Ulama Banten Ungkap Kiprah Komjen Sigit di Pesantren, Jam 2 Malam Pun Nekat Nelpon

Sabtu, 16 Januari 2021 - 06:16:51 - Dibaca: 407 kali

Google Plus Stumbleupon


abareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo
abareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo / Jambi Ekspres Online

BANTEN— Ketua Majelis Pondok Pesantren Salafiyah (MPS) Banten KH Martin Syarkawi mengungkap kiprah Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di pesantren saat menjadi Kapolda Banten. Dan penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat perhatian dari KH Martin Syarkawi.

KH Martin Syarkawi teringat akan kiprah polisi kelahiran Ambon, Maluku, 5 Mei 1969 itu saat menjabat sebagai Kapolda Banten.

Ketika itu, jenderal bintang tiga yang biasa dia panggil dengan nama Sigit telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan ekonomi di pondok pesantren.

Sigit menurutnya ikut membangkitkan ekonomi dan kemandirian ponpes salafiyah yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan di Provinsi Banten.

“Pak Sigit pernah bertanya kira-kira solusinya apa untuk menjaga kemandirian ponpes salafiyah ini. Lalu terpikirlah untuk membangun pemberdayaan ekonomi pesantren,” kata Kiai Martin Syarkawi melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (15/1).

Kiai Martin menjelaskan, dari ide tersebut akhirnya muncul program Rumah Pangan Santri (RPS).

Setelah dilakukan pendataan dan verifikasi, saat itu ada sekitar 150 lebih ponpes yang diikutsertakan dalam program tersebut.

Untuk memuluskan program tersebut, mantan ajudan Presiden Jokowi itu akhirnya menggandeng Bulog dan Pertamina.

“Saya berkelakar ke Pak Sigit kalau dagang, kami tidak punya modal. Alhamdulillah akhirnya beliau memberikan modal Rp 20 juta untuk masing-masing RPS,” ungkap Kiai Martin Syarkawi.

Diakui Kiai Martin, hingga saat ini RPS yang dibangun alumnus Akpol 1991 ini sudah berkembang dan mampu memberdayakan ekonomi di ponpes.

“Pak Sigit juga memfasilitasi untuk jadi pangkalan gas tiga kilogram. Ini sangat luar biasa karena membantu ekonomi pesantren,” papar Ketua Pembina Cabang Nahdlatul Ulama Kota Serang itu.

Kiai Martin Syarkawi mengatakan, sampai saat ini kepedulian Kabareskrim itu terhadap ponpes tetap tinggi.

Dia mencontohkan meski sudah berdinas di tempat lain, Sigit masih memberi perhatian terhadap pesantren.

“Pernah jam dua malam saya ditelepon sama beliau, katanya ada pesantren terbakar di Lebak. Beliau minta saya berangkat ke sana untuk melihat kondisi dan apa yang diperlukan,” ungkap Pengasuh Ponpes Al Fathoniyah Serang itu.

Pihaknya pun percaya bahwa sikap kepedulian Sigit kepada ulama dan pondok pesantren akan tetap terjaga jika dia kelak menjadi Kapolri kelak.

 

(jpnn/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id