Soal Jerigen, SPBU Sebut Sudah Sesuai Aturan dan SOP

Minggu, 21 Februari 2021 - 13:07:14 - Dibaca: 565 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

SUNGAIPENUH - Pihak SPBU Pelayang Raya menegaskan bahwa terkait pendistribusian BBM dengan penggunaan Derigen untuk pembelian BBM bersubsidi jenis Bio Solar, pihaknya mengakui sudah menjalankan sesuai dengan aturan dan SOP.

Hal itu dikatakan Direktur SPBU Pelayang Raya, Saadiah. Dikatakannya bahwa pihaknya, telah melakukan operasional selama 30 tahun. Sehingga pihaknya telah melaksanakan sesuai aturan, apalagi masalah bio solar yang bersubsidi. Selain untuk kendaraan umum dan UMKM yang ditentukan.

"Salah tanggap karena derigen, tanpa adanya pertanyaan,"sebutnya.

Pada dasarnya, lanjutnya jika seandainya pihak SPBU tidak jual bio solar bersubsidi tentu memberatkan masyarakat, lantaran dexlite sangat memberatkan masyarakat.

"Opini diluar melihat dengan mata ada derigen yang diisi, jika dibohongi oleh UMKM mengaku punya usaha misalnya, kami tidak mugkin kami cek kelapangan," sebutnya.

Ditambahkannya, pada dasarnya Derigen subsidi diawasi, yang boleh mengisi kendaraan umum, dan pelaku UMKM seperti penggilingan kopi, tepung, beras dan bajak sawah, ini diatur setiap umkm dapat 30 liter atau sesuai kebutuhan, bisa 14 Kl perhari.

"Contohnya saja Sungai penuh 87 ricemilling data dari ekobang. Untuk SPBU pelayang raya melayani untuk wilayah sungai penuh kerinci tengah dan hilir. Proses pendistribusiannya dibarengi dengan pendataan," jelasnya.

Ditanya terkait adanya Pelaku satu orang mengambil 10 sampai 20 derigen, surat rekomendasi dari orang lain, biasanya tukang ojek, ada empat tukang ojek. pengisian kendaraan pick up 60 liter, tidak bisa dilebihkan.

"Jika penyaluran BBM Bio Solar adanya peralihan rekomendasi dari kades ke warga atau UMKM yang bukan dari warganya, ini perlu bantuan teman-teman, jika ada yang demikian laporkan biar kita blok," tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum SPBU Pelayang Raya, Kurniadi SH MH meluruskan opini apa yang disampaikan tidak ada, 30 tahun bukan sedikit waktu untuk beroperasi.

"Sejauh ini, pihak SPBU Pelayang raya telah mendistribusikan BBM sesuai aturan dan SOP, jadi opini yang dibuat tersebut tidak benar," ungkapnya.(adi)