Dibandingkan dengan HRS dan Kehadiran Ahok, dr Tirta Sebut Kasus Raffi Ahmad Bisa Panjang

Jumat, 15 Januari 2021 - 06:19:55 - Dibaca: 35024 kali

Google Plus Stumbleupon


dr Tirta. Foto : Instagram/@dr.tirta
dr Tirta. Foto : Instagram/@dr.tirta / Jambi Ekspres Online

 PERISTIWA kumpul-kumpul beberapa artis termasuk Raffi Ahmad yag baru saja divaksin di tengah pandemi Covid-19 diprediksi tidak akan selesai dengan permintaan maafnya.

Sebab, kasus ini telah sampai ke pihak kepolisian. Selain itu, banyak yang membandingkan dengan perkara Habib Rizieq Shihab (HRS) yang ditahan salah satunya karena peristiwa kerumunana. Tak cukup sampai di situ, ternyata di acara yang dihadiri Raff itu juga ada mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, yang dipastikan akan melebar kemana-kemana.

 

Hal inipun diakui relawan Covid-19, pengusaha dan YouTuber, dr Tirta Hudhi. “Ini kasus Raffi menjadi serius, dikarenakan ada beberapa tokoh di sana, seperti Ahok. Yang post padahal @Anyaselalubenar di IG-nya, dari status Anya, akhirnya dilaporkan ke pihak Istana. Dengar-dengar, kalau enggak salah, Istana lagi rapat, sanksi apa untuk mereka. Berawal dari sebuah story,” jelasnya di Twitternya, Kamis (14/1/2021).

 

Mengapa pihak Istana menganggap kasus ini serius? “Pesta itu dilakukan ketika Jakarta PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), habis vaksin Raffi melanggar protokol, padahal yang ngundang Raffi vaksin ya teman-teman di Istana, ada banyak tokoh figur,” sebutnya.

Dan, ini diakui Tirta adalah kecerobohan protokol demi konten sosial. Ya, berawal dari Anya Geraldine yang awalnya hanya bercanda menuliskan di Insta Storynya untuk keterangan foto mereka bersama di lokasi. “Benar-benar Raffi Ahmad, habis dikasih vaksin langsung nongkrong enggak ada protokol kesehatan, buang-buang jatah vaksin aja beb,” tulis Anya.

Apa yang diprediksi Tirta memang sekadar prediksi, sebab sejak pukul 15.00 WIB, salah satu anggota staf ahli utama presiden meneleponnya.

“Diskusi mengenai hal terburuk yang bisa terjadi dari kasus ini. Ya beginilah, saya jujur kasian sama Pak @jokowi. Enggak tahu apa-apa, itu Aa Raffi juga yang ajuin adalah staf beliau. Teman-teman di Istana kayaknya harus paham, edukasi bukan hanya sekadar cari awareness. Ini pelajaran berharga buat teman-teman saya yang di KSP. Stop cari “influencer” Istana,” tegasnya.

Tirta mengungkapkan Raffi adalah entertainer dimana yang pihak Istana harus tahu bagaimana risikonya. “Harusnya Aa Raffi di-briefing dulu, kalau habis vaksin, do and don’ts-nya. Terlihat Juru bicara istana, enggak siap dengan kondisi ini. Kita liat saja kelanjutan kasus ini. Sebenarnya narasi edukasi vaksin dah bagus akhir-akhir ini. Blunder besar tindakan Raffi ini, akan panjang. Tolong kawan-kawan, berhati-hatilah kalau update di medsos
Manfaatkan fitur closed friend. Apalagi jika kalian lagi nongkrong dengan tokoh penting,” sarannya.

Soal permintaan maaf, Tirta apresiasi Raffi. Diapun menitipkan pesan. “Aa @raffinagita1717, ente gentle, terlepas itu saya cerita hasil diskusi saya dengan kawan-kawan ya. Sebelumnya saya doakan yang tabah. Saya tahu pasti sampean di-call terus-terusan oleh pihak Istana, polisi dan beberapa orang penting,” tulisnya di Instagramnya.

“Saya diskusi dengan beberapa kawan saya di KSP (kantor staff presiden) beberapa staf Menkes dan staf ahli utama presiden. Begini, kasus sampean bisa berat, karena banyak orang membandingkan sampean dengan HRS, yang merupakan TSK kerumunan, ditambah Jakarta lagi PPKM, dan sampean habis menerima vaksin di Istana. Apalagi di situ ada Pak Ahok. Membuat kondisi tekanan semakin berat. Bisa runyam ini bang,” tuturnya.

 

Kasus ini bisa tambah panjang, karena polisi berjanji mengusut. “Dan teman saya salah satu anggota KSP akan keluarin statement di beberapa TV. Saya harap, kasus ini tidak berlama-lama, dan darimana Istana tau? Dari story temen sampean @anyageraldine, sempet dihapus, tapi kadung dicapture beberapa orang. Saya harap semua selesai dengan cepat, dan saya akuin, sampean gentle minta maaf agar menurunkan tensi ini,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id