Gunakan 3 Mesin Pompa, Jasad 2 Penambang Berhasil Dievakuasi

Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:23:27 - Dibaca: 995 kali

Google Plus Stumbleupon


SUMATERA EKSPRES
RUMAH DUKA: Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni saat melayat ke rumah duka di Karang Anyar, Rupit, kemarin (28/1)
SUMATERA EKSPRES RUMAH DUKA: Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni saat melayat ke rumah duka di Karang Anyar, Rupit, kemarin (28/1) / Jambi Ekspres Online

SAROLANGUN – Dua warga asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Muratara, Hendri (27) dan Suharto (35) yang tertimbun di dalam lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Lubang Jarum di Sungai Sipa, Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, akhirnya bisa dievakuasi oleh masyarakat setempat kemarin (28/1).
Saat ditemukan, keduanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi. Oleh masyarakat setempat, kedua korban tersebut diantar ke Rupit, Kabupaten Muaratara, Sumsel untuk dikembalikan kepada pihak keluarga.
Warsun, salah satu warga Desa Lubuk Bedorong, saat dikonfirmasi via seluler mengatakan, kedua korban yang tertimbun tersebut berhasil dievakuasi Kamis sore kemarin (27/1).

"Iya, informasinya kemarin sore (27/1), kedua pekerja PETI itu sudah dikeluarkan dari Sungai Sipa dan dibawa oleh pihak keluarga untukdimakamkan," singkatnya.

Terpisah, Kepala Desa Karang Anyar, Amir membenarkan jika dua warganya tewas dalam insiden itu. Keduanya diketahui sebagai Hendri (27) dan Suharto alias Rianto (35) yang rumahnya tidak terlalu berjauhan.

        "Iya sudah diketemukan duanya dan sudah dibawa ke dusun dan sudah dimakamkan," katanya kepada Sumatera Ekspres (Induk Jambi Ekspres, red).

Menurutnya proses evakuasi terhadap jenazah korban cukup berlangsung lama, karena kejdian longsor terjadi Rabu (27/1) sekitar pukul 02.00 WIB.

      Kondisi dalamnya lobang galian dan banyaknya air hujan yang menggenangi lokasi semakin menyulitkan proses evakuasi. Area lobang harus disedot dengan tiga mesin pompa dalam waktu 30 jam tanpa henti.

        Banyak warga asal Muratara, yang menyusul ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Rabu (27/1) sekitar pukul 17.00 WIB, keduanya ditemukan tewas terjebak longsor dan masuknya air hujan ke dalam lubang galian.

       Keduanya langsung di bawa pulang memakai mobil ambulance dari Muratara, Kamis (28/1) keduanya dimakamkan di pemakaman umum Desa Karang Anyar.

     Sementara itu, wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni sempat mendatangi rumah duka, untuk melayat keluarga korban.

       Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, dia juga meminta masyarakat selalu mengutamakan keamanan saat mencari rezeki.  "Hari ini dua putera Karang Anyar sebagai pahlawan keluarga meninggal di dalam lobang mencari emas. Dimana sebenarnya setiap pekerjaan harus jaga keselamatan dengan tehnik sederhana, terkhusus yang cari emas dan masuk lombang galian," ungkap H Devi Suhartoni.

       Menurutnya, ada empat kendala utama saat melakukan penambangan tradisional yang mesti diwaspadai. Seperti, munculnya gas alam, tidak adanya udara, longsor, adanya semburan air dalam tanah maupun akibat air hujan.

       Dia meminta warga yang menambang secara tradisional, tetap perhatikan keselamatan. Dengan cara menggunakan ikat pinggang dan tali penopang, radio handy talky, menggunakan bell untuk membunyikan tanda bahaya.

        "Pakailah alat yang saya sebut di atas, sampaikan kepada keluarga yang mencari emas. Informasi itu berdasarkan kajian selama saya, selama menjadi profesional ditambang sebelum jadi politisi," timpalnya.
Sementara itu, Sibawaihi, Camat Limun, saat dikonfirmasi Jambi Ekspres via seluler, mengaku belum mendapat informasi pasti terkait kejadian tersebut. Sibawaihi mengatakan, jika dirinya mendapat kabar pada Kamis sore ada dua pekerja PETI yang tertimbun di lobang jarum, namun secara pasti dirinya mengaku belum tahu tentang kebenaran tersebut.
"Informasinya iya, tapi saya belum bisa pastikan, karena belum ada laporan, dan saya juga belum mengecek langsung ke sana. Hanya sebatas informasi dari mulut ke mulut saja," kata Camat Limun.
Hal senada juga dikatakan oleh Kapolres Sarolangun, AKBP Sugeng Wahyudiyono,saat ditemui wartawan Jambi Ekspres. Kapolres mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi terkait kejadian adanya dua pekerja PETI yang tewas di dalam lobang jarum.
"Laporannya sampai saat ini belum ada, saya juga sudah perintahkan Kapolsek untuk mencari informasi itu. Nanti kalau ada perkembangan kita kabarin," singkat Kapolres AKBP Sugeng Wahyudiyono.
Sebelumnya diberitakan, dua warga asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Muratara, Hendri (27) dan Suharto (35), terjebak di dalam lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Lubang Jarum di kedalaman 25 Meter (M).

Mereka terjebak sekitar pukul 02.00 WIB kemarin (27/1)  di lokasi PETI di Sungai Sipa, Desa Lubuk Bedorong, Kecamatan Limun, Sarolangun, Provinsi Jambi.

Dua sekawan ini berburu emas pada bebatuan ore di perbatasan Murarata dan Jambi, tapi di wilayah provinsi tetangga. Naas, tubuh keduanya terjebak dalam lubang galian emas sedalam 25 meter.  (hnd/cj13)