Penangkapan Ustaz Maheer Janggal, IPW: Bukan Kasus Berat, Bisa Secara Kekeluargaan

Kamis, 03 Desember 2020 - 21:35:11 - Dibaca: 327 kali

Google Plus Stumbleupon


Ustaz Maaher At Thuwailibi. Foto : Instagram
Ustaz Maaher At Thuwailibi. Foto : Instagram / Jambi Ekspres Online

JAKARTA- Soal penangkap kasus ujaran kebencian yang dilakukan pendakwah Soni Ernata atau dikenal Ustaz Maaher At-Thuwailibi, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta Mabes Polri menjelaskan proses penangkapan terhadap Ustaz Maaher.

Apalagi, kata dia, penangkapan yang bersangkutan dinilai janggal karena tanpa adanya surat pemanggilan terlebih dahulu dilayangkan oleh Polri.

 

“Polri sendiri harus menjelaskan secara terang benderang kenapa Maheer ditangkap dan dijemput paksa ke rumahnya,” kata Neta saat dihubungi Pojoksatu (JawaPos Grup), Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, polri juga harus menjelaskan ke publik apakah penangkapan Ustaz Maaher itu sudah sesuai dengan SOP yang ada di Polri.

“Apakah karena sudah dua kali panggilan yang bersangkutan tidak mengindahkannya dan tidak memenuhi panggilan polisi atau ada hal lain,” ujar Neta.

Karena itu mengungkapkan, kasus ujaran kebencian yang dilakukan Maaher itu sebenarnya tak terbilang berat. Bahkan kasus tersebut bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

“Yang jelas kasus Maaher ini tetap bisa diselesaikan damai secara kekeluargaan. Artinya Maaher atau keluarganya mendatangi pelapor dan minta maaf atas kesalahan yang dilakukannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mabes Polri meringkus pendakwah Soni Ernata atau dikenal Ustaz Maaher At-Thuwailibi pada Ia ditangkap di Bogor, Jawa Barat terkait kasus ujaran kebencian.

Dalam surat yang beredar bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Ditipidsiber Maaher langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penangkapan tersebut. Dia ditangkap atas laporan seseorang bernama Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November 2020 lalu. (PojokSatu)

Sumber: www.fajar.co.id