Ini Penjelasan Lengkap Polres Kerinci Terkait Dugaan Mobil Bawalsu Sungai Penuh Ditembak OTK

Sabtu, 13 Februari 2021 - 13:45:44 - Dibaca: 350 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SUNGAIPENUH – Beredar informasi pada Jumat (12/02/2020) siang tadi, mobil Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh, Jumiral, diduga ditembak Orang Tak diKenal (OTK). Akibatnya, kaca mobil bagian belakang milik Jumiral pecah.

Masih menurut informasi dilapangan, menurut dugaan dari Ketua Bawaslu, bahwa mobil miliknya diduga ditembak dengan menggunakan senjata api.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Edi Mardi, dikonfirmasi membenarkan adanya laporan yang masuk ke Mapolres Kerinci dari Bawaslu Sungai Penuh terkait dugaan adanya penembakan mobil Ketua Bawaslu.

Hanya saja kata Kasat, belum bisa dipastikan bahwa apakah benar mobil itu ditembak apa tidak. Pasalnya, hingga sejauh ini, belum ada bukti yang kuat mengarahkan ke penembakan. "Laporan iya, setelah kito cek, masih belum ada indikasi kesitu," ungkap Kasat.

Dijelaskannya bahwa, setelah mendapat informasi dirinya bersama dengan anggota langsung menuju ke TKP. "Kalau info awalnya penembakan, tapi setelah kito cek ternyata belum ada saksi yang mendukung untuk itu. Setelah kito cek, di duga akibat rekolset," bebernya.

Menurut Kasat, berdasarkan dari rekaman CCTV diketahui pecahnya kaca mobil dinas tersebut tepat terjadi pada tanggal 12-02-2021 pukul 11:28:57. Telah ditelusuri rekaman CCTV baik sebelum, maupun setelah jam kejadian namun tidak ditemukan adanya pelaku ataupun tanda-tanda yang mencurigakan lainnya.

Diakui Kasat bahwa, saat kaca mobil pecah tepat bersamaan dengan lewatnya sebuah mobil Kijang pick-up Bengkel Las Adi warna biru hitam No. Polisi BH 8291 RC. "Dari hasil lidik diketahui mobil itu milik Nafriadi, saat diklarifikasi dan diperlihatkan rekaman CCTV, Nafriadi membenarkan saat itu ada lewat di depan Kantor Bawaslu hanya sendirian, tidak ada penumpang lain di sebelahnya dan tidak sedang membawa muatan serta tidak ada mendengar suara letusan atau kaca pecah," bebernya.

Bahkan sambung Kasat, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan beberapa saksi seperti Lusiana, yang berjualan ditoko sebelah Bawaslu, menerangkan tidak melihat adanya pelaku atau siapapun yang diduga melakukan penembakan, pelemparan atau pengrusakan terhadap kaca belakang mobil tersebut sesuai laporan. "tahu-tahu terdengar bunyi alarm mobil dinas," kata Kasat menirukan kata saksi.

Demikian juga saksi Elva, menerangkan bahwa saat kejadian sedang berada di dalam Kantor Bawaslu bersama pelapor. Elva tidak mendengar adanya bunyi letusan atau tembakan, hanya mendengar suara alarm mobil. Kemudian berdua bersama pelapor keluar dari kantor Bawaslu untuk mengecek mobil, ternyata kaca belakang sudah pecah dan BB pelapor menemukan 1 butir besi bulat (gotri) di aspal jalan di belakang mobil.

Pada hari itu juga sekitar pukul 20.30 WIB, Kanit Pidum IPDA Ahmad Muslikan telah melakukan tindakan mendatangi dan mengecek Bengkel Las Adi milik saksi Nafriadi di Jln. Yos Sudarso yang berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Bawaslu. Dari hasil pengecekan, ditemukan 3 butir besi bulat yang berukuran sama dan identik dengan yang ditemukan di TKP yang diduga menyebabkan pecahnya kaca belakang mobil dinas dengan disaksikan langsung oleh saksi Nafriadi.

Ditegaskan Kasat bahwa, atas temuan barang bukti 3 butir besi bulat (gotri) tersebut dapat diyakini bahwa pecahnya kaca belakang mobil dinas mobil dinas Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh merk Toyota Innova No. Polisi BH 1235 R disebabkan karena adanya besi bulat (gotri) yang terpelanting dari mobil Kijang pick-up bengkel las warna biru hitam No. Pol BH 8291 RC yang lewat di sebelah mobil dinas tepat saat kaca belakangnya pecah. "Hal tersebut didukung dengan keterangan beberapa orang saksi," tegasnya.

Sementara itu pelapor Ketua Bawaslu Sungai Penuh, Jumiral, juga mengakui benar saat kejadian tidak terdengar adanya suara letusan, suara tembakan di TKP ataupun kehadiran orang-orang yang diduga pelaku. Yang terdengar adalah bunyi alarm mobil dinas tersebut setelah kacanya pecah. "Dan juga, rekaman CCTV Kantor Bawaslu Kota Sungai Penuh yang tidak menunjukkan adanya kehadiran orang-orang yang diduga pelaku," ujar Kasat.

Barang bukti yang diamankan saat ini yakni berupa Kaca belakang mobil dinas Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh, merek TOYOTA Innova tahun 2010 tipe G, warna silver, No. Polisi BH 1235 R. 1 (satu) butir besi bulat (gotri) yang ditemukan di TKP. "Dan 3 (tiga) butir besi bulat yang ditemukan di Bengkel Las Adi," bebernya.(adi)