Teddy Akui Salah Nilai Bu Risma, Minta Perdebatan Soal Blusukan Disudahi

Sabtu, 09 Januari 2021 - 15:15:17 - Dibaca: 333 kali

Google Plus Stumbleupon


Anggota Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi. Foto: Twitter/TeddyGusnaidi
Anggota Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi. Foto: Twitter/TeddyGusnaidi / Jambi Ekspres Online

JAKARTA– Politikus PKPI Teddy Gusnaidi meminta publik untuk berhenti memperdebatkan aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma. Menurutnya, Bu Risma sudah melakukan klarifikasi atas persoalan yang terjadi.


“Ok sudahi perdebatan soal bu risma ya. Beliau sudah klarifikasi bahwa yg beliau lakukan itu adalah tindakan pribadi, sebagai bentuk beliau berzakat & beramal. Jangan dipermasalahkan, kok berzakat dan beramal bawa-bawa media? Biarkan saja, setiap org punya cara masing-masing..,” katanya di akun Twitter miliknya, Sabtu (9/1/2021).

Dia juga membela soal jabatan Risma yang kini menjabat sebagai menteri. Menurutnya, dengan kebiasaan blusukan yang dilakukan seperti saat menjabat Walikota Surabaya, tanggung jawab sebagai pejabat tak akan ditinggalkan.

“Ibu risma juga sudah memastikan bahwa dirinya tidak akan menelantarkan pekerjaannya sebagai menteri meskipun dia melakukan blusukan untuk berzakat dan beramal. Artinya beliau paham bahwa tugasnya sebagai menteri bukan blusukan seperti yang dilakukan sekarang ini, ini pribadi,” sebutnya.

Teddy pun mengakui awalnya sudah salah menilai politikus PDIP itu. “Saya sudah sempat salah menilai beliau, saya pikir beliau tidak paham kerja sebagai Menteri, makanya saya katakan bahwa beliau bukan menteri jakarta dan jangan dulu memikirkan pencitraan, bahkan saya menyindir beliau sebagai sinterklas..,” ungkapnya.

Karena itu, dia meminta publik untuk melihat sisi baik apa yang dilakukan oleh Bu Risma. “Saya salah, begitupun yg mendukung bu risma, mereka juga salah, karena mereka menganggap yg Bu Risma lakukan bagian dari kerja Menteri. Jadi yg pro dan kontra salah, ternyata yg dilakukan oleh Bu Risma adalah tindakan pribadi, bukan sebagai Menteri & bagian dari kerja Menteri,” jelasnya.

Terlebih apa yang dilakukan Bu Risma dengan beramal secara pribadi, memberikan tempat tinggal, memberikan beasiswa dan memberikan pekerjaan.

“Saya salut, beliau tidak memanfaatkan institusi dan tidak memanfaatkan uang negara untuk kegiatan sosialnya. Beliau menggunakan dana dan jaringan pribadinya. @KemensosRI,” katanya lagi.

Termasuk soal polemik mempekerjakan para gelandangan dan pengemis di BUMN. Teddy bilang hal itu merupakan salah satu contoh cara menyelesaikan masalah sosial.

“Jangan sampai kita mengurusi harta org lain. Bu Risma menyediakan rumah buat gelandangan, Bu Risma memberikan beasiswa bagi gelandangan toh itu dana pribadinya. Bu Risma mempekerjakan gelandangan di perusahaannya, ya biarkan saja, wong perusahaan milik beliau kok.. @KemenBUMN,” sebutnya.

Teddy pun berharap publik memberikan kesempatan kepada Bu Risma membuktikan kinerja sebagai pengganti Juliari P Batubara di Kemensoso.

“Jadi sudahi perdebatan blusukan, kita tunggu komitmen Bu Risma bahwa kegiatan pribadinya, kegiatan beramalnya tidak akan mengganggu pekerjaannya sebagai Menteri Sosial. Mari kita lihat kebijakan apa yang akan dibuat bu Risma sebagai Menteri, diluar kegiatan pribadinya,” katanya.

“Karena kebijakannya sebagai Menteri belum ada yang menonjol, yang menonjol malah kegiatan beramal pribadinya yang diliput oleh berbagai media. Sekali lagi sudahi.. karena tempat tinggal, beasiswa dan perusahaan milik bu Risma, jadi suka-suka beliau untuk beramal,” sambungnya lagi.

Terkahir, dia meminta publik baik yang pro dan kontra terhadap Bu Risma untuk saling menahan diri. “Yang pro bu Risma gak perlu ngotot membela Bu Risma lagi, karena ternyata mereka salah. Yg kontra bu Risma pun begitu. Karena yg diperdebatkan tugas Menterinya, sedangkan Bu Risma sudah membantah, bahwa itu bukan pekerjaan menteri tapi kegiatan beramal pribadinya.Terima kasih,” pungkasnya. (msn/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id