Hina SBY, Guru Besar USU Ini Resmi Dipolisikan Partai Demokrat Medan ke Polda Sumut

Kamis, 14 Januari 2021 - 05:55:51 - Dibaca: 2085 kali

Google Plus Stumbleupon


Prof Yusuf Leonard Henuk. Foto : Twitter
Prof Yusuf Leonard Henuk. Foto : Twitter / Jambi Ekspres Online

MEDAN-Cuitan Guru ?Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Yusuf Leonard Henuk yang telah menghina mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya sampai juga ke ranah hukum.

 

Ini setelah kader Partai Demokrat secara remis melaporkan isi akun Twitter Leonard tersebut? ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPC Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu. “Saya barusan ?ditelpon mereka (kader Partai Demokrat). Kalau proses pengaduan (di Polda Sumut) sudah selesai,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

Burhanuddin menjelaskan sebelum melaporkan kasus ini, pihaknya telah mengumpuli sejumlah bukti dari beberapa media online dan mendiskusikan sesama kader partai Demokrat? di Kota Medan.

Kesimpulannya pun didapat bahwa apa yang dicuitkan Leonard dinilai menghina SBY yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Demokrat.

“Saya suruh lah anggota menanggapi itu. Bagaimana soal pemberitaan ini. Menurut kawan-kawan suatu penghinaan ini. Itu pencemaran nama baik, meremahkan. Sudah unsurnya, tidak mengenakkan. Saya sampaikan kepada mereka, kalian mempunyai hak melaporkan tindak profesor ini terhadap Bapak SBY,” bebernya.

“Setelah kami telusuri profesor dari USU. Tepatnya, fakultas pertanian. Lebih lanjut, ditelusuri pindah dari NTT. Artinya, saya mendengar dan menyampaikan kawan-kawan kader partai. Sepakat lah dilaporkan ke Polda Sumut. Supaya, ditelusuri laporan ini,” sebut Burhanuddin.

Burhanuddin menilai Leonard yang bergelar profesor tidaklah pantas memberikan pernyataan menghina seperti yang dituliskannya di Twitter terhadap mantan Presiden ke-6 RI itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Leonard membuat heboh lantaran secara lantang menyebut bodoh ke SBY dan putranya sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu dituangkan Leonard dalam akun Twitternya, @ProfYLH. Hari ini, Selasa (12/1/2021) dia menyebut AHY bodoh karena cuitan soal turut berduka atas insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu.

“Doa tulus juga kita panjatkan bagi semua bagi keluarga korban, semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan & kekuatan. Bencana ini menjadi peringatan bagi pemerintah & kita semua untuk terus tingkatkan standar keselamatan transportasi di Indonesia,” demikian tulis AHY, Minggu (10/1/2021).

Tidak disangka, Leonard langsung merespon hal tersebut dengan kalimat pedas, karena menilai AHY menyalahkan pemerintah atas tragedi itu. “Yth Ketua [email protected], @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali, karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia tak pernah ada “GOVERNMENT ERROR” penyebabnya. Tapi “7 FAKTOR”(http://indonesiabaik.id/infografis/7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat).Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!” tulis Leonard, Selasa, (12/1/2021).

Sebelum ini, Leonard malah telah menyerang SBY lebih dulu secara bertubi-tubi beberapa hari ini. Tidak hanya menyebut bodoh, dia juga mencap SBY sebagai Bapak Mangkrak Indonesia. Salah satunya, dia mengkritik SBY yang mengomentari soal vaksin Covid-19. “[email protected], sudahlah jangan kau bodoh soalkan anggaran vaksin sampai kapanpun tak bisa buat negara chaos(https://m.cnnindonesia.com/nasional/20210108130802-32-591137/sby-ingatkan-salah-hitung-vaksin-bisa-buat-negara-chaos) vs banyak chaos kau dimasa lalu seperti Bank Century&Jiwasraya.Kau sok pintar mau ajari @jokowi &Sri Mulyani, malulah kau!,” tulisnya, Minggu (10/1/2021).

