Tertipu Investasi Bodong, Warga Bungo Merugi Hingga Ratusan Juta

Selasa, 02 Maret 2021 - 21:37:53 - Dibaca: 1613 kali

Google Plus Stumbleupon


ilustrasi net
ilustrasi net / Jambi Ekspres Online
MUARA BUNGO - Niat hati ingin melakukan investasi, AM yang merupakan warga Kabupaten Bungo bersama beberapa orang temannya malah tertipu oleh Alisa Hari Yanti hingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
 
AM menyebutkan awalnya ia kenal dengan pelaku saat meminta untuk ramal melalui kartu tarot. Kala itu, pelaku bercerita bahwa selain sebagai peramal ia juga memiliki bisnis di bidang usaha jual beli beras Bulog.
 
"Jadi saat dia bercerita kami seperti merasa di hipnotis. Kami merasa percaya dan selalu menurut oleh pelaku. Saya tidak sendiri, tapi juga bersama delapan orang teman yang kerugiannya mencapai ratusan juta ," ucap AM, Selasa (2/3).
 
Dikatakannya, pelaku berusaha merayunya agar mau berinvestasi. Pelaku menjanjikan keuntungan yang cukup besar sehingga korban akhirnya berhasil terpengaruh dengan memberikan uang sebesar Rp 20 juta.
 
"Awalnya saya investasi Rp 20 juta, pada bulan pertama pelaku memang memberikan saya keuntungan sebesar Rp 4 juta. Kemudian, pelaku kembali meminta saya untuk menambah nilai investasi hingga mencapai Rp 50 juta ," jelasnya.
 
Setelah semua teman korban menambah nilai investasi, kata AM ia bersama temannya bukannya mendapatkan keuntungan yang mestinya jauh lebih besar dari sebelumnya, namun pelaku malah kabur melarikan diri.
 
"Jadi keuntungan awal itu rupanya diambil dari uang kami tersebut. Makanya saat kami berinvestasi dengan jumlah besar pelaku malah kabur. Selain saya dengan teman juga ada korban lainnya. Bahkan satu orang ada yang memberikan uang sampai Rp 100 juta ," katanya.
 
Karena merasa sudah ditipu, AM berencana akan melaporkan penipuan ini pada pihak kepolisian. Sebagai barang bukti, kata AM ia menyimpan bukti tanda terima uang dengan kwitansi yang menggunakan matrai. Selain itu, KTP pelaku juga turut ditahan oleh AM.
 
"Nanti sore kami bersama akan membuat laporan. Kami akan menyerahkan buktinya nanti pada aparat kepolisian. Kami berharap nantinya aparat kepolisian bisa menangkap pelaku dan mengembali uang kami ," tutupnya.(ptm)