Copot Baliho HRS, Andi Arief: TNI Masuk Wilayah Politik Diundang Presiden dan Pendukungnya

Sabtu, 21 November 2020 - 07:02:16 - Dibaca: 480 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA— Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, ikut menanggapi pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abrucahman.



Dia menilai, pernyatan tersebut menunjukkan bahwa negara dan seluruh pendukungnya sudah kalah.



Hal itu disampaikan Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (20/11/2020).

“Kalau TNI turun tangan, berarti negara dan seluruh pendukungnya kalah. Sudah tak mampu,” tulisnya.



Dengan demikian, sambungnya, semuanya sudah lumpuh diambil alih oleh TNI.

“Propagandis sampai struktur lumpuh dan diambil alih TNI,” sambungnya.

“Ini new normal. TNI masuk ke wilayah politik diundang Presiden dan pendukungnya,” tandas Andi Arief.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengirimkan peringatan tegas kepada FPI.

Menurutnya, ormas tersebut sudah bertindak sesuka hati dan tak mengindahkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Peringatan keras Dudung ini menanggapi pencopotan baliho Habib Rizieq oleh anggota TNI yang diakuinya adalah atas perintahnya.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya,” ungkapnya.

Hal itu dilakukan lantaran beberapa kali upaya Sat Pol PP mencopot baliho tersebut gagal. Karena setelah dicopot, FPI kembali memasangnya.

Untuk pemasangan baliho atau spanduk, Dudung menegaskan bahwa semua pihak, tanpa terkecuali, harus taat hukum.

Pemasangan pun harus sesuai lokasi yang sudah ditentukan dan harus membayar pajak.

“Jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya,” tegas Dudung.

Bahkan, Dudung menyatakan akan membersihkan seluruh baliho dan spanduk Habib Rizieq yang mengganggu.

Apalagi, dalam spanduk atau baliho itu disisipkan ajakan revolusi yang menurutnya jelas mengganggu persatuan bangsa Indonesia.

“Saya katakan, itu perintah saya. Dan ini akan saya bersihkan semua,” kata Dudung.

“Tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” tekan dia.

Dudung menilai FPI saat ini sudah merasa paling benar dengan segala tindakan yang dilakukannya.

“Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya,” ingatnya.

Bahkan, Dudung pun mengusulkan agar FPI dibubarkan saja.

“Kalau perlu FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari,” tegas Dudung.

Karena itu, Dudung menegaskan bahwa TNI tak akan segan-segan menindak pihak-pihak yang mengancam persatuan Indonesia.

“Saya peringatkan dan saya tidak segan menindak dengan keras,” ingatnya.

“Jangan coba menganggu persatuan dan kesatuan. Jangan merasa mewakili umat Islam,” tegas Dudung lagi. (pojoksatu)

SUMBER: www.fajar.co.id