Susi Pudjiastuti Minta Semua Subsidi Barang Dihentikan, Diganti dengan Hal ini

Rabu, 13 Januari 2021 - 16:29:04 - Dibaca: 293 kali

Google Plus Stumbleupon


Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti / Jambi Ekspres Online

JAKARTA– Mantan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti meminta pemerintah untuk menghentikan kebijakan subsidi dalam bentuk barang atau komoditi. Menurutnya, kebanyaknya subsidi jenis tersebut disalahgunakan. Baik oleh lembaga penyalur maupun penerima yang tak memenuhi syarat.

“Stop semua jenis subsidi yang berupa comodity/ barang karena selalu disalahgunakan.. yang dapat akhirnya yg tidak berhak,” kata Susi dikutip dari akun Twitter miliknya, Selasa (12/1/2021).

Sebagai gantinya, Founder Susi Air itu meminta pemerintah memberikan bantuan uang tunai langsung ke penerima.
“Ganti saja dengan ketersediaan bibit gratis atau bantuan tunai. Bangun data penerima yang sebenar benarnya. Please,” harapnya.

Cuitan Susi itu merespons pernyataan Presiden Joko Widodo saat berbicara di dalam Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/1).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung keuntungan yang diperoleh negara dari subsidi pupuk senilai triliunan rupiah selama puluhan tahun.

“Saya jadi ingat berapa puluh tahun kita subsidi pupuk, Rp30-an triliun, Rp33 triliun seinget saya. Return-nya apa? Kita beri pupuk, ‘kembaliannya’ ke kita apa? Apakah produksi melompat naik? Rp33 triliun, saya tanya ‘kembaliannya’ apa?” kata Jokowi

Ia mengatakan dengan subsidi sebesar itu dalam 10 tahun negara telah mengeluarkan sebesar Rp330 triliun untuk pupuk. Angka tersebut menurutnya sangat besar. Jokowi mengatakan pupuk dan bibit adalah hal penting. Namun jika rutinitas hanya dilakukan terhadap hal-hal tersebut maka pertanian nasional tidak mampu bersaing.

“Tolong dievaluasi, ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali minta ini,” katanya. Ia menekankan yang diperlukan saat ini adalah menyiapkan lahan yang sangat besar untuk produksi pertanian. “Tidak bisa kita lakukan hal-hal konvensional, yang rutinitas, monoton seperti yang kita lakukan bertahun-tahun. Kita harus membangun sebuah kawasan yang economic scale, nggak bisa yang kecil-kecil lagi,” katanya.

Oleh sebab itu, kata Jokowi, dirinya mendorong food estate agar diselesaikan. Dia mengatakan, paling tidak food estate di Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah harus diselesaikan tahun ini. “Kita mau evaluasi masalah lapangannya apa. Teknologi apa yang kurang. Karena ini akan jadi contoh,” jelasnya. (msn-fin/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id