64 Tahun Provinsi Jambi,Menanti Gubernur Definitif

Selasa, 05 Januari 2021 - 14:01:06 - Dibaca: 2480 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online
Oleh:  Abdul Bari Azed
 
AGAKNYA para perjuang provinsi Jambi boleh bersuka cita melihat kemajuan provinsi Jambi pada saat ini yang mengalami banyak kemajuan.Suatu perjuangan yang panjang dan melelahkan yang dilalui oleh para pejuang waktu itu dimulai dengan konsolidasi seluruh rakyat Jambi dari semua unsur serta wakil-wakil dari Kabupaten dan Kota.Serta melakukan obby-lobby politik dengan pemerintah pusat di Jakarta.
Badan Kongres Rakyat Jambi (BKRD) waktu itu adalah wadah masyarakat Jambi yang memperjuangkan provinsi Jambi.BKRD melakukan rapat-rapat di bioskop Murni (kini sudah direnovasi menjadi toko jual mebel) 'Beberapa tokoh BKRD, yang sudah meninggal dunia, antara lain H.Hanafi , Abdul Hadi, Ibrahim, Rd Abdullah, Imran (Nungcik) Abdullah dan Ibrahim Ripin.
Melalui Undang-undang No.19 tahun 1957 tentang pembentukan daerah swatantra tingkat I Sumatera Barat,Riau dan Jambi
yang kemuian ditetapkan pula dengan Undang-undang Nomor 61 tahun 1958 (Lembaran Negara Nomor 19 tahun 1957 ditetapkan Provinsi Jambi. Kemudian dilakukan pemekaran beberapa wilayah administratif di provinsi Jambi melalui Undang-undang Nomor 54 tahun 1999 sebagaimana diubah denganUndang-undang nomor 14 tahun 2000 (Lembaran Negara nomor 81 tahun 2000) serta Tambahan Lembaran Negara nomor 8969 tentang pembentukan kabupaten Sarolangun,Kabupaten Tebo,kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. selanjutnya melalui Undang-undang Nomor 25 tahun 2005 tentang pembentukan Kota Sungai Penuh.
Luas provinsi Jambi yang dipimpin oleh Gubernur Fachrori Umar adalah 53.435,72 km2 dengan 131 kecamatan dan 1.372 desa/kelurahan.kemudian ditetapkan lah setiap tanggal 6 Januari sebagai Hari jadi Provinsi Jambi dimana DPRD Provinsi Jambi mengadakan sidang pleno istimewa untuk memperingati hari jadi provinsi Jambi dengan agenda sidang antara lain mendengarkan laporan Gubernur serta mengundang pejabat tinggi negara seperti seorang Menteri .
 
Penulis tidak menapikan beberapa tokoh yang menjabat sebagai Gubernur Jambi, mulai dari Djamin Datuk Majoindo,M.Jusuf Singedekane,Haji Abdul Manap, R.M.Nur Atmadibrata,Djamaluddin Tambunan dan Masjchun Sofwan,Mereka semua itu telah berkiprah dan berjaya dalam membangun daerah Jambi.
 
