Taklukkan Pasangan No 1 Denmark, Pemain Muda Indonesia Hadapi Jagoan Malaysia

Selasa, 19 Januari 2021 - 20:52:48 - Dibaca: 3702 kali

Google Plus Stumbleupon


Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin merayakan keberhasilan mereka melangkah ke babak kedua Toyota Thailand Open 2020 hari ini (19/1). (Erika Sawauchi/Badminton Photo)
Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin merayakan keberhasilan mereka melangkah ke babak kedua Toyota Thailand Open 2020 hari ini (19/1). (Erika Sawauchi/Badminton Photo) / Jambi Ekspres Online

BANGKOK-Ganda nomor satu Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen meraih hasil sangat buruk pada dua turnamen pembuka 2021. Pada ajang Thailand Open I dan II, Astrup/Rasmussen konsisten kandas pada babak pertama.

Di Thailand Open I, Astrup/Rasmussen dihentikan unggulan keenam asal Taiwan Lee Yang/Wang Chi-lin dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 18-21. Belakangan, Lee/Wang terus melaju dan akhirnya menjadi juara turnamen level Super 1.000 tersebut.

Sementara itu, pada Thailand II yang masih berlangsung di Impact Arena, Bangkok, hari ini (19/1), Astrup/Rasmussen dihajar ganda muda berusia 19 tahun asal Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Unggul dulu pada game pertama, Astrup/Rasmussen akhirnya tumbang dalam rubber game dengan skor 21-17, 15-21, dan 19-21. Hasil ini tentu saja di luar dugaan. Sebab, berdasarkan ranking dunia, usia, dan jam terbang, kedua pasangan memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Astrup/Rasmussen yang berusia 28 dan 31 menempati ranking 12 dunia. Sangat jauh dibandingkan dengan Leo/Daniel yang masih berada di posisi 70 dunia. Selain itu, Astrup/Rasmussen adalah juara Eropa 2018 dan bagian tim Denmark yang menjadi juara Piala Thomas 2016.

Sementara itu, Leo/Daniel baru tahun lalu berlaga di level senior. Walau begitu, Astrup/Rasmussen gagal membendung Leo/Daniel. Apalagi, Leo/Daniel memiliki kepercayaan diri tinggi setelah mencapai semifinal Thailand Open I.

Pada game pertama, Astrup/Rasmussen bermain baik, mendominasi total, dan tidak pernah terkejar dalam perolehan angka. Sedangkan di game kedua, Astrup/Rasmussen sempat memimpin 11-8, tetapi lantas kehilangan kendali permainan dan akhirnya kalah 15-21.

Sementara itu, di game ketiga, kondisi sempat sama kuat 17-17. Tetapi, dalam posisi krusial, Leo/Daniel mampu melepaskan diri dan akhirnya meraih kemenangan.

“Kami bermain sangat baik pada game pertama, sangat baik pada separuh game kedua, dan sangat baik pada separuh game ketiga,” kata Rasmussen seperti dikutip dari situs resmi BWF.

“Kami menunggu lama untuk kembali bermain, kami merasa sangat baik di lapangan, tetapi mereka (Leo/Daniel) mencatat beberapa poin secara beruntun. Kami selalu berusaha untuk melawan dan mendekat,” tambah Rasmussen.

Pemain kelahiran Copenhagen itu menambahkan bahwa mereka telah berlatih baik di antara turnamen Thailand Open I dan II. Astrup/Rasmussen juga sangat berambisi untuk meraih kemenangan dan mencoba bersenang-senang di lapangan.

“Kekalahan 21-19 pada game final dan melakukan banyak kesalahan adalah sebuah penderitaan. Padahal, saya sendiri ingin menang,” keluh Rasmussen.

Sementara itu, Astrup menang mengakui keunggulan Leo/Daniel. Padahal, saat unggul 11-8 pada game kedua, Astrup yakin sudah bermain dengan baik. “Tetapi mereka kemudian mengejar dan berani menantang skill permainan raket kami. Dan kami tidak cukup cepat untuk merespon itu,” ucap Astrup.

Sementara itu, Daniel Marthin mengatakan bahwa dia dan Leo tidak cukup beruntung karena kalah telak pada game pertama. Tetapi, lewat permainan taktis dan solid, juara dunia junior 2019 itu bangkit dan akhirnya bisa menang.“Kekalahan di game pertama itu bukan bagian taktik kami. Untung saja kami mampu tetap tenang dalam bermain dan akhirnya menang,” kata Daniel.

“Di game berikutnya (dua dan tiga), kami coba mengubah pola main agar lebih enak buat menyerang. Kuncinya tadi dari servis dan bola nolob-nya,” tambah Daniel  dikutip dari siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.

Leo sendiri berjuang sangat keras dalam pertandingan hari ini. Pada tengah game kedua, dia sempat mengalami masalah pada pahanya. Sampai-sampai, Leo harus mendapatkan semprotan cairan penghilang rasa sakit.

“Otot paha saya agak ketarik, sedikit mengganggu pergerakan memang. Semoga Kamis nanti sudah membaik,” kata Leo.

Di babak kedua, Kamis lusa (21/1), Leo/Daniel kembali menghadapi tantangan berat. Mereka melawan unggulan nomor delapan sekaligus ganda nomor satu Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Hari ini, Aaron/Soh bermain baik. Mereka mengalahkan ganda Thailand Weeraphat Phakjarung/Wongsathorn Thongkham dalam dua game langsung dengan skor 21-10, 21-18. (jpg/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id