Untuk Menghormati Maradona, Jangan Ada Lagi Nomor Punggung 10

Kamis, 26 November 2020 - 11:09:49 - Dibaca: 833 kali

Google Plus Stumbleupon


Diego Armando Maradona. Foto: diambil dari marca
Diego Armando Maradona. Foto: diambil dari marca / Jambi Ekspres Online

TIGRE - Kepergian Diego Armando Maradona, Rabu (25/11) pagi waktu Argentina, menyentak dunia. Belakangan Maradona memang punya banyak masalah kesehatan, tetapi tetap saja, saat dia meninggal dunia, dunia kaget dan berduka. Maradona menjadi inspirasi banyak orang, entah itu pemain sepak bola atau bukan. Dia memberi kegembiraan.

 

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengatakan Maradona membuat sepak bola lebih baik. "Setahun lalu, saya pernah membaca sebuah spanduk di Argentina yang berbunyi ''Tidak peduli apa yang telah Anda lakukan dengan hidup Anda Diego (Maradona), yang penting adalah apa yang Anda telah lakukan untuk hidup kami'," kenang Guardiola. "Dia memberikan banyak kegembiraan dan dia membuat sepak bola lebih baik. Apa yang dia lakukan untuk Napoli dan Argentina pada 1986 adalah sesuatu yang luar biasa. Beristirahatlah dalam damai dan atas nama Manchester City, pelukan erat untuk seluruh keluarganya," kata Guardiola.

 

Sementara pelatih Marseille, Andre Villas-Boas mengatakan kabar meninggalnya Maradona merupakan berita yang paling sulit. Dia bahkan meyakini tidak ada pemain yang boleh memakai nomor punggung 10 (yang menjadi keramat lantaran Maradona) lagi untuk menghormati Diego Armando Maradona.

"Maradona? Itu berita yang sulit. Saya ingin FIFA menghilangkan seragam nomor 10 di semua kompetisi, untuk semua tim. Itu akan menjadi penghormatan terbaik yang bisa kita lakukan untuknya," kata Villas-Boas.

 

Arsitek tim Liverpool Jurgen Klopp ingat pertama kali dia bertemu Maradona dan memujinya sebagai orang yang sensasional. “Saya mendapat kehormatan bertemu dengannya sekali. Dia adalah salah satu yang terhebat yang pernah ada," kata Klopp. "Saya akan merindukan Diego dan Maradona, karena dia hanya..pesepak bola yang luar biasa. Ya. Luar biasa. Dia menunjukkan kepada dunia bahwa Anda tidak harus menjadi yang tertinggi, Anda tidak harus menjadi yang tersibuk dalam latihan. Anda tidak harus selalu tepat waktu, tetapi Anda tetap bisa menjadi yang terbaik...terbaik di dunia," ucap Klopp. "Dialah yang mendorong sepak bola pada level yang berbeda," pungkasnya. (goal/jpnn)