Bicara OPM dan Pemuja Khilafah, Denny Siregar: Sama-sama Pengkhianat yang Harus Dibasmi

Sabtu, 05 Desember 2020 - 12:02:48 - Dibaca: 296 kali

Google Plus Stumbleupon


Denny Siregar
Denny Siregar / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar akhirnya menanggapi pertanyaan warganet terkait sikapnya tentang Benny Wenda yang mendeklarasikan negara Papua Barat.

“Gak usah sok nanya-nanya deh tentang sikap gua terhadap Benny Wenda dan orang-orang yang mendukung Papua merdeka seperti para SJW itu,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya, @Dennysiregar7, Sabtu (5/12).

Menurut Denny, Organisasi Papua Merdeka (OPM) merupakan pengkhianat yang harus dibasmi.

“OPM dan pemuja khilafah adalah satu mahluk beda bajunya doang. Sama-sama pengkhianat yang harus dibasmi negara,” tegas Denny.

Tak sampai di situ, Denny juga mengungkap kebohongan yang dilakukan Benny Wenda ke PBB.

“Jejak digital itu emang kejam.. Benny Wenda ketahuan BOHONG waktu bilang ke PBB, dia sudah kumpulkan petisi supaya Papua merdeka. Dan sekarang kalian msh percaya kata2 dia ?? Itu sama aja percaya ke @fadlizon waktu dia bilang Ratna Sarumpaet digebukin,” ungkapnya.

Sebelumnya, pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda mendeklarasikan negara Papua Barat pada 1 Desember 2020.

Benny Wenda mengatakan, Papua Barat akan menjalankan konstitusi sendiri dan tidak lagi tunduk pada aturan Indonesia.

Benny Wenda mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin sementara Papua Barat hingga rakyat Papua benar-benar menikmati kemerdekaan.

“Hari ini, kami mengumumkan pembentukan Pemerintahan Sementara #WestPapua. Mulai hari ini, 1 Desember 2020, kami mulai menerapkan konstitusi kami sendiri dan mengklaim kembali tanah kedaulatan kami,” kata Benny Wenda melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (1/12).

Menteri Kooordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud Md menyebut Benny Wenda sedang membuat negara ilusi.

“Benny Wenda ini membuat negara ilusi. Negara yang tidak ada dalam faktanya,” ujar Mahfud lewat konferensi pers virtual, Kamis (3/12).

Mahfud menyebut, ada empat unsur berdirinya negara menurut Konvensi Montevideo yakni, memiliki rakyat, wilayah, pemerintah, dan pengakuan dari negara lain. Negara yang dibuat Benny Wenda, kata Mahfud, tidak memenuhi seluruh unsur itu.

Lagipula, lanjut Mahfud, sejak 1969 Komite 24 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tidak memasukkan Papua dalam daftar negara-negara yang dianggap memiliki peluang dan mandiri untuk merdeka.

“Lebih dari itu, Benny Wenda itu seorang narapidana yang sekarang tidak punya kewarganegaraan. Lalu bagaimana dia memimpin negaranya? Itu yang saya katakan negara ilusi yang dia bangun. Oleh sebab itu, rakyat tidak perlu terlalu takut. Itu kan ilusi saja. Apalagi deklarasi kemerdekaan melalui Twitter,” ujar Mahfud.(one/pojoksatu)

Sumber: www.fajar.co.id