Fadli Zon Kritik TNI, Dewi Tanjung: Kau Membela Para Perusuh, Bela Teroris

Minggu, 22 November 2020 - 12:10:08 - Dibaca: 10581 kali

Google Plus Stumbleupon


Dewi Tanjung (@@DTanjung15).
Dewi Tanjung (@@DTanjung15). / Jambi Ekspres Online

9A1933B7-A15A-469B-8BD8-CEFEED0FEB83

JAKARTA - Mantan artis yang juga politikus PDI Perjuangan mengingatkan Anggota DPR RI Komisi I, Fadli Zon agar tidak seenaknya mengatur-ngatur aparat dalam hal ini pihak TNI yang menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab.

“Kau merasa menjadi anggota DPR RI, kau tinggi hati. Seenaknya kau mau mengatur apa yang ada di negara ini. Hei, Ga ada hebatnya jadi anggota DPR RI itu kalau hanya minim prestasi. Ga ada kinerjanya. Hanya jadi bacot kaya kau,” ujar Dewi Tanjung melalui video yang dia unggah di akun twitternya, @DTanjung15, Ahad (22/11).

Dewi Tanjung bilang, Fadli Zon harusnya malu, selama ini dia duduk di parlemen, dia digaji oleh negara. Fadli seharusnya berpihak ke kebijakan negara. “Harusnya kau malu Fadli Zon, kau masih digaji sama negara. Harusnya kau membela negara di situasi seperti ini. Bukan kau membela para perusuh, bela teroris,” ujar Dewi Tanjung.



“Aku bilang siapa yang ganggu stabilitas negara ini aku akan bilang mereka adalah teroris. Kau bela teroris? ga ada otak kau namanya itu,” sambung pendukung Jokowi ini.


“Kau masih makan gaji uang negara. kalau kau mau membela mereka, mundur kau dari anggota DPR RI. Jangan kau bilang copot aja Pangdam Jaya, seenaknya saja kau bilang. Kau lihat kinerja kamu sudah baik belum. Apa yang dilakukan Pangdam Jaya itu sudah benar,” ujar Dewi Tanjung.

“Ga ada otak kau jadi anggota DPR RI. Kau yang harus dipecat, makan uang negara tapi yang dibela teroris. Aku Dewi Tanjung akan bela apa yang dilakukan aparat hukum selama itu baik dan benar untuk menjaga stabilitas keamanan negara,” pungkas Dewi Tanjung.

 

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengingatkan Pangdam Jaya agar tidak masuk ke urusan Politik. Dia meminta Pangdam bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi TNI.

“Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan dan tupoksi TNI,” ujar Fadli Zon di twitternya.

Fadli bilang, sebaiknya Pangdam Jaya jangan terseret politik, kecuali mau hidupkan lagi dwifungsi ABRI imbangi dwifungsi polisi. (FIN)

Sumber: www.fajar.co.id