Disingkirkan Barcelona Secara Kontroversial, Pelatih Sevilla: Sepakbola Kejam!

Kamis, 04 Maret 2021 - 16:42:11 - Dibaca: 6840 kali

Google Plus Stumbleupon


Barcelona menang 3-0 atas Sevilla di leg kedua semifinal Copa del Rey 2020/21, Kamis (4/3/2021) dini hari WIB.
Barcelona menang 3-0 atas Sevilla di leg kedua semifinal Copa del Rey 2020/21, Kamis (4/3/2021) dini hari WIB. / Jambi Ekspres Online

BARCELONA – Barcelona lolos ke final Copa del Rey musim 2020/21 setelah menyingkirkan Sevilla di semifinal, Kamis (4/3/2021) dini hari WIB. Pada pertandingan leg kedua yang diwarnai sejumlah kejadian kontroversial selama 120 menit di Camp Nou, Barca menang 3-0 (Aggregat 3-2). Barcelona yang kalah 0-2 di leg pertama, membuka keunggulan pada menit ke-12 lewat sepakan dari luar kotak penalti Ousmane Dembele.

Sevilla mendapat kesempatan menyamakan kedudukan pada menit 73 dari titik putih. Tapi eksekusi Lucas Ocampos diamankan dengan sempurna oleh Marc-Andre Ter Stegen.

Pada menit kedua masa injury, Sevilla harus bermain dengan 10 orang setelah Fernando mendapat kartu kuning kedua.

Drama terjadi pada menit keempat masa injury ketika Gerard Pique membawa Barca unggul 2-0 sekaligus menyamakan aggregat menjadi 2-2.

Gol Pique berawal dari situasi sepak pojok. Bola yang sudah nyaris keluar dihalau pemain belakang Sevilla dan malah jatuh ke kaki Antoine Griezmann.

Winger Prancis kemudian mengirim umpan silang ke mulut gawang dan langsung disundul Pique untuk menaklukkan kiper Sevilla.

Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak ekstra time.  Lima menit babak pertama perpanjangan waktu dimulai, Martin Braithwaite menambah keunggulan Barca menjadi 3-0 usai memanfaatkan umpan Jodri Alba. Pada menit ke-100 Clemen Lenglet terlihat menyentuh bola dengan tangannya. Meski wasit sudah mendapat masukan dari VAR namun tetap menganggap bukan penalti.

Keputusan yang membuat para pemain Sevilla melancarkan protes keras. Luke de Jong yang sudah diganti sejak pertengahan babak kedua dan duduk di bangku cadangan mendapat kartu merah karena protes kerasnya.

Begitu juga dengan pelatih Sevilla, Julen Lopetegui yang diusir wasit. Hingga babak kedua perpanjangan waktu berakhir tidak ada lagi gol tercipta. Pemain Barcelona bersuka cita merayakan sukses mereka melaju ke partai puncak Copa del Rey musim ini.

Bagi Sevilla kekalahan ini sangat menyakitkan karena sudah unggul dua gol di leg pertama dan kemenangan buyar karena gol menit terakhir Pique.

Usai pertandingan, Lopetegui menyebut kekalahan timnya adalah bagian paling kejam dari sepak bola. Ia dan para pemainnya sangat kecewa.

“Itu adalah pertandingan di mana kami mengalami bagian paling kejam dari sepak bola,” katanya.

“Kami tiba dengan satu lebih sedikit dan mereka juga harus memiliki satu lebih sedikit. Memalukan.

“Banyak hal terjadi pada kami, kami mengalami cedera, kami kebobolan gol pada tembakan pertama. Kami tidak gagal dan kami memiliki opsi untuk lolos. Tapi tidak seperti itu dan kami kecewa,” ujarnya.

 

(fat/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id