Alocasia, Tanaman Cantik Berdaun Lebar Yang Paling Dicari

Senin, 01 Februari 2021 - 07:06:09 - Dibaca: 9294 kali

Google Plus Stumbleupon


JADI BURUAN: Beberapa koleksi Rendy, antara lain alocasia jacklyn sp sulawesi. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
JADI BURUAN: Beberapa koleksi Rendy, antara lain alocasia jacklyn sp sulawesi. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS) / Jambi Ekspres Online

KAMI biasanya tahu asalnya dari hutan Kalimantan, nah tiga bulan yang lalu baru ketemu nih yang di Sulawesi,” ucap Rendy Rizki Apriyadi, salah seorang kolektor alocasia di Surabaya. Memang alocasia sp sulawesi tersebut punya ciri khas tersendiri. Bentuk daunnya tak lebar-lebar seperti jenis lainnya, tetapi bercabang-cabang. ”Makanya, oleh warga setempat dikenalnya sebagai tanduk rusa,” papar Rendy. Nama jacklyn disematkan pada jenis tersebut.

Harganya juga lumayan berbeda dengan jenis-jenis lainnya. Rendy menyatakan, satu daun jacklyn bisa dihargai hingga Rp 600 ribu. ”Sedangkan jenis lain, biasanya di kisaran Rp 250 ribu–Rp 500 ribu. Itu untuk satu pot dengan tiga daun ukuran induk,” jelas pemilik Babeeplantz Sub tersebut. Jika dilihat lebih dekat, daun jacklyn memang punya bulu-bulu halus. Hampir mirip dengan jenis black velvet. Bulu halus macam kain beludru.

JAGA KELEMBABAN: Rendy Rizki Apriyadi menggunakan spray ukuran kecil untuk memberikan suhu yang lebih adem dan kelembapan yang pas buat alocasia jacklyn koleksinya. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)

Tanaman alocasia sebenarnya bukan tanaman rewel. Memang perlu ada proses adaptasi jika baru pertama memiliki. Alocasia tumbuh di hutan sehingga butuh level kelembapan khusus yang jarang diperoleh di kota panas seperti Surabaya. ”Kalau di Malang, media tanamnya cukup tanah subur karena kelembapannya cocok,” sambung pria kelahiran 1993 tersebut. Jika ingin menanamnya di Surabaya, media tanam perlu diutak-atik supaya lebih nyaman bagi alocasia.

Rendy meracik sendiri media tanamnya. Dia menggunakan campuran tanah subur dan humus bambu. Pada jenis jacklyn, Rendy menambahkan akar pakis yang dicacah sebagai tambahan supaya media tanam makin poros. ”Memang saat adaptasi itu, ada proses daun agak layu dulu,” jawabnya.

Media tanam tersebut juga ditambah dengan lapisan lumut hutan. Lapisan topping tersebut membuat media tanam terjaga kelembapannya. Pada saat propagasi, Rendy biasanya menggunakan lumut gambut atau sphagnum moss.

JADI BURUAN: Alocasia silver dragon dan alocasia black velvet. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)

Untuk menjaga kelembapan alocasia, teknik peletakan dan penyiraman juga perlu diperhatikan. Alocasia sebaiknya diletakkan di luar ruangan supaya mendapatkan sinar matahari yang cukup. ”Tapi di-shading ya, bukan sinar matahari langsung,” imbuhnya. Rendy sendiri meletakkannya di dekat jendela rumah dan melakukan rotasi rutin supaya seluruh koleksinya mendapat sinar matahari.

Penyiraman dilakukan langsung pada media tanam hingga basah menyeluruh. Biasanya penyiraman diulangi setiap 3 hari. ”Kadang dicek aja, tanahnya masih agak basah atau sudah kering dengan celupkan jari kita,” jelas pria asli Surabaya tersebut. Saat musim hujan, perawatan jadi lebih mudah lagi karena kelembapan lebih terjaga.

Penyiraman sebaiknya tak langsung dilakukan ke daun. Untuk menjaga kelembapan, Rendy punya kebiasaan tiap pagi untuk menyalakan spray ukuran kecil bagi alocasia miliknya. Serupa sprinkler di greenhouse besar. Manfaatnya, memberikan suhu yang lebih adem dan kelembapan yang pas bagi alocasia. (*)


MERAWAT ALOCASIA

  • Lebih bagus diletakkan di outdoor dengan shading.
  • Penyiraman dilakukan di media tanam tiap 3 hari, sampai basah.
  • Media tanam dilapisi lumut untuk menjaga kelembapan.
  • Tiap pagi, berikan spray embun untuk menambah kelembapan tanaman dan media tanam

 Sumber: www.jawapos.com