Pertama di Jambi, Bupati Kerinci Adirozal Teken SK Tim P2DD Kerinci

Kamis, 25 Februari 2021 - 22:24:34 - Dibaca: 1433 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Bupati Kerinci, Adirozal, menandatangani surat keputusan (SK) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kerinci, diruang Pola Kantor Bupati Kerinci pada Kamis (25/02/2021).

TP2DD diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah. Penandatanganan SK tersebut disaksikan oleh Bupati Kerinci, Adirozal, yang didampingi Sekda Kerinci, Asraf, dan Kepala OJK Provinsi Jambi serta Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution, mengatakan pembentukan TP2DD sebagai salah satu upaya untuk mendukung inovasi, percepatan, dan perluasan elektronifikasi transksi pemda (ETP), integrasi pengelolaan keuangan daerah, serta dukungan terhadap integrasi ekonomi dan keuangan digital. "Kerinci ini yang pertama kali di Provinsi Jambi," ujarnya.

Menurutnya, manfaat pembentukan TP2DD ini diharapkan mendorong pengelolaan keuangan daerah berjalan lebih efektif dan efisien sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah, memperkuat ekonomi inklusif, dan kesejahteraan lebih merata.

Selain itu, TP2DD juga bisa mendorong peningkatan kualitas melalui transaksi keuangan yang lebih cepat, mencegah kebocoran anggaran pendapatan belanja, serta menciptakan transparansi. Serta, integrasi ekonomi dan keuangan digital dapat terwujud lebih cepat.

"ETP adalah suatu upaya untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah di daerah dari sebelumnya menggunakan cara tunai beralih ke nontunai berbasiskan digital," jelasnya.

Sementara itu Bupati Kerinci, Adirozal, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada BI Provinsi Jambi dan OJK Provinsi Jambi yang telah membantu masyarakat Kerinci selama ini. "Dimana dahulunya masyarakat Kerinci masih melakukan transaksi secara tunai, tapi kini sudah nontunai yakni berbasiskan digital," ujarnya.

Tentunya ini, untuk mempermudahkan masyarakat dalam bertransanksi. Sehingga ekonomi meningkat, masyarakat sejahtera.(adi)