SBY Beri Kritik ke Pemerintah, Fahri Hamzah: Itu Jalan Kedewasaaan dalam Berdemokrasi

Selasa, 12 Januari 2021 - 06:50:36 - Dibaca: 362 kali

Google Plus Stumbleupon


Fahri Hamzah menerima kartu ucapan selamat tahun baru dari SBY. (Twitter Fahri Hamzah)
Fahri Hamzah menerima kartu ucapan selamat tahun baru dari SBY. (Twitter Fahri Hamzah) / Jambi Ekspres Online

JAKARTA– Belakangan pernyataan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuai polemik. Lewat akun Facebook miliknya, SBY mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi utang luar negeri Indonesia dan penanganan pandemi Covid-19.

Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah menilai apa yang disampaikan oleh SBY merupakan hal yang wajar.


“Di awal 2021 saya termasuk yang ingin agar [email protected] tetap mengibarkan bendera intelektualnya sebagai negarawan. Bangsa ini memerlukan wibawa intelektual beliau sebagai presiden 2 periode. Alm presiden Habibie [email protected] ibu mega dan Alm GusDur juga punya,” kata Fahri dikutip dari akun Twitternya, Senin (11/1/2021).

Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu menilai konsekuensi sebagai negara demorkasi, pemerintah harus siap menerima masukan hingga kritikan.

“Sebuah bangsa yang mengambil pilihan demokrasi maka tak boleh tradisi kritisnya berhenti. Tapi, agar tradisi kritik tak dicurigai sebagai gerakan politik maka ia harus berdiri dan mengumpulkan kaum intelektual dan para peneliti, bukan para politisi yg kadung dicurigai,” jelasnya.

Karena itu, mantan Wakil ketua DPR itu meminta pemerintah yang berkuasa berserta pendukungnya tidak merespons kritikan secara berlebihan.

Terlebih yang memberikan kritikan saran sekelas SBY yang pernah memimpin Indonesia selama 10 tahun.

“Wibawa presiden lama kita perlukan agar kritik lebih terdengar. Dan agar data dan kata2 yang keluar tidak dianggap sembarangan. Kita harus hidup dalam tradisi kritik yang konsisten. Itulah jalan kedewasaan dalam berdemokrasi. Itu jalan kita. Jalan bangsa besar,” tegasnya.
Terakhir, Fahri Hamzah mendoakan para mantan pemimpin baik presiden maupun wakil presdien untuk tetap berkontribusi. Meski masa jabatannya telah berakhir.

“Saya mendoakan semua presiden dan wakilnya yg dalam tradisinya tidak kita sebut “mantan” tapi diberi nomor. Terutama yg masih hidup, ibu Mega, pak SBY dan para wakil, pak Try, pak Hamzah, pak Boediono dan pak JK. Melalui mereka kita harapkan bimbingan kenegarawanan. Amin YRA,” pungkasnya. (msn/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id