Ditahan karena Simpati ke Habib Rizieq, Serka Bobby DS Akhirnya Dilepas

Sabtu, 14 November 2020 - 06:06:13 - Dibaca: 1134 kali

Google Plus Stumbleupon


Anggota TNI AU Serka Boby DS yang menyanyikan lagi berisi lirik tentang penyambutan untuk kepulangan Habib Rizieq Shihab. Foto: tangkapan layar/supplied
Anggota TNI AU Serka Boby DS yang menyanyikan lagi berisi lirik tentang penyambutan untuk kepulangan Habib Rizieq Shihab. Foto: tangkapan layar/supplied / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) melepaskan Serka Bobby DS atau Serka BDS ke satuan setelah sempat ditahan.

Serka BDS ditahan atas dugaan tidak patuh perintah atasan, karena menyanyikan lagu penyambutan untuk Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

“Jadi, dia (Serka BDS) sekarang dikembalikan ke rumah dahulu, sambil diawasi,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Masma) TNI Fajar Adriyanto ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (13/11).

Menurutnya, dugaan kasus Serka BDS bukan sesuatu yang membahayakan sehingga tidak perlu ditahan.

Toh, kata dia, Serka BDS sewaktu-waktu bisa kembali menjalani dipanggil Pomau untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Dalam arti kata bukan dilepas bebas begitu. Mami kembalikan karena memang tidak ada sesuatu yang membahayakan. Kalau nanti dimintai keterangan lagi, bisa dipanggil,” ungkap dia.



Selain itu, kata Fajar, penyelidik Pomau sudah mendapatkan seluruh keterangan yang dibutuhkan dari Serka BDS atas dugaan pelanggaran tidak patuh perintah atasan.

Terkait hukuman yang bakal dikenakan ke Serka BDS, Fajar enggan berspekulasi.

Berkaca aturan, Serka BDS terancam tidak boleh sekolah dan tidak boleh menjabat.

“Sanksi itu macam-macam, ada sanksi administrasi misalnya dia tidak boleh sekolah dan atau tidak boleh menjabat,” ujar dia.

“Ada sanksi disiplin, misalkan dia harus melakukan sesuatu yang bentuk hukuman militer. Kalau di lapangan, ya, dia harus, misalkan push up, disiplin yang langsung.”

“Namun, ada juga disiplin misalkan bisa dikurungan itu beda, macem-macem,” beber Fajar. (jpnn/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id