Rio Tirta Jabat Kepala Perwakilan BPK Perwakilan Provinsi Jambi

Kamis, 26 November 2020 - 20:53:54 - Dibaca: 503 kali

Google Plus Stumbleupon


Rio Tirta (kanan) saat sertijab dengan Yuan Candra Djaisin
Rio Tirta (kanan) saat sertijab dengan Yuan Candra Djaisin / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Berakhir sudah masa jabatan Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CA., CPA., CSFA sebagai Kepala Perwakilan (Kalan) BPK Perwakilan Provinsi Jambi, jabatannya diserahterimkan kepada Rio Tirta, S.E., M.Acc., CSFA yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Perencanaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Pemeriksaan Keuangan Negara. Dikonfirmasi usai sertijab di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Jambi, Rio Tirta, S.E., M.Acc., CSFA mengatakan, organisasi harus dilihat dari kesinambungan, dirinya akan meneruskan apa yang telah dilakukan Kalan sebelumnya. Terutama tindak lanjut pemda di Provinsi Jambi secara rata-rata baru di angka 71 persen, harapannya menjadi 85 persen.
“Ini akan kita kejar, sebenarnya sudah mau menjelang untuk pemeriksaan laporan keuangan tahun 2020, kami di BPK persiapkan segala sesuatunya terkait tugas tersebut,” tandas Rio Tirta, S.E., M.Acc., CSFA kemarin (26/11).
Sementara, Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CA., CPA., CSFA setelah tidak lagi menjabat sebagai Kalan BPK Perwakilan Provinsi Jambi, mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Direktorat Evaluasi dan Pelaporan Pemeriksaan pada Direktorat Utama Perencanaan, Evaluasi, dan Pengembangan Pemeriksaan Keuangan Negara, mengatakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) terhadap program-program yang dikerjakan di awal, diharapkan Kalan baru nantinya bisa menentukan untuk mengawal keuangan Negara di Pemprov Jambi.
“Memang saat ini sudah semuanya opini WTP, tapi ya itu bisa saja kalau tidak dijaga dengan baik, opininya bisa turun, semoga kami tetap bisa memberikan masukan kepada pemda, tindaklanjut juga, kepada kepala daerah jadi konsen, karena sekarang tindak lanjut di seluruh pemda di Provinsi Jambi baru mencapai 71 persen, Pak Anggota V BPK RI tadi kan bilang kalau bisa mencapai angka 85 persen,” papar Yuan Candra Djaisin, S.E., M.M., Ak., CA., CPA., CSFA.
Disinggung mengenai recofusing anggaran pemda yang diperuntukkan untuk mengatasi Covid-19, menurutnya pertama harus berdasarkan kebutuhan yang nyata. Memang diawal recofusing pemda masih meraba, tapi dengan kondisi terakhir sudah terlihat apa saja yang bisa dilakukan pemda dalam penanganan Covid-19 secara efektif.
“Dan ingat semua harus bisa dipertanggung jawabkan dengan baik. Audit Laporan Keuangan (LK, red) merupakan salah satu laporan dalam rangka Covid-19, ini akan kita fokuskan pada penyerapannya sudah sejauh mana,” jelasnya.
Apabila tidak terserap, harus disampaikan kendalanya, jangan sampai sudah terserap tapi masyarakat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan Covid-19.
“Mau rapid test mahal. Bansos dan hibah pun akan fokus kami pelajari. Kita harapkan pemda menyiapkan Spj-nya dengan baik, tepat sasaran,” tandasnya. (yos)