Mental Dahsyat No 1 Dunia, Tertinggal 16-20, Bangkit, dan Lolos Final

Sabtu, 23 Januari 2021 - 20:15:51 - Dibaca: 474 kali

Google Plus Stumbleupon


Tunggal putri nomor satu dunia Tai Tzu-ying mengalahkan Ratchanok Intanon untuk merebut tiket final Toyota Thailand Open 2020. (Badminton Photo)
Tunggal putri nomor satu dunia Tai Tzu-ying mengalahkan Ratchanok Intanon untuk merebut tiket final Toyota Thailand Open 2020. (Badminton Photo) / Jambi Ekspres Online

BANGKOK- Pemain nomor satu dunia Tai Tzu-ying merebut tiket final Toyota Thailand Open 2020 dengan cara sangat luar biasa.

Bintang asal Taiwan bangkit dari ketertinggalan 16-20 pada game ketiga untuk mencetak lima angka beruntun, menikung, dan unggul dalam posisi 21-20.

Akhirnya, dengan ketenangan yang sangat dahsyat, Tai menutup pertandingan dengan kemenangan 23-21 di game ketiga atas bintang tuan rumah dan unggulan keempat Ratchanok Intanon.

“Saya bermain sangat sabar hari ini sebab Intanon bukan lawan yang mudah. Gaya bermain Ratchanok itu sangat fleksibel. Dia bisa bermain dengan banyak sekali variasi pukulan. Dia juga bisa sangat tidak terduga,” kata Tai dikutip dari situs resmi BWF.

“Pada game pembuka, saya banyak sekali membuat kesalahan. Di game kedua dan ketiga, saya banyak bermain reli panjang dan tetap sabar. Pada momen-momen terakhir, saya justru menikmati rasanya bermain bulu tangkis lagi,” imbuh Tai.

Pada game pertama, Tai memang tertinggal jauh dan kalah dengan skor 12-21. Namun, Tai cepat bangkit dan memukul Intanon juga dengan skor 21-12 pada game kedua. Tai menyelesaikan pertandingan dalam waktu 59 menit.

“Saya merasa bahagia dengan penampilan saya, meskipun saya kalah melawan Tai Tzu-ying. Tetapi saya berusaha untuk belajar dari poin ke poin, belajar mengetahui kelemahan Tai,” ucap Intanon dikutip dari situs resmi BWF.

“Mentalitasnya sangat kuat hari ini. Dan saya kira, saya kalah dalam permainan mental itu,” kata Intanon lagi.

“Tai bermain 100 persen dan karena angin, saya merasa sulit sekali mengontrol bola pada game kedua. Tetapi, saya bahagia dengan penampilan saya,” imbuh Intanon.

Di final besok, pemain berusia 26 tahun itu akan berhadapan dengan bintang Spanyol Carolina Marin. Pada semifinal sebelumnya, Marin mengalahkan unggulan ketujuh asal Korea Selatan An Se-young dalam dua game langsung dengan skor 21-19, 21-15.

“Besok melawan Marin isu utamanya adalah jangan sampai melakukan banyak kesalahan sendiri. Saya bisa bilang kalau dia sangat cepat dan saya akan mencoba mengejarnya,” kata Tai.(*)

Sumber: www.jawapos.com