Permadi Arya: Kalau Raffi Dan Ahok Diproses Hukum, Maka Anies Dan Titiek Soeharto Juga Harus Diproses

Jumat, 15 Januari 2021 - 05:43:17 - Dibaca: 38580 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menanggapi desakan pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) agar polisi memproses Ahok dan Raffi Ahmad karena diduga melanggar protokol kesehatan.

Permadi menyebut Raffi dan Ahok tidak bisa diproses hukum seperti HRS. Sebab, Raffi dan Ahok hanya tamu di salah satu acara, sedangkan HRS merupakan penyelenggara acara.

“Pendukung Rizieq minta Raffi dan Ahok diproses hukum seperti Rizieq.. gini lho.. Rizieq itu penyelenggara acara, sedangkan Raffi & Ahok itu tamu undangan. kalo mau diproses juga yang ngundang Raffi & Ahok maap saya mau tanya, syarat jadi pendukung Rizieq itu harus tolol dulu ya?,” kata Permadi melalui akun Twitter pribadinya, @permadiaktivis1, Kamis (14/1).

 

Menurut Permadi, jika Ahok dan Raffi diproses hukum, maka Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Titiek Soeharto juga harus diproses hukum.

Permadi membagikan foto Anies Baswedan saat bertemua dengan HRS. Ia juga membagikan foto Titiek Soeharto yang tidak mengenakan masker.

“Kalo Raffi dan Ahok diproses hukum karena menjadi tamu.. maka Titiek Soeharto dan @aniesbaswedan juga harus diproses hukum karena datang jadi tamu ke petamburan yang setuju RT,” tandas Permadi.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar meminta orang-orang yang terlibat dalam kerumunan Raffi Ahmad diproses hukum seperti halnya HRS.

Aziz Yanuar meminta pemerintah bersikap adil dengan mengusut tuntas kerumunan Raffi Ahmad yang berpesta ria tanpa protokol kesehatan setelah menerima vaksin pagi harinya di Istana Negara.

“Harusnya hukum berlaku sama baik untuk HRS dan warga negara lain, untuk buktikan Indonesia negara hukum. Bukan negara kesewenang-wenangan,” kata Aziz, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, pihak aparat berwenang hingga saat ini belum menunjukkan aksi untuk menindak kerumunan Raffi Ahmad, hanya melalui teguran saja.

“Ini penegakan hukum diskriminatif dan tak berkeadilan nyata terang benderang,” tegas Aziz Yanuar.

(one/pojoksatu)