapa saja yang salah, proses,” ucap Habib Rizieq Shihab, dilansir Front TV, Kamis (12/11).

Habib Rizieq mengatakan, saat ini ada pernyataan-pernyataan bernada ancaman yang mengarah kepadanya. Padahal dia baru saja kembali dari Arab Saudi.

“Ini belum apa-apa saya baru pulang (dari Saudi Arabia) aja, nanti Habib Rizieq kita akan buka kasusnya. Ini apa-apaan. Jangan buka kasus yang tidak ada,” ucap Habib Rizieq.

Habib Rizieq mengatakan, dia menolak segala bentuk diskriminasi. Dia meminta penegak hukum tidak tebang pilih dalam memproses hukum

Menurutnya, prinsip persamaan di depan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. Keberpihakan polisi terhadap kelompok tertentu dan menjerat kelompok lain justru menjadi ancaman serius bagi kehidupan bernegara.

“Nggak bisa. Ini nggak boleh dibiarkan ketidakadilan semacam ini. Kelompok yang tidak disukai pemerintah, dicari-cari kesalahannya. Diproses. Sementara kelompok yang menjilat pemerintah dibiarkan mereka melakukan kesalahan. Nggak boleh lah,” ujarnya.

Bila penegakan hukum masih tebang pilih, kata dia, kegaduhan nasional akan terus terjadi. Bahkan, menjadi masalah yang sewaktu-waktu dapat kembali mengguncang harmonisasi kehidupan bernegara. “Ini bisa jadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga menyatakan siap untuk rekonsiliasi dengan pemerintah jika diperlukan. Tetapi dia berharap tidak ada diskriminasi bagi para Habib, ulama dan aktivis

Dia bilang dialog akan dibuka dengan pemerintah apa bila Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Habib Bahar bin Smit, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana, buruh, mahasiswa, pelajar yang masih ditahan dibebaskan terlebih dahulu semuanya. (dal/fin).

Sumber: www.fajar.co.id