Jelang Visitasi Daring, SDN 295 Sungai Limau Mengungsi Karena Sekolah Kebanjiran

Selasa, 24 November 2020 - 13:31:58 - Dibaca: 1440 kali

Google Plus Stumbleupon


Kepala sekolah bersama majelis guru saat mengangkut dokumen sekolah ke Kantor Korwil Pendidikan sebagai persiapan Visitasi Daring.
Kepala sekolah bersama majelis guru saat mengangkut dokumen sekolah ke Kantor Korwil Pendidikan sebagai persiapan Visitasi Daring. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Perjuangan sekolah/madrasah di Provinsi Jambi untuk dapat mengikuti Visitasi Daring yang digelar BAN-SM Provinsi Jambi yang dilaksanakan pada 23-28 November 2020 patut diapresiasi. Apalagi Provinsi Jambi dalam bulan ini sering turun hujan sehingga sungai Batanghari meluap.

Akibatnya sebagian sekolah maupun madrasah harus pindah dari sekolah ke lokasi lainnya, karena sekolah mereka kebanjiran dan lokasi menuju sekolah sulit dilalui karena banjir.

        Hal ini diungkapkan Kepala SDN 295 Sulai Limau Kecamatan Tabir Timur Kabupaten Merangin, Saguh, SPd. Diakui Saguh sebenarnya banjir di lokasi sekolah belum begitu mengkhawatirkan tetapi jalan menuju ke sekolah yang sulit dilalui.

        “Jadi jalan menuju lokasi sekolah kami kebanjiran pak, panjang jalan yang banjir dan tidak bisa dilalui itu sekitar 1 KM ada di dua tempat. Sementara hanya 2 guru yang tinggal di sekolah dan guru-guru kita lainnya tinggal di luar desa tempat sekolah tersebut, kalau tidak mengungsi, maka kami khawatir tidak bisa ikut visitasi,” ujar Saguh saat dihubungi melalui telpon kemarin.

        Selain itu dikhawatirkan bila banjir ini terus meluas mengakibatkan signal di lokasi sekolah terputus, sehingga diputuskan pindah lokasi. “Jadi kami pindah ke kantor Korwil Pendidikan saja, semua dokumen sekolah kami bawa saja ke kantor Korwil. Bila ditanyakan asesor kami ada buktinya,” akunya.

        Sementara itu Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Muhd. Saleh, MPd mengapresiasi apa yang dilakukan SDN 295 Sungai Limau Kecamatan Tabir Timur, Merangin. Dia membolehkan sekolah tersebut pindah ke lokasi lain karena lokasi sekolah tidak memungkinkan untuk dilakukan visitasi.

        “Pokoknya kita mengizinkan mereka pindah lokasi, dari pada tidak bisa divisitasi sama sekali mendingan mereka pindah ke tempat lain yang aman dari banjir,” ujar Saleh saat dihubungi kemarin.

        Dirinya juga berharap agar pelaksanaan Visitasi Daring dengan sekolah tersebut yang digelar pada 25-26 November di sekolah tersebut bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kenala berarti nantinya.

        Pada kesempatan itu juga Saleh menjelaskan bahwa secar umum pelaksanaan Visitasi Daring tahap pertama 23-24 November berjalan lancar. Hanya saja ada kendala signal yang mengharuskan sekolah/madrasah keluar masuk room visitasi daring.

        “Ada juga madrasah yang kebanjiran yaitu di MTSN 5 Sarolangun, dimana jalan menuju ke lokasi madrasah kebanjiran. Sementara semua guru berasal dari luar daerah madrasah sehingga pelaksanaan zoom dilanjutkan sore saat guru sudah sampai di rumah masing-maisng,” bebernya. (kta)