Abu Janda Sebut Islam Agama Arogan, Tagar #TangkapAbujanda Trending di Twitter

Kamis, 28 Januari 2021 - 14:16:59 - Dibaca: 571 kali

Google Plus Stumbleupon


Abu Janda
Abu Janda / Jambi Ekspres Online

JAKARTA– Cuitan Permadi Arya alias Abu Janda di akun twitternya, soal Islam sebagai Agama pendatang dari Arab dan Agama arogan jadi trending. Hingga Kamis (28/1) pagi, tagar #TangkapAbujanda jadi trending topik nomor satu di Indonesia.

Netizen mendesak Kepolisian menangkap Abu Janda atas dugaan penghinaan terhadap Islam. Apalagi dengan hadirnya Kapolri baru Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berkomitmen menegakkan hukum tidak tumpul ke atas dan tajam ke bawa. Sebanyak 7 ribu netizen menulis tagar #TangkapAbujanda di twitter.

“Tangkap pecundang negara yang narasinya selalu pemecah bela antara ummat manusia. RT sebanyak mungkin agar pecundang ini di balik jeruji besi,” tulis netizen.

“Saya yakin @DivHumas_Polri akan berlaku adil. Bravo Polri. Retweet 5000x. #TangkapAbuJanda,” tulis netizen lain.

“Orang semacam Abu Janda, Deny Siregar (dan pelaku rasis lainnya) hanyalah segerombolan orang” yg butuh sesuap nasi untuk bertahan hidup.mereka itu cuma pemain Skenario dikendalikan sang Sutradara ?


“Sudah muak dengan bangsat ini, tidak pantas dia memakai jaket Banser..#TangkapAbuJanda,” kata yang lain.

Sebelumnya, Permadi Arya mengatakan Islam adalah agama pendatang Indonesia yang arogan Ajaran Islam menghapus budaya asli Nusantara.

“Islam memang agama pendatang dari Arab, agama asli Indonesia itu sunda wiwitan, kaharingan dll,” tulis Permadi Arya di twitternya, dikutip Selasa (26/1).

Permadi Arya menilai, Islam datang dengan arogan dan menghapus tradisi asli Nusantara dengan berbagai aturan. Seperti haramnya pewayangan, haramnya kebaya, hingga kesyirikan terkait sadaqah laut.

“Memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pakai kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. kalo tidak mau disebut arogan, jangan injak-injak kearifan lokal,” kata Permadi Arya.

Permadi Arya menulis itu sebagai respon terhadap kasus-kasus lama soal warga yang melarang tradisi sedekah laut yang dianggap syirik. Begitu pun narasi yang tersebar soal gerakan kampanye Selasa Kebaya adalah gerakan pemurtadan terselubung. Demikian juga adanya spanduk terkait haramnya wayang kulit.

Tokoh Nahdatul Ulama (NU), Akhmad Sahad ikut bersikap atas cuitan itu.

“Twit [email protected]? yang bilang Islam sebagi arogan ini ngaco banget,” tulis Akhmad Sahad di akun twitternya, Rabu (27/1).

Sahad menilai apa yang dituduhkan Permadi Arya tidak bisa dibenarkan. Sebab ada juga Islam yang menantang pengharaman terhadap kearifan lokal. Dia berikan contoh Islam yang dianut NU

“Memang ada aliran Islam tertentu yang haramkan tradisi lokal, tapi muslim yang menentang aliran tersebut banyak sekali. Paham keislaman NU justru sangat ramah dengan tradisi lokal. Menyebut Islam arogan itu koplak!” ujar Akhmad Sahad.

Bukan kali ini saja, Permadi Arya membuat sindiran-sindiran kepada Agama Islam. Pada Desember 2019 lalu, dia juga mengatakan, Islam adalah Agama teroris.

“Jangan ngomong terorisme tidak punya agama, terorisme punya agama, agamanya Islam, gurunya si Maher,” ujar Abu Janda dilansir dari video yang diunggah di akun instagramnya, @permadiaktivis2 pada Desember 2019 lalu.

Atas ucapannya itu, Ia dipolisikan oleh beberapa kalangan Islam termasuk ustaz Maaher. Namun begitu, hingga kini kasusnya belum diproses kepolisian. (dal/fin).

Sumber: www.fajar.co.id