Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Akhir Tahun

TPID Provinsi Jambi Laksanakan HLM Semester II 2020

Kamis, 03 Desember 2020 - 11:10:37 - Dibaca: 339 kali

Google Plus Stumbleupon


Saat pembukaan kegiatan HLM TPID Provinsi Jambi 2020 dari KPwBI Provinsi Jambi
Saat pembukaan kegiatan HLM TPID Provinsi Jambi 2020 dari KPwBI Provinsi Jambi / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Agenda tahunan yang bertajuk High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kembali dilangsungkan pada Rabu, 2 Desember 2020. HLM TPID kali ini mengusung tema "Bersinergi Menjaga Stabilitas Inflasi Mendukung Pemulihan Ekonomi".

2A_76

Peserta yang mengikuti kegiatan HLM TPID Provinsi Jambi 2020 secara virtual

Kegiatan ini dilangsungkan secara virtual dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jambi yang dihadiri oleh Pjs. Gubernur Jambi, Ir. Restuardy Daud, Sekda Provinsi Jambi, Sudirman Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution.

3A_74

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution saat menyampaikan materi

Acara HLM TPID juga dihadiri secara virtual oleh unsur Forkompinda Provinsi Jambi, Kepala Daerah Kab./Kota se-Provinsi Jambi, Perum Bulog, OJK Jambi, Kanwil DJPB Provinsi Jambi, BPS Provinsi Jambi dan Instansi Vertikal lainnya.

Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm) atau inflasi sebesar 2,61% (yoy) pada November 2020. Realisasi inflasi ini relatif tinggi dibandingkan laju inflasi Sumatera sebesar 0,46% (mtm) dan juga lebih tinggi dari Inflasi nasional sebesar 0,28% (mtm).

4A_67

Arahan Pjs. Gubernur Jambi, Ir. Restuardy Daud, M.Sc.

Dalam penyampaian arahannya, Pjs. Gubernur Jambi, Ir. Restuardy Daud, M.Sc. menyampaikan bahwa tekanan inflasi cenderung meningkat memasuki triwulan IV tahun 2020. Oleh karena itu perlu dipastikan ketersediaan pasokan bahan pangan guna menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga, untuk meredam laju inflasi Provinsi Jambi. "Kondisi perekonomian saat ini berbeda karena pandemi Covid-19 menyebabkan kontraksi perekonomian dan turunnya pendapatan masyarakat akibat penurunan omset, upah, maupun PHK yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat," katanya.

Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk pengendalian inflasi Provinsi Jambi, yaitu Bupati/Walikota melakukan langkah nyata, terencana dan terukur untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya masing-masing. Melaksanakan pengendalian inflasi daerah dengan mengacu pada prinsip 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. Melakukan operasi pasar dengan tetap menerapkan Prokes Covid-19 bekerjasama dengan Satgas Covid-19 dalam penertiban penerapan physical distancing. Selanjutnya TPID kabupaten/kota harus menjaga ketersediaan pangan apabila terjadi defisit agar berkoordinasi dengan wilayah surplus, serta mengoptimalkan kerjasama perdagangan antar daerah.

Pjs. Gubernur menambahkan, untuk menekan laju inflasi Provinsi Jambi, TPID Provinsi Jambi harus melakukan sinergi dan koordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan pada periode Hari Raya Natal dan Tahun Baru, terutama di tengah pandemi Covid 19. Untuk masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan melakukan pembelian bahan pangan kebutuhan pokok secara bijaksana, tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Masyarakat diimbau tetap di rumah menerapkan social distancing dan gunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah, tidak perlu mudik dan tetap mematuhi himbauan pemerintah,” tandasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution menambahkan, pengaruh pandemi covid-19 di Provinsi Jambi sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jambi. Perekonomian Jambi mengalami kontraksi akibat penurunan upah dan terjadinya PHK, imbasnya, terjadi penurunan daya beli masyarakat. “Dengan meningkatnya inflasi sedikit saja, maka akan sangat membebani masyarakat yang sedang mengalami penurunan daya beli akibat pandemi. Untuk itu, menjaga stabilitas inflasi menjadi sangat penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat Jambi,” ujarnya.

Komoditas bahan pangan dan transportasi khususnya angkutan udara sering kali muncul menjadi penyebab inflasi pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dalam beberapa tahun terakhir. Komoditas kelompok makanan yang menjadi penyumbang inflasi antara lain seperti cabe merah, daging ayam ras dan bawang merah menjadi komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi di Jambi selama 6 tahun terakhir pada periode HBKN dan tahun baru. "Selain itu, komoditas kelompok transportasi khususnya angkutan udara, juga menjadi penyebab utama inflasi. Dari 10 Komoditas utama penyebab inflasi di Kota Jambi dalam 6 tahun terakhir, 8 diantaranya adalah komoditas volatile food (bahan pangan bergejolak)," jelas Suti. (kar)