Tanoto Foundation Dukung Percepatan Peningkatan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Rabu, 25 November 2020 - 13:07:46 - Dibaca: 504 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus kegiatan Tanoto Foundation, organisasi filantropi yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto.

Berbagai inisiatif yang dijalankan Tanoto Foundation sejak 1981 adalah untuk menangani berbagai masalah pendidikan di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan skor siswa Indonesia di urutan ke-74 dari 79 negara yang disurvei dalam kemampuan matematika, sains, dan membaca.

Untuk itu, Tanoto Foundation menjalankan Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran) dengan target meningkatkan peringkat global Indonesia di sektor pendidikan.

Untuk mencapai target tersebut, Tanoto Foundation bermitra dengan 21 kabupaten/kota dan 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di lima provinsi, yaitu Sumatra Utara, Jambi, Riau, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.

Melalui program PINTAR, kemitraan ini bertujuan membangun model pembelajaran aktif dan kreatif yang sesuai dengan ekosistem pendidikan di Indonesia, sekaligus menyebarkan model tersebut ke sekolah-sekolah non-mitra.

Untuk itu, peran fasilitator sebagai ‘penggerak’ Program PINTAR sangat penting, dan peran tersebut semakin krusial saat pendidikan mengalami tantangan dengan adanya pandemi Covid-19.

“Kami bekerja berdasarkan tiga prinsip, yaitu fokus pada dampak, berbasis pada data , dan kemitraan. Pertama, Program PINTAR ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi penerimanya. Hingga November 2020, kami telah memberi manfaat lebih dari 17.500 guru dan dosen di 21 kabupaten atau kota di Indonesia,” kata Belinda Tanoto, anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, dalam sambutannya di Tanoto Facilitator Gathering 2020.

“Kedua, kami menggunakan pendekatan berbasis data dan bukti agar Program PINTAR lebih terarah dan efektif. Ketiga yaitu kemitraan karena kami menyadari, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, kami menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta, dari tingkat lokal, regional hingga internasional,” tambah Belinda Tanoto.

Dalam acara tersebut, para fasilitator juga diberi pelatihan untuk mengembangkan kapasitas dalam pembelajaran, saling belajar dan membangun jejaring antar fasilitator, juga mendengarkan inspirasi dari berbagai pembicara dan pengisi acara.

TFG 2020 yang digelar pada 19, 24, dan 25 November adalah penyelenggaraan yang pertama, dengan menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem, Mantan CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan, Psikolog dan Humanitarian Alissa Wahid, Menteri Pendidikan Nasional 2009-2014 Mohammad Nuh, Ketua Dewan TIK Nasional Ilham Akbar Habibie, dan pembicara inspiratif lainnya.

Sementara itu CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo menekankan bahwa masa pandemi menjadi momentum bagi tenaga pendidik untuk mengubah paradigma dalam pembelajaran.

Jika sebelum pandemi, guru mengajar di kelas sesuai dengan kurikulum dan murid mendengarkan dan belajar, maka dibutuhkan pendekatan berbeda agar murid bisa mengikuti pembelajaran dengan baik saat disampaikan secara daring.

“Kita kembali ke hakikat awal dari pembelajaran dengan memberikan arahan kepada murid dan murid lah yang menjadi aktor di dalam pembelajaran. Mereka akan belajar dari konten digital, dari sumber yang sudah ada dan tugas guru adalah untuk memandu konten apa yang perlu dipelajari tanpa membatasi wawasan yang murid bisa belajar dari konten digital itu. Dalam situasi ini, kita diajak untuk merenungi arti dan inti pendidikan, yaitu menempatkan siswa pada pusat pembelajaran. Student at the center of the learning,” kata Satrijo Tanudjojo.

Guru dan Dosen dari Jambi Raih Penghargaan

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah guru dari Jambi memenangkan penghargaan seperti Ibu Titien Suprihatien, guru SMPN 11 Batang Hari Jambi sebagai fasilitator penggerak tingkat nasional.

Lalu ada Kiki Fatmawati, dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai penulis artikel terinspiratif, Dedi Hendriyanto, guru SMPN 21 Batang Hari Jambi yang meraih juara 1 postingan terinspiratif di FB Forum peningkatan kualitas pendidikan.

Kemudian ada Sampurna, guru SDN 05 Kuala Tungkal yang meraih juara 1 kategori foto pembelajaran, budaya baca dan manajemen sekolah.

Terakhir ada Yantoro, dosen FKIP Universitas Jambi yang meraih juara 1 kategori dosen terinspiratif yang melakukan banyak perubahan dalam mendampingi sekolah yang ada di Provinsi Jambi. (uci)