Calon Kapolri, Neta S Pane: Geng Solo Tergusur, Memperkuat Geng Makassar

Minggu, 22 November 2020 - 02:18:09 - Dibaca: 872 kali

Google Plus Stumbleupon


Ketua Prsidium IPW, Neta S Pane (Dok JawaPos.com)
Ketua Prsidium IPW, Neta S Pane (Dok JawaPos.com) / Jambi Ekspres Online

JAKARTA — Peta bursa calon Kapolri dinilai mengalami perubahan pascarotasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri, Jenderal Idham Azis, belum lama ini.



Tak hanya itu, sejumlah figur pun dinilai tersingkir dari bursa calon Tribrata 1. Tergusurnya anggota Geng Solo dinilai pula memperkuat Geng Makassar

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane , menilai rotasi tersebut telah menyingkirkan sejumlah figur dari bursa Kapolri.



Menurutnya, rotasi yang dilakukan telah membuat perubahan dalam peta bursa calon Kapolri. Pasalnya, Ada figur yang tersingkir dan ada pula baru muncul dan berpeluang masuk ke dalam bursa calon Kapolri pengganti Idham Azis.

IPW menilai ada tiga kelompok yang terkena rotasi kali ini. Mereka adalah pihak yang terdampak akibat kerumunan Habib Rizieq hingga perwira menengah yang akan mengikuti Sespimti.

Neta juga menyoroti sejumlah orang dekat Jenderal Idham Azis yang bergeser ke posisi strategis.

Di sisi lain, rotasi besar-besaran ini juga telah menyingkirkan ‘Geng Solo’ dalam suksesi Kapolri.


“IPW menilai ‘teriakan’ Presiden tentang kerumunan massa Rizieq dimanfaatkan Idham untuk melakukan rotasi dalam rangka menyongsong suksesi Kapolri,”bebernya dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Idham, ujarnya, bisa dinilai telah menggeser kekuatan Geng Solo yang selama ini disebut-sebut sebagai calon kuat dalam bursa Kapolri.

“Namun penggeseran Geng Solo itu atas restu Istana. Tergusurnya anggota Geng Solo otomatis memperkuat Geng Makassar serta memberi peluang bagi Geng Pejaten,” ujar Neta.

Dengan demikian, kata dia, peristiwa kerumunan massa Rizieq telah dimanfaatkan untuk mengubah peta kekuatan di internal Polri untuk menyongsong suksesi Kapolri pada Januari 2021.

Meski penentuan calon Kapolri adalah hak prerogatif Presiden Jokowi, masing-masing kekuatan di internal Polri berusaha mencari peluang dan bermanuver menyuguhkan calon-calon terbaik dari kubunya.

“Penyuguhan calon-calon terbaik itu dilakukan dengan cara menempatkan figur-figur tersebut di posisi strategis,” pungkas Neta. (bs/eds)

Sumber: www.fajar.co.id