Preview PSG vs Bayern Munchen: Sang Jawara Menggertak

Selasa, 13 April 2021 - 11:14:05 - Dibaca: 366 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

PARIS—Juara bertahan Liga Champions, Bayern Munchen membutuhkan kemenangan dua gol di markas Paris saint Germain (PSG) pada leg kedua babak delapan besar untuk lolos ke semifinal. Pekerjaan berat, tapi bukan misi mustahil dan mereka berani menggertak tuan rumah.

Kalau merujuk pada rekor mereka, torehan Bayern memang tidak terlalu meyakinkan. Menurut data UEFA, Die Roten sudah enam kali dalam situasi tertinggal dalam pertandingan kandang di leg pertama kompetisi UEFA dan hanya dua kali mereka mampu membalikkan keadaan.

Salah satunya adalah ketika mereka menghadapi Lokomotiv Moskow di putaran pertama Piala UEFA 1995/1996. Saat itu, Bayern kalah 0-1 di kandang sebelum menggasak wakil Rusia itu dengan skor 5-0 pada leg kedua di Moskow.

Sementara pada pertandingan terakhir di mana mereka kalah pada leg pertama, klub Jerman itu disingkirkan Real Madrid di semifinal Liga Champions 2017/2018. Bayern pada pertemuan pertama takluk 1-2 di Allianz Arena dan hanya mampu bermain imbang 2-2 ketika berkunjung ke Madrid.

Akan tetapi, jika melihat penampilan Bayern pada leg pertama, Les Parisiens, julukan PSG benar-benar harus waspada di Stadion Parc des Princes, dini hari nanti. Ketika kalah 2-3 di Allianz Arena, Die Roten total melepaskan 31 tembakan yang memaksa kiper PSG, Keylor Navas melakukan 12 penyelamatan.

Makanya, tidak berlebihan jika pemain-pemain Bayern masih begitu percaya diri menuju Prancis. Gelandang Bayern, Joshua Kimmich mengatakan, timnya hanya kurang beruntung di pertemuan pertama sehingga mereka gagal memenangkan pertandingan.

“Karena kami adalah tim yang lebih baik, saya yakin kami akan lolos. Kami adalah tim yang lebih baik di leg pertama tetapi sayangnya hasilnya tidak sesuai dengan performa. Namun demikian, saya yakin kami masih bisa mengubahnya di leg kedua,” kata Kimmich dikutip dari situs resmi Bayern.

Bagi Kimmich, Bayern memiliki mentalitas pantang menyerah. Makanya, mereka hanya butuh lebih tajam. “Banyak hal yang bergantung pada mentalitas dan juga efisiensi. Kami sudah menunjukkan mentalitas yang baik di game pertama tetapi kami tidak cukup efisien. Kali ini kita perlu melakukan keduanya,” tegasnya.

Duet Neymar dan Kylian Mbappé menjadi mimpi buruk mereka di leg pertama dengan dua assist serta dua gol. Tapi Kimmich tak menyebut mereka ancaman serius. “Di leg pertama, mereka mengancam tiga kali dan mencetak tiga kali. Selain itu, saya tidak ingat PSG memiliki banyak peluang. Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak peluang. Sekarang kita harus mengambil kesempatan ini,” ujar pemain serba bisa Jerman tersebut.

Kimmich menjadi bagian dari tim Bayern yang disingkirkan Madrid 2018 silam. Pemain berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa hasil minor itu adalah pelajaran bagi timnya. Apalagi, situasinya hampir sama.

“Saya masih mengingat situasi di Madrid dengan baik. Kami juga menghasilkan kinerja yang hebat di sana, tetapi tidak cukup efektif. Saya harap kami belajar dari itu. Sekali lagi, kami bukan tim yang lebih buruk selama dua pertandingan tetapi kami tidak lolos. Kali ini, kami adalah tim yang lebih baik di leg pertama tetapi kalah. Meski begitu, itu semua masih harus diperjuangkan dan PSG juga tahu itu,” tandasnya.

Hansi Flick dan anak asuhnya datang ke Paris dengan bekal hasil imbang 1-1 melawan Union Berlin. Meski itu jelas modal buruk karena mereka tampil di kandang, Flick mengaku sama sekali tidak risau. Alasannya, mereka memang mengistirahatkan hampir seluruh pilar untuk persiapan Liga Champions.


“Itu adalah permainan yang bagus dari kami, semua orang bermain dengan sangat baik. Para pemain muda berkontribusi dengan baik. Sayang sekali kami kebobolan. Kemenangan lebih adil bagi kami. Namun, kami harus menerimanya dan sekarang kami akan melanjutkan pekerjaan kami. Kami semua memiliki mentalitas yang baik,” jelas Flick.

Flick pun percaya mereka bisa mengejutkan PSG. “Kami harus melakukan tugas kami untuk memaksa mereka melakukan kesalahan. Saat menguasai bola, kami harus mengawasi para bek yang meng-cover. Kami tahu kami perlu mencetak setidaknya dua gol. Ini akan menjadi pekerjaan yang sulit, tetapi game-game inilah yang menjadi alasan Anda bermain sepak bola. Kami ingin memberikan sedikit kejutan di Paris,” tegasnya di situs Bayern.

