FKPS-SAD Berkolaborasi Cegah Covid-19 terhadap Suku Anak Dalam

Jumat, 13 November 2020 - 13:28:19 - Dibaca: 905 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MERANGIN-Meningkatnya penularan Covid-19 di Indonesia mengindikasikan potensi penularan masih terus berlangsung dengan sebaran wilayah yang semakin luas. Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD) berinisiatif untuk mencegah meluasnya ancaman virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut ke wilayah Suku Anak Dalam (SAD) atau biasa yang dikenal dengan Orang Rimba.

Oleh karena itu, FKPS-SAD atas dasar kesepakatan seluruh anggota forum, mengadakan Bakti Sosial sekaligus mengedukasi langkah pencegahan Covid-19 kepada sepuluh kelompok SAD.

“Saya berharap melalui warga SAD dapat memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Budi Setiawan sebagai Ketua Yayasan Prakarsa Madani yang juga selaku sekretariat Forum Kemitraan Pembangunan Sosial SAD di Kampung Adat Madani Kecamatan Air Hitam pada Selasa (10/11/2020).

Selama dua hari 10-11 November 2020 FPKS-SAD melakukan kegiatan yang ditujukan sebagai antisipasi dan membekali SAD dari ancaman infeksi Covid-19 di Kampung Adat Madani SAD Sarolangun dan Kantor Kecamatan Nalo Tantan Merangin.

Diantaranya dengan memberikan penyuluhan pencegahan penyebaran Covid-19, pemeriksaan kesehatan, pembagian perlengkapan kesehatan serta pembagian bahan makanan untuk seluruh Kepala Keluarga yang telah menjadi anggota forum.

Forum tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku sesuai arahan Pemerintah. Oleh karena itu baik dari SAD maupun instansi hanya mengirimkan perwakilan saja.

Namun demikian untuk agenda pendistribusian bahan makanan dan perlengkapan kesehatan seperti masker, vitamin dan lainnya tetap dibagikan ke seluruh Kepala Keluarga yang telah menjadi anggota forum dan dilakukan di lokasi yang berbeda-beda untuk menghindari kerumunan yang besar.

Total kegiatan bakti sosial ini dihadiri oleh 108 peserta selama 2 hari yang terdiri dari Pemkab, Balai TNBD, SKPD Kabupaten terkait, Pemerintah Kecamatan, Desa, Puskesmas, Polsek, LSM, Perusahaan, Perwakilan SAD dan Lembaga Adat.

Sedangkan pendistiribusian bahan makanan sendiri telah diberikan ke seluruh 447 KK di 9 Kelompok SAD Air Hitam dan Merangin yaitu Kelompok Nggrip, Nangkus, Afrizal, Bepayung, Melayau Tuo, Bebayang, Sikar, Pak Jang dan Ngepas.

Masyarakat SAD atau Orang Rimba sendiri memiliki kearifan lokal yang sangat menarik dalam kaitan upaya mereka menghadapi penyakit. Sebagai upaya pencegahan, secara turun temurun mereka menerapkan “besesadingon”.

Aktivitas ini merupakan kebiasaan SAD dalam menghadapi suatu wabah dengan masuk ke hutan dalam jangka waktu tertentu sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan.

Meskipun aktivitas ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang, namun masih dijalankan oleh hampir seluruh SAD yang bermukim di dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD)

“Pemkab Sarolangun mengucapkan terima kasih kepada FKPS SAD dan seluruh pihak yang telah mensoponsori kegiatan ini. Karena kita pahami penanganan covid ini perlu keterlibatan semua pihak. Jika tidak ada partisipasi dari seluruh pihak, pemerintah tidak mungkin mampu mengatasi masalah covid-19 ini,” ucap Chalidi, Staf Ahli Bupati Bidang SDM yang mewakili Bupati.

“Semua upaya ini tentunya perlu partisipasi dari seluruh pihak, oleh karena itu dalam kesempatan itu kembali diucapkan terima kasih dan diharapkan para peserta mampu mengikuti kegiatan ini secara sungguh-sungguh,” tegasnya.

Sejak terbentuknya Forum tahun 2019 hingga saat ini, Program Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam telah dilaksanakan oleh masing-masing anggota forum sesuai kapasitasnya masing-masing.

Meskipun demikian, seluruh anggota forum tetap berkomitmen untuk mendampingi masyarakat Suku Anak Dalam menjadi masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui pemenuhan kebutuhan dasar SAD yaitu ruang penghidupan, pemukiman dan akses layanan pendidikan dan kesehatan berdasarkan kesepakatan yang telah dirumuskan pada agenda Workshop Forum Kemitraan Pembangunan Sosial SAD tanggal 17 Juni 2019.

Melalui forum ini komunikasi dan sinergi perlahan-lahan mulai terbangun dengan baik antara masyarakat Suku Anak Dalam dengan pemerintah serta pihak berkepentingan lainnya.

Adanya kegiatan bakti sosial di Kabupaten Sarolangun dan Merangin dalam masa Pandemi ini, diharapkan semakin mempererat hubungan emosional di antara sesama anggota forum dimana Masyarakat Suku Anak Dalam terlibat juga sebagai salah satu anggota forum.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kab Merangin, Abdul Gani, menyatakan, “SAD ini adalah WNI sama dengan kita. Berarti mereka punya yang hak sama seperti WNI lainnya. Terutama hak untuk mendapatkan penghidupan yang layak. Pemerintah adalah pihak yang yang bertanggung jawab. Karena pemerintah terlalu banyak jangkauannya, melalui forum ini lah yang membantu memfasilitasi menyentuh sampai ke bawah. (wwn)