AHY Mau Digulingkan, SBY Langsung Bikin Video dan Disebarkan, Sudah Ada Pembeli

Rabu, 24 Februari 2021 - 22:22:54 - Dibaca: 882 kali

Google Plus Stumbleupon


Susilo Bambang Yusdhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yusdhoyono (SBY) / Jambi Ekspres Online

 JAKARTA – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya angkat bicara atas upaya kudeta yang dilakukan terhadap putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketua Majelis Tinggi Demokrat ini menyatakan, upaya penggulingan itu hingga kini masih terus berlangsung.

Hal itu disampaikan SBY melalui video yang dibagikan Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada awak media, Rabu (24/2/2021).

 

“Ada gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat, selanjutnya kita sebut GPK PD yang ingin mengambil alih kepemimpinan partai yang sah,” kata Herzaky.

Dalam video itu, SBY menyatakan, hakikat GPK PD yakni mengganti anaknya sebagai Ketua Umum Demokrat.

Sebagai gantinya, telah disiapkan orang lain dari luar partai berlambang bintang mercy itu.

“Kemudian menggantinya dengan orang luar yang bukan kader Demokrat, yang bersekongkol dengan segelintir kader dan mantan kader yang bermasalah,” katanya.

Presiden keenam RI itu lantas menyebut terdapat pihak yang membeli Demokrat ketika GPK PD berhasil.

Kendati demikian, SBY tak membeberkan sosok pembeli yang dimaksudnya itu.

Akan tetapi, ia menyebut bahwa Partai Demokrat akan berada di masa kegelapan jika manuver GPK PD berhasil.

“Pada kesempatan ini, bagi orang luar yang punya ambisi untuk merebut dan membeli partai Demokrat,” katanya.

“Saya katakan dengan tegas dan jelas. Partai Demokrat not for sale,” serunya.

SBY juga menegaskan bahwa Partai Demokrat sama sekali tidak tergiur dengan berapapun jumlah uang yang ditawarkan.

“Partai kami bukan untuk diperjualbelikan, meskipun Demokrat bukan partai yang kaya raya dari segi materi,” tandasnya.

Sebelumnya, senior sekaligus salah satu pendiri Partai Demokrat, Darmizal, menilai AHY telah gagal memimpin Partai Demokrat.

Karena itu, AHY lebih baik mundur saja jika tak berani menghadapi tuntutan kongres luar biasa (KLB) yang disuarakan para kader.

“Sikap mundur adalah pilihan yang elegan,” saran Darmizal, Rabu (24/2/2021).

 

Ia juga menyarankan AHY agar menyerahkan jabatan ketum kepada para tokoh pendiri dan para senior.

Sebab mereka adalah kelompok garis lurus yang tengah berjuang melakukan perbaikan partai untuk masa mendatang.

Sementara AHY, lanjutnya, sebaiknya melakukan interopeksi dan berkontemplasi atas berbagai kegagalannya.

Menurut Darmizal, Darmizal mengatakan perseteruan antara kelompok dinasti dan kelompok garis lurus di Partai Demokrat makin meruncing.

Dimana kelompok petahana DPP PD pimpinan AHY menyatakan bahwa KLB merupakan sebuah langkah ilegal.

Di sisi lain, desakan kelompok yang mendesak AHY memecat Marzuki Alie, Max Sopacua, termasuk dirinya tak lebih merupakan bentuk kepanikan.

Darmizal mengeklaim kelompok Garis Lurus Partai Demokrat yang saat ini sedang berjuang melakukan penyelamatan partai mendapat dukungan dari DPC pemilik hak suara di seluruh Tanah Air.

“KLB pasti sukses dan makin bergelora,” ujar Darmizal.

“KLB dan pergantian ketua umum adalah hal yang wajar sepanjang dilaksanakan sesuai mekanisme AD/ART,” tegas Darmizal.

Dia yakin suara-suara dari pengurus daerah dan cabang makin mengalir kuat untuk mendukung pelaksanaan KLB.

“Ini terbukti dengan ada pengurus cabang yang dicopot karena mendukung KLB,” tuturnya.

“Kalau DPP merasa solid Ketua Umum (AHY) mempunyai dukungan yang kuat, maka tentu tidak perlu ada pencopotan,” tandasnya.

 

(jpnn/ruh/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id