Kesinabungan..
 ,    , 
Kalau melihat kepemimpinan Gubernur berikutnya Abdurrahman Sayoti, Zulkifli Nurdin dan Hasan Basri  Agus agaknya ada kesinabungan pembangunan dengan tipikal serta gaya kepemimpinan masing-msing.Namun sangat disayangkan begitu pilgub tahun 2016 dengan terpilihnya Zumi Zola-Fachrori Umar,mengalahkan pasangan petahana Hasan Basri  Agus (HBA)- Edi Purwanto  terjadi stagnan pembangunan. dimana Zumi Zola terseret kasus hukum gratifikasi serta kasus uang ketok palu yang melibatkan beberapa pejabat teras pemda dan anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019.Bukti tidak adanya kesinambangunan pembangunan misalnya program pelabuhan samudera Ujung Jabung yang dirintis oleh Gubernur HBA  pada waktu itu tidak dilanjutkan oleh Zumi Zola, dan bahkan Zumi Zola mengalihkan pelabuhan Ujung Jabung ke Muara Sabak.padahal Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan dana APBN untuk Ujung Jabung Ironisnya Zumi Zola sendiri pada waktu menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur mencadangkan lahan untuk proyek pelabuhan Ujung Jabung.Kita mengucap syukur nampaknya proyek pelabuhan samudera Ujung Jabung bakal diteruskan lagi berkat  perjuangan HBA sebagai anggota DPR-RI Komisi V bidang perhubungan bersama anggota DPR-RI lainnya  yaitu H.Bakri serta Sofyan Ali. 
Begitu Zola terjerat kasus hukum, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepemimpinan di Jambi dilanjutkan oleh Fachrori Umar yang di definitifkan sebagai Gubernur Jambi pada bulan Februari 2019. sampai akan berakhirnya jabatan Gubernur bulan Februari mendatang kursi Wakil Gubernur tidak diisi krena tidak ada kesepakatan partai koalisi pengusug Zola-Fachrori , agaknya Fachrori Umar tersandera secara politik. Begitu juga program Jambi Tuntas sebagai visi dan misi program kampanye Zumi Zola-Fachrori Umar tidak dapat diwujudkan ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covd-19,akhirnya Gubernur Fachrori Umar yang gemar berpantun itu melaksanakan program yang rutin saja dan tidak ada yang signifikan..Ada baiknya penulis kutip sebagian program Jambi Tuntas yang cukup bagus untuk mensejahterakan rakyat Jambi.Visinya antara lain terwujudnya Provinsi Jambi yang Tertib,Unggul, Adil dan Sejahtera 2021.
Penjelasan visi adalah antara lain tata kelola pemerintahan yang bersih,transparan dan akuntabel.Terciptanya huhungan yang harmonis anatar pemerintah kota,kabupaten dengan provinsi untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. Kemudian terwujudnya kehidupan masyarakat yang tentram,aman dan bebas dari konflik. Dengan akan berakhirnya jabatan Gubernur Fachrori Umar dalam bulan Februari ini, Jambi Tutas nampaknya tidak terwujud karena situasi dan kondisi sebagaimana yang diuraikan diatas serta akan menjadi catatan sejarah provinsi Jambi.
 
Gubernur definitif
 
Pilkada serentak untuk pilgub Jamb telah berlangsung 9 Desember yang baru lalu serta sudah ada hasil rekapitulasi yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jambi..pada tanggal 19 Desember 2020. Dari hasil rekapitulasi KPU Provinsi Jambi itu paslon 03 Al Haris-Abdullah Sani unggul dari paslon 01 Cek Endra-Ratu Munawaroh serta paslon 02 Fachrori Umar-Syafril Nursal..Adapun perolehan suara masing-masing adalah paslon nomor urut 01 Cek Endra - Ratu Munawaroh dengan perolehan suara 585.203, paslon nomor urut 02 Fachrori Umar-Syafril Nursal 385.388 suara serta paslon nomor urut 03 AlHaris-Abdullah Sani dengan perolehan suara 596.621 suara.Terhadap hasil pilkada ini paslon nomor urut 02 Fachrori Umar-Syafril Nursal menyatakan legowo dan menerima hasil rekapitulasi KPU Provinsi Jambi,tsb sedangkan paslon nomor urut 02 Cek Endra-Ratu Munawaroh menyatakan menolak dengan mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan melalui Advokat  dan Konsutan Hukum kondang Prof.Yusril Ihza Mahendra ke Mahkamah Konstitusi. Rakyat Provinsi Jambi sangat menantikan Gubernur definitif untuk melaksanakan kesinambungan pembangunan.Mahkamah Konstitusi dalam beberapa hari ke depan ini akan bersidang  untuk memproses gugatan tersebut, bersama dengan gugatan kepala daerah yang lain.
Sambil mengucapkan Dirgahayu Provinsi Jambi yang ke-64 Tahun  mari kita berdoa Ya Allah kami hambaMu  dan kami sangat lemah untuk bisa membaca taqdirMU oleh karena itu berilah pimpinan/Gubernur kami siapapun dia,jadikanlah dia sosok yang terbaik umtuk kami,kami pasrahkan kepadaMU ya Allah,Aamiin YaaRabbal Aalamiin.
 
Penulis adalah Guru Besar FH Unbari dan anggota pengajian Kumpeh Daaru At Tauhid (KDT) Muaro Jambi. 
.