Kubu Moeldoko Dihantam Badai, Kemungkinan Besar Bubar Sendiri

Rabu, 07 April 2021 - 21:59:27 - Dibaca: 23078 kali

Google Plus Stumbleupon


Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di KLB Sibolangit. Foto net
Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di KLB Sibolangit. Foto net / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Pengamat Politik Anang Sudjoko menyorti kondisi kubu Moeldoko yang sedang dihantam badai. Itu usai Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM) memutuskan menolak kepengurusan Partai Demokorat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

WhatsApp Image 2021-01-07 at 19.57.16_61

Ia menilai, para inisiator KLB dengan Moeldoko tidak sepenuhnya dalam ideologi yang sama. Akan tetapi, kata Anang, ada faktor-faktor lain. Bisa saja itu politik pragmatis atau transaksional.

“Itu bisa diartikan tidak satu keyakinan atau tidak ideologi yang sama dengan moeldoko tapi faktor-faktor lain. Bisa alasan yang sangat pragmatis transaksional,” ujarnya kepada PojokSatu.id, Rabu (7/4/2021).

Anang juga menilai pelaksanaan KLB itu hanya kepentinga segelintir orang. “Tidak ada nilai atau ideologi yang sangat kuat untuk menggerakkan kudeta. Ini hanya kepentingan segilntir orang sehingga perlu ada rekayasa untuk bisa terkesan masif,” ungkapnya.

Menurut Dosen Universitas Brawijaya itu, kemungkinan besar kubu Moeldoko akan bubar dengan sendirinya jika hanya diikat dengan pragmatis. “Waktu akan mengujinya. Jika hanya diikat degan kepentingan yang pragmatis maka akan bubar dengan sendirinya,” jelasnya.

Kendati demikian, Anang memprediksi kubu Moeldoko tidak akan menyerah begitu saja untuk memperjuangkan kepentingannya hingga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kalah. Tak menutup kemungkinan pula bahwa ada agenda lain di balik KLB Deli Serdang.

“Saya kok melihat bisa jadi ada agenda yang akan diteruskan dalam rangka menggerus parpol oposisi,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, satu per satu inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) mundur diri dari Partai Demokorat kubu Moeldoko.

Salah satunya, Ketua Advokasi dan Hukum DPP versi KLB Demokorat, Razman Arif Nasution.

Itu disampaikan Razman Nasution kepada wartawan saat konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/4).

“Setelah saya pertimbangkan empat hari terakhir, saya akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari Ketua Advokasi dan Hukum DPP Demokrat hasil KLB Sibolangit 5 Maret 2021 yang lalu,” ucapnya.

Razman juga mengatakan Moeldoko harus waspada dengan dua penggagas KLB, yaitu Darmizal dan Muhammad Nazaruddin. Ia juga tak sejalan dengan keduanya.

(muf/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id