Bela Raffi Ahmad Cs, Teddy Gusnaidi: Itu Bukan Kasus Penghasutan

Jumat, 15 Januari 2021 - 05:33:09 - Dibaca: 228 kali

Google Plus Stumbleupon


Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi / Jambi Ekspres Online

JAKARTA– Anggota Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi memberikan pembelaan kepada Raffi Ahmad dan beberapa publik figus yang menghadiri sebuah pesta Rabu malam (13/1/2021).

Terlebih jika kejadian itu disamakan dengan kasus yang menimpa mantan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).


“FPI dan beberapa pihak mendesak aparat bersikap adil, kenapa Raffi ahmad cs gak diproses hukum sedangkan Rizieq diproses hukum karena berkerumun, penegak hukum dianggap diskriminatif dan tidak adil,” kata Teddy dikutip fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya pasal yang disangkakan ke HRS adalah soal penghasutan. Bukan pasal melanggar protokol kesehatan dengan membuat kerumunan.


“Woi!! Rizieq itu dipidana bukan karena kasus kerumunan, tapi penghasutan..,” ungkapnya.

“Rizieq dijerat pasal Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Ancamannya 6 tahun penjara, makanya rizieq ditahan. Pasal 160 KUHP bukan soal kerumunan. Bagaimana bisa kalian framing pasal 160 itu sebagai pasal larangan kerumunan?Mau framing tapi kok gak cerdas ya..,” jelasnya melanjutkan.

Pegiat media sosial, Permadi Arya turut memberikan pembelaan ke Raffi Ahmad dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga ikut hadir dalam private party itu.

“Pendukung Rizieq minta Raffi dan Ahok diproses hukum seperti Rizieq.. gini lho.. Rizieq itu penyelenggara acara, sedangkan Raffi & Ahok itu tamu undangan. kalo mau diproses juga yang ngundang Raffi & Ahok. maap saya mau tanya, syarat jadi pendukung Rizieq itu harus tolol dulu ya?,” belanya.

Sebelumnya, Raffi Ahmad akhirnya memberikan klarifikasi atas foto-foto dirinya tengah menghadiri acara yang viral di media sosial karena melanggar aturan protokol kesehatan.

Melalui unggahan di akun Instagram, Raffi Ahmad meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan juga Presiden Joko Widodo atas kegaduhan yang terjadi.

Dia juga mengakui kesalahannya yang telah melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun dan tidak memakai masker.

“Terkait kejadian tadi malam saya ingin sedikit klarifikasi. Tapi sebelumnya saya ingin minta maaf yang sebesar-besarnya, saya minta maaf kepada bapak Presiden Jokowi, kepada seluruh staf yang ada di sekretariat presiden dan juga sekali minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam,” kata Raffi Ahmad dalam video unggahannya.

Raffi Ahmad mengatakan acara yang dihadirinya itu diadakan di kediaman ayah salah satu temannya.

Dia juga menjelaskan sebelum masuk ke rumah sudah menjalankan protokol kesehatan.

“Di situ kondisinya juga memang sebelum masuk ke rumahnya mengikuti protokoler. Tapi pas di dalam kebetulan saya lagi makan tidak pakai masker, ada yang foto, tapi apa pun itu saya juga minta maaf karena kejadian ini jadi heboh,” ujar Raffi Ahmad. (msn/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id