Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama Positif, Total 8 Orang Terpapar Covid-19

Kamis, 15 April 2021 - 15:33:44 - Dibaca: 353 kali

Google Plus Stumbleupon


Ussy dan Andhika Pratama. Foto : Instagram
Ussy dan Andhika Pratama. Foto : Instagram / Jambi Ekspres Online

 KABAR kurang menyenangkan datang dari keluarga besar Ussy Sulitiawaty dan Andhika Pramata. Ternyata, keduanya terpapar Covid-19 dan 6 orang lainnya di rumah mereka. Virus tersebut pertama kali bersarang di tubuh Ussy berawal dari gatal di leher Selasa, 24 Maret 2021. Dia sempat menggangap santai, namun begitu anak keempatnya, Sheva batuk, Ussy mulai resah.

 

“Sheva batuk aku langsung deg-degan. Harusnya Rabu aku ada cara, langsung aku batalin, aku bilang aku batuk aku harus ke rumah sakit sama Sheva,” ujarnya di Channel YouTube mereka, Rabu (14/4/2021) malam.

 

Saat dalam pemeriksaan medis, dokter menyebut Ussy terkena radang ternggorokan, dan putrinya diberi obat flu dan batuk. Meski begitu, sepulang dari dokter, mereka memutuskan untuk tidur memisahkan diri saat tidur.

Dan, yang dikhawatirkan Ussy terjadi. “Malamnya, aku mulailah batuk enggak berhenti-berhenti. Apakah ini reaksi dari obat atau batuk normal, pikiran aku melayang kemana-mana,” lanjutnya.

Keesokan paginya, Ussy langsung ke rumah sakit di RSPI. Dia meminta untuk tes PCR. “Habis PCR aku tetap dikasih obat batuk sama obat radang, pulang jam 1 siang aku ke dokter anak ngantarin Sheva,” timpalnya.

Begitu selesai, mereka sampai rumah pukul 14.00 WIB. Ussy berinisiatif menelepon untuk mengetahui hasil PCR-nya. “Aku positif, astagfirullah, CT nya 20. Yang aku rasain yang aku tahu memang menghantam mental. Badan aku kayak ditarik ke bawah, tulang aku kayak ditusuk-tusuk,” jelasnya.

Lalu Ussy menceritakan ke suami soal positifnya. Lalu mereka berdua ke dokter untuk cek darah dan paru. Lalu meminta semua orang di rumah untuk tes PCR.

Hasil tes, darah Ussy memang tercemar virus, begitu juga ada flek di paru-parunya.

Dokter saat itu mengobservasi kondisi Ussy dan menyarankan isolasi. Ussy ingin di rumah sakit, namun ternyata tidak dapat ruangan yang satu kamar 1 orang. Hingga akhirnya dia pulang dan isolasi mandiri di rumah.

Sepanjang jalan, Ussy heran mengapa dirinya bisa kena. “Aku pulang dibawain vitamin, aku sepanjang pulang aku mikirnya, aku orang paling bawel terhadap prokes. Perjalananan pulang dari RSPI ke rumah, aku nangis, pikiran aku travelling seminggu ke belakang, aku kena dari siapa,” bebernya.

Dokter sempat menjelaskan ke Ussy bahwa virus ini ada dimana saja, yang membeda orang yang kena atau tidak hanya imunitas. “Gua enggak mau nyalahin, aku yang salah mungkin aku enggak jaga imun,” tandasnya.

Di tengah semua itu, Ussy menyebut yang paling membuatnya sedih adalah, ada satu obat yang harus dikonsumsinya yang membuatnya tidak boleh memberikan ASI ke si bungsu. “ASI nya harus dibuang, duniaku rasanya runtuh banget. ASI di kulkas sisa 2 plastik, masa dia (Saka) harus minum susu formula,” jelasnya.

Selain itu, dia harus berpisah dari anak-anak dan suami selama 10 hari. “Semalaman aku enggak bisa tidur, nangis, rasa bersalah, terasa terhina,” akunya.

Dan, yang tidak diinginkannya kemudian terjadi lagi. Andhika ternyata baru mendapatkan kabar hasil PCR nya positif. Lalu, asisten rumah tangga (ART) yang biasa mengasuh Saka juga positif.

“Hari Sabtu aku kayak orang gila. (Bicara di cermin) ‘Covid lu enggak bisa ngancurin hidup gue, dan keluarga gue, lu pergi, bismillah gua kuat,” lanjutnya.

Kemudian, Ussy mulai merasa tidak bisa mencium dan merasakan apapun. Ditambah lagi empat orang positif dikirim ke Wisma Atlet. Senin, Andhika kemudian tes PCR lagi dan hasilnya negatif. Namun, Ussy masih positif.

Hari ke-10, semua orang PCR dan hasilnya negatif. Kecuali Ike, yang selama ini memenang si bungsu Saka.

 

Selasanya, Ussy negatif, namun Sala positif. Karena Ussy telah jadi penyintas Covid, dia sendiri yang mendampingi Saka. “Doain Saka cepat sembuh, tolong doakan Saka cepat sembuh,” ungkapnya.

Untuk publik, Ussy berharap jangan anggap remeh virus ini dan menerapkan protokol kesehatan dan mengonsumsi makanan yang sehat.

“Untuk orang-orang di luar sana enggak percaya Covid, mengangap enteng itu hak kalian memang manusia itu beda-beda. Ada yang semua dipikirin dan yang cuek aja. Covid akhirnya hidup sama kita. Itu percaya deh sama aku,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id