[email protected], memang kau bodoh sekali, karena Pemerintah @jokowi sudah berulangkali ingatkan tak hanya vaksin lalu semua beres,tapi tetap dilakukan 3 M.Kau sok suci bawa-bawa nama Tuhan seperti FPI yang kau besarkan&dibubarkan @jokowi, jadi terbukti kau memang munafik sekali,” lanjutnya.

“Sebaiknya hubungi psikiater agar konsultasi dengan @SBYudhoyono, agar tiru hidup/jejak BJ HABIBIE di hari tua yang tak campuri urusan pribadi & keluarganya dengan politik hingga akhir hidupnya,” lanjutnya.

[email protected],tahu dirilah kau sudah mantan jadi jangan sok mengajari @jokowi soal pembangunan proyek strategis nasional,karena kau memang gagal&telah dijuluki:”Bapak Mangkrak Indonesia”, jadi tak pantas kau ajari @jokowi “ikan berenang”, karena pasti malu kalipun kau, paham!,” cuitnya lagi.

Apa yang dituliskan Leonard di akun Twitternya itu langsung memantik reaksi. Banyak warganet yang menilainya profesor minim etika dan lainnya.

Lalu apa sebenarnya alasan Leonard sampai begitu beringasnya menghina SBY dan AHY?

Kepada pojoksatu.id, Leonard menhgakui sebagai pendukung Presiden Joko Widodo. Sebagai putra daerah Pulau Rote, Kupang, Jokowi adalah raja, sehingga dia tidak bisa melihat orang lain mengkritik yang menurutnya tidak benar.

Jokowi sendiri dinobatkan sebagai Maneleo atau Raja oleh para tetua dan bangsawan Rote Ndao pada tahun 2018.

“(Cuitan) memang murni, saya jujur saya pendukung Jokowi, saya tidak suka, saya sakit (Jokowi dikritik SBY dan AHY). Jokowi kan pernah ke Rote, kami gelari Raja orang Rote semua. Jadi kalau orang perlakukan dia tidak baik, saya sebagai orang Rote wajarlah saya protes,” tegasnya saat dihubungi, Selasa (12/1/2021).

SBY dan AHY, dijelaskan Leonard kerap kali menyalahkan Jokowi dalam berbagai masalah di negeri ini. “Buktikan dia (Jokowi) salah. Sedikit, sedikit Jokowi salah, apa salahnya? Bapak dan anak tendensi,” lanjutnya.

Dia pun mengaku siap jika Partai Demokrat mengambil jalur hukum melaporkannya atas ujaran kebencian. “Saya siap (dilaporkan), apapun risikonya saya terima. Kalau Demokrat mau main silahkan. Dia (SBY) guru besar, saya guru besar, dia singgung Jokowi, saya tanggapi kenapa dia tidak balas. seharusnya dia jujur. Sekarang orang-orang di bawah yang ribut bukan dianya. Harusnya SBY tampil, kami berdua cerita (diskusi), kalau saya salah saya minta maaf. Silahkan dua-dua (SBY dan AHY) tampil, jangan yang kecil, kroco yang menjilat. Jangan suruh anak buahmu lawan saya,” bebernya.

Leonard mengaku tidak suka SBY selalu mengucapkan kata prihatin jika ada persoalan di tanah air. Dia membandingkan ke mantan presiden yang tidak ikut campur. “Kenapa dia selalu prihatin, dia kan mantan presiden, contoh Habibie tidak masukan keluarganya, kalau dia (SBY) bersuara anaknya (ikut) bersuara. Rata-rata mantan Presiden tidak pernah berpikir seperti kau (SBY), mereka selalu pikir damai-damai. Sudah di hari tua bukannya berpikir baik, (malah) selalu tampil untuk anaknya,” tukasnya. (nin/pojoksumut)

Sumber: www.pojoksatu.id