Di kubu PSG yang hanya butuh hasil imbang, mereka sepenuhnya sadar bahwa pekerjaan di perempat final ini belum selesai. Bek PSG, Presnel Kimpembe menegaskan, laga nanti akan sangat sulit karena Bayern pasti akan mencoba membalas kekalahan mereka.

“Kami telah melihat di masa lalu bahwa memenangkan leg pertama tidak identik dengan kualifikasi. Kita semua tahu bahwa laga Selasa (Rabu Wita) akan rumit dan mereka akan membalas dendam. Tapi kami berhasil menempatkan diri dalam kondisi psikologis terbaik untuk memikirkan pertandingan ini dengan tenang,” kata Kimpembe di psg.fr.

Pemain Prancis itu memprediksi Bayern akan tampil sangat ofensif. Karena itu, PSG harus solid dan berkonsentrasi sejak menit awal agar tidak kebobolan gol cepat. “Kami harus bekerja sama, bersama-sama, seperti yang kami lakukan di leg pertama. Kami harus menderita bersama dan menunjukkan kebersamaan serta solidaritas di lapangan,” tegasnya.

Mauricio Pochettino, Pelatih PSG juga tak mau kalah gertak. “Apa pun bisa terjadi. Bayern saat ini adalah tim terbaik di dunia. Saya sangat menghormati mereka, tetapi pada saat yang sama kami mempercayai kekuatan kami dan tahu kami harus yakin kami bisa memenangkan pertandingan,” ujarnya.

PSG bermodalkan kemenangan 4-1 atas Strasbourg akhir pekan lalu. Hasil itu dipastikan menambah kepercayaan diri tuan rumah. Dan Mauricio Pochettino pada laga tersebut mengistirahatkan Angel Di Maria dan mencadangkan Julian Draxler meski tetap memainkan Kylian Mbappe selama 90 menit.

“Staf medis memberi kami banyak informasi. Kami tidak mengambil risiko dengannya. Begitu pula dengan pemain lain. Pilihan kami dikoordinasikan dengan departemen lain di PSG. Kylian adalah pemain pertama yang ingin bermain. Saya suka sikapnya. Dia bertekad untuk bermain di setiap kompetisi. Itu membuktikan komitmennya kepada tim,” jelas Pochettino di situs Ligue 1.

Alessandro Florenzi dan Marco Verratti bisa kembali bermain jika hasil tes Covid-19 mereka sudah negatif. Tapi Pochettino tidak mungkin mengambil risiko memainkan mereka berdua. Selain itu, Marquinhos yang mengalami robekan adduktor parsial di Munich hampir dipastikan absen dan satu posisi di bek tengah akan ditempati Danilo Pereira.


Leandro Paredes kembali dari skorsing dan sepertinya siap untuk menjadi starter di lini tengah. Abdou Diallo, Mauro Icardi, Layvin Kurzawa, dan Navas yang harus diganti pada babak pertama melawan Strasbourg akan ditunggu perkembangan terakhirnya. Dari semua nama itu, Navas akan jadi kehilangan terbesar jika ia benar-benar absen.

Sedangkan Bayern, Robert Lewandowski yang sempat diberitakan siap bermain di leg kedua sudah mengkonfirmasi bahwa ia akan absen. Karena Serge Gnabry masih harus menjalani karantina Covid-19, posisi ujung tombak akan tetap ditempati Eric Maxim Choupo-Moting yang mencetak satu gol di leg pertama.

Alphonso Davies yang menjalani skorsing domestik dipastikan starter di Parc des Princes. Sementara bek, Niklas Sule diperkirakan absen karena masalah otot. Bayern juga akan berharap-harap cemas pada kondisi Leon Goretzka. Namun, jika ia harus absen, gelandang veteran, Javi Martinez mungkin akan bermain. Opsi lain adalah Marc Roca atau memainkan Thomas Muller lebih ke bawah dari biasanya. (amr)

Sumber: www.fajar.co.id

Prakiraan Pemain

PSG (4-2-3-1): Navas; Dagba, Pereira, Kimpembe, Diallo; Gueye, Paredes; Di Maria, Neymar, Draxler; Mbappe

Bayern Munchen (4-2-3-1): Neuer; Pavard, Boateng, Alaba, Davies; Kimmich, Martinez; Sane, Muller, Coman; Choupo-Moting

Kamus Lolos Semifinal

PSG

Menang dengan skor berapapun

Imbang dengan skor berapapun

Kalah satu gol dengan catatan kebobolan maksimal dua gol (0-1 dan 1-2 lolos dengan keunggulan gol tandang)

Bayern Munchen

Menang minimal dua gol (lolos dengan keunggulan agregat)

Menang satu gol dengan catatan mencetak minimal empat gol (4-3, 5-4, dan seterusnya lolos dengan keunggulan gol tandang)

Jika laga berakhir 3-2 untuk kemenangan Bayern Munchen, pertandingan dilanjutkan ke babak extra time. Kalau tidak ada tim yang mencetak gol, pemenang akan ditentukan lewat adu penalti.