Rizieq Mau Rekonsiliasi dengan Pemerintah? Teddy: Jangan Jadi Pengecut

Jumat, 13 November 2020 - 06:06:01 - Dibaca: 1648 kali

Google Plus Stumbleupon


Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi / Jambi Ekspres Online
JAKARTA– Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) bersedia membuka pintu rekonsiliasi dengan pemerintah. Hanya saja, ada beberapa syarat yang diajukan oleh Rizieq.

Rencana itu pun dikomentari oleh Politikus PKPI, Teddy Gusnaidi. Menurutnya, upaya rekonsiliasi tak perlu dilakukan. Terlebih pemerintah tak punya urusan penting dengan HRS.



“Rizieq mau Rekonsiliasi dengan pemerintah? Emang ada masalah apa? Gak ada kan?” Tulis Teddy di akun Twitternya, Kamis (12/11/2020.


Teddy pun meminta, kasus hukum yang selama ini menjerat HRS tak dihentikan oleh pemerintah hanya karena permintaan rekonsiliasi yang diajukannya.

“Kalau kasus pidana, gak ada urusan sama rekonsiliasi, kalau semua kasus pidana rekonsiliasi, maka penjara kosong, kejahatan makin banyak. Hadapi saja, jangan jadi pengecut, berlindung atas nama ulama,” sebutnya.

Tak sampai di situ, Teddy menduga ribuan massa yang menjemput HRS di bandara saat tiba dari Arab Saudi merupakan salah satu cara mendesak pemerintah untuk melakukan rekonsiliasi.



“Apakah dengan unjuk kekuatan masa saat penjemputannya lalu Rizieq merasa sudah layak minta rekonsiliasi? Kalau begitu bisa, maka koruptor di Indonesia bebas semua, mereka sanggup hadirkan puluhan kali lipat orang dibandingkan yang jemput Rizieq di bandara.. Hadapi saja zieq..,” Ungkap Teddy.

Dia juga menepis isu soal kepanikan pemerintah atas pulangnya Habib Rizieq ke Indonesia. Bahkan, Teddy menyebut HRS balik ke Indonesia karena diusir dari Arab Saudi.

“Ada yang framing bahwa pemerintah panik Rizieq pulang. Lah, geer.. ketika punya masalah, dia kabur. Kini dia balik juga bukan karena nyali, tapi karena diusir. Kalau mau jualan harus lihat produknya dulu, udah tau plastik, jangan dibilang baja. Jadi yang panik itu sopo?” kata Teddy.

Sebelumnya, Habib Rizieq mengaku siap membuka ruang dialog dengan pemerintah. Asalkan, pemerintah menghentikan tindakan semena-mena yang di antaranya mengkriminalisasi ulama, mengkriminalisasi aktivis dan lain sebagainya.

“Tidak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog itu penting sudah dan ga boleh penguasa itu tangkap kanan tangkap kiri. Kriminilasisi sudah enggak boleh,” ujar Habib Rizieq sebagaimana dilihat dalam YouTube Front TV, Kamis 12 November 2020.(msn/fajar)

 

Sumber: www.fajar.co.id