Pembelajaran Tatap Muka, Apa yang Mesti Dipersiapkan?

Senin, 22 Februari 2021 - 14:44:13 - Dibaca: 308 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 

Oleh: Ahmad Syaiful Bahri
Communication Specialist Tanoto Foundation Jambi

Beberapa Dinas Pendidikan Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi telah menginstruksikan kepala sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Bahkan siswa SMA di Jambi sudah masuk sejak tanggal 17 Februari 2021 lalu seperti diberitakan jambiekspres.co.id, (15/2/2021).

Bagi daerah di Jambi yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka tentu satgas Covid-19 harus meminta guru dan kepala sekolah untuk melakukan penerapan protokol kesehatan.

Seperti yang saya lihat di Kabupaten Sarolangun Jambi yang telah mengadakan simulasi terlebih dahulu sebelum siswa benar-benar masuk kelas. Ini hal yang baik dan perlu ditiru kabupaten lain.

Sebelum memutuskan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka, alangkah lebih baiknya untuk memikirkan kembali apakah sudah benar-benar siap?.

Aturan yang telah disepakati antara orangtua dan guru di sekolah hendaknya benar-benar disepakati untuk kebaikan bersama bukan karena paksaan.

Misalnya jam berapa masuk dan jam berapa pulang sekolah. Perlukah dibuat dua shift.

Mengatur jam masuk dan pulang antar kelas yang diberlakukan berbeda supaya anak-anak tidak berkerumun saat tiba di gerbang sekolah serta saat akan pulang.

Guru dan orangtua juga perlu memahami hal demikian sebagai bagian untuk pencegahan kepadatan anak-anak saat masuk dan keluar sekolah secara bersamaan.

Skenario pembelajaran seperti apa juga perlu dirumuskan. Termasuk pengaturan tempat duduk siswa. Perlukah ada istirahat?, bagaimana dengan siswa sarapan atau jajan?

Kemudian yang perlu diperhatikan lagi adalah penyediaan fasilitas untuk mencuci tangan dan hand sanitizer.

Hal-hal di atas yang perlu difikirkan bersama. Orangtua, guru, dan kepala sekolah.

Strategi apa yang harus dilakukan orangtua?

Ki Hadjar Dewantara selaku tokoh pendidikan Indonesia mengatakan tiga pusat pendidikan yang membutuhkan kolaborasi erat ketiganya demi tercapainnya tujuan pendidikan.

Pertama adalah sekolah (guru), kedua yaitu rumah (orang tua) dan ketiga adalah lingkungan (masyarakat). Selama ini kita hanya memahami mencerdaskan pendidikan hanya tugas guru saja, namun orangtua dan masyarakat juga memiliki peran penting memajukan pendidikan.

Orangtua harus menjaga kebersihan baju yang dipakai siswa, setiap hari harus dicuci, membiasakan cuci tangan sepulang sekolah sebelum masuk ke rumah.

Orangtua harus memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan anak mereka, jelaskan sedetail mungkin bahwa Virus Corona belum ada obatnya. Sehingga membuat anak menjadi lebih berhati hati.

Selain itu orangtua juga harus terus mengingatkan anaknya menggunakan masker selama berada di sekolah. Meraka harus mengikuti arahan guru selama di sekolah.

Juga perlunya minum vitamin dan olahraga sehingga tidak mudah membuat anak sakit.

Selain orangtua, masyarakat juga perlu dilibatkan. Kita tahu setiap desa sudah ada gugus tugas tingkat desa, maka sekolah perlu mengajak mereka dalam pencegahan Covid-19.

Penyuluhan juga bisa datang dari tenaga kesehatan setingkat puskesmas, agar seluruh warga sekolah menjadi lebih berhati-hati dalam berkegiatan di sekolah. (*)