SBY Tuding Moeldoko, Arief Poyuono Maju Menawarkan Diri

Jumat, 26 Februari 2021 - 06:49:03 - Dibaca: 606 kali

Google Plus Stumbleupon


Arief Poyuono
Arief Poyuono / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Kisruh Partai Demokrat yang menyerat pihak luar partai, dinilai harus segera diselesaikan agar tidak menjadi bola panas. Terbaru, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga menuding Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai dalang upaya kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sebelumnya, tudingan yang sama juga lebih dulu dilontarkan putra sulung SBY itu.

 

Untuk itu, Arief Poyuono mengaku siap menjadi mediator antara SBY dan Moeldoko. “Saya siap dah untuk menjadi penengah antara Pak SBY dan Moeldoko, terkait tuduhan-tuduhan terhadap Pak Moeldoko yang dituduh mau kudeta Partai Demokrat,” ungkap Arief dalam keteranganya, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, permasalah ini harus dituntaskan agar tidak sampai merembet kemana-mana dan kondisi politik tanah air bisa secepatnya mereda. “Biar terang-benderang dan terjadi saling pengertian,” tandasnya.

Sebelumnya, Moeldoko kembali menegaskan bahwa dirinya tak tahu menahu dan tak ikut campur dalam kisruh internal Partai Demokrat.

“Belum selesai di Demokrat? Saya pikir sudah selesai,” ujarnya ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (25/2/2021).

Moeldoko mengaku, dirinya tak mengikuti perkembangan kisruh di internal partai berlambang bintang mercy itu. Tiga pekan terakhir ini, dirinya disibukkan mengurusi persiapan putrinya.

“Saya enggak ngerti tuh perkembangan internal seperti itu. Saya pikir sudah selesai,” sambungnya. Moeldoko lalu mengingatkan Demokrat agar tak terus-terusan menyeret dirinya dalam kisruh di internal Demokrat.

“Jangan menekan-nekan saya dan saya ingin mengingatkan semuanya ya,” ingatnya.

 

Ia menegaskan, dirinya memiliki batas kesabaran. “Karena saya bisa sangat mungkin melakukan apa itu langkah-langkah yang saya yakini,” tegasnya.

Untuk itu, mantan Panglima TNI era Presiden SBY itu meminta agar tidak ada lagi pihak-pihak yang terus menerus menekan dirinya.

Moeldoko juga kembali menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal upaya kudeta terhadap putra sulung SBY itu. “Saya pesan seperti itu saja. Karena saya punya hak seperti apa yang saya yakini,” tandas Moeldoko.

Untuk diketahui, SBY sebelumnya melontarkan tudingan kepada Moeldoko sebagai dalang kudeta Demokrat. “Saya pribadi sangat yakin bahwa yang dilakukan oleh Moeldoko adalah di luar pengetahuan Presiden Jokowi,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Sebaliknya, SBY menegaskan, bahwa integritas Presiden Jokowi tidak perlu diragukan. Tidak seperti anak buahnya, Moeldoko yang ingin mengambil alih Partai Demokrat dengan cara ilegal.

“Saya yakin bahwa Presiden Jokowi memiliki integritas yang jauh berbeda dengan perilaku pembantu dekatnya itu,” sambung dia.

Menurutnya, apa yang dilakukan Moeldoko sejatinya telah merugikan dirinya sendiri. Karena bernafsu ingin menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lalu melegalkan berbagai cara.

Hal ini tidak bisa diterima oleh dirinya dan kader-kader Partai Demokrat. “Demokrat justru berpendapat apa yang dilakukan Moeldoko sangat menganggu dan merugikan nama baik beliau,” jelasnya.

Keyakian SBY juga ditujukan kepada Menko Polhukam Mahfud MD, Menkumham Yasonna Laoly, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan kepala BIN Budi Gunawan.

 

Bahwa, nama-nama itu juga sama sekali tidak terlibat dalam upaya kudeta terhadap putra sulungnya itu.

“Partai Demokrat percaya bahwa para pejabat tersebut memiliki integritas, betul-betul tidak tahu menahu, dan tidak masuk akal jika ingin mengganggu Partai Demokrat,” ungkapnya.

(ruh/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id