Siswa SD di Tebo Berinovasi Buat Buku Cerita, Salah Satunya Berjudul Ibuku Jadi Guru Dadakan

Senin, 19 April 2021 - 10:15:06 - Dibaca: 1179 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

Oleh: Siti Maryani*

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dimanfaatkan oleh guru. Mengenal dan beradaptasi dengan teknologi yang telah ada, namun tidak semua guru memanfaatkan untuk pembelajaran.
Inovasi dan kreatifitas guru mulai diasah untuk lebih mengenal berbagai aplikasi guna memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Program PINTAR Tanoto Foundation telah melatih guru SD di Kabupaten Tebo untuk lebih mengenal dan memanfaatkan teknologi selama pembelajaran jarak jauh.


Pada pelatihan tersebut guru mendapatkan materi bagaimana mengelola pembelajaran jarak jauh (PJJ), daring maupun luring, lalu memilih aplikasi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran serta bagaimana pembelajaran tetap berbasis pada kebutuhan siswa.


Pemanfaatan tekhnologi dan pengelolaan pembelajaran jarak jauh harus bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran selama masa pandemi agar dibuat lebih bermakna dengan memanfaatkan kegiatan yang ada disekitar mereka dan melibatkan keluarga serta yang pasti menyenangkan bagi siswa.


Hasil pelatihan langsung di terapkan dan diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran saya dikelas. Sebelum memulai kegiatan pemlajaran, saya harus sudah mempersiapkan aplikasi apa yang akan saya gunakan dalam PJJ, baik itu Pembelajaran Online, Pertemuan Online, Alat Penilaian Online, dan Sumber Belajar Online sehinga proses kegiatan pembelajaran akan berjalan dengan baik.


Membuat Buku Cerita


Pada akhir subtema dibuatlah tugas proyek siswa yaitu membuat buku cerita. Buku cerita ini terkait dengan kegiatan selama BDR. Pembuatan buku cerita sebagai penerapan dari materi “ide pokok dan kalimat pengembang” dan “membuat desain cover buku”.
Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, saya membuat skenario pembelajaran dan menyiapkan media pembelajaran baik itu berupa video pembelajaran, maupun lembar kerja kegiatan siswa.


Sebagai guru, saya juga mencari referensi terkait materi yang akan disampaikan kepada siswa saya di kelasVA SD Negeri 149/VIII Muara Tebo.
Seperti biasa kegiatan diawal dilakukan dengan mengabsen kehadiran siswa melalui aplikasi Zoom, setelah hampir 80 persen siswa telah hadir guru akan memberi salam, menanyakan kabar siswa, memberi motivasi sebagai penyemangat memulai kegiatan dan berdoa agar kegiatan hari ini memberi manfaat dan pemahaman kepada mereka.


Untuk membuka kembali wawasan mereka, saya menampilkan hasil belajar yang telah lalu sambil menggali kembali pemahaman mereka tentang ide pokok, kalimat pengembang, dan desain cover buku cerita. Oh iya, mata pelajaran yang saya ajarkan pada hari itu adalah Bahasa Indonesia.
Selanjutnya saya menampilkan buku-buku cerita yang dibuat oleh anak-anak seusia mereka. Hal ini untuk memancing siswa saya membuat buku serupa atau memberikan semangat kepada mereka.
“Ternyata bisa lho,” ujar saya kepada mereka.


Nah, tindak lanjut dari buku cerita tersebut, sayameminta para siswa untuk kegiatan proyek minggu ini adalah membuat buku cerita.Kegiatan pertama adalah dengan membuat karangan dengan tema “Kegiatan Selama Belajar dari Rumah”.


Untuk membangun pemikiran siswa saya memberikan contoh ide pokok yang terkait dengan tema seperti; virus corona, bagaimana virus corona menyebar, akibat dari virus corona, cara mencegah dan menghindarinya, sekolah diliburkan, tugas dari guru, smartphone baru, dan saya meminta siswa untuk membuat sendiri disesuaikan dengan keadaan siswa.
Banyak bermunculan ide pokok dari siswa yang selanjutnya saya meminta siswa untuk mengembangkan ide-ide pokok tersebut menjadi satu cerita yang indah sesuai dengan pengalaman mereka.


Membuat Cover Buku Cerita


Kegiatan selanjutnya siswa juga diminta membuat cover untuk buku cerita yang telah dibuatnya. Mereka diingatkan kembali unsur-unsurapa saja yang terdapat pada cover buku. Guru juga menekankan bahwa gambar ilustrasi pada sampul harus menarik dan mengambarkan cerita dari buku tersebut.


Buku cerita yang dibuat diusahakan dengan memanfaatkan barang bekas yang ada dilingkungan sekitar rumah, misalnya untuk pembuatan cover buku siswa bisa mengunakan kertas bekas surat undangan, kardus tipis, kalender atau benda bekas lainnya sesuai dengan kreativitas siswa.
Selesai mendeskripsikan tugas guru mempersilahkan siswa untuk bertanya terkait kegiatan proyek minggu ini. Beberapa siswa mulai berinteraksi terkait dengan tugas membuat cerita mulai minimal berapa halaman cerita yang akan dibuat, boleh tidak dibantu sama orangtua/keluarga, apakah ide pokok harus mencari sendiri, bolehkah setiap cerita diberikan gambar ilustrasi agar menarik dan pernyataan kami sudah paham.


Sebagai referensi dan penyemangat bagi siswa, guru membagikan video “Tips menulis sederhana dari Salsa” dan “Penulis cilik menerbitkan banyak buku” selain itu guru juga memberi apresiasi bagi buku cerita yang menarik.


Untuk batas waktu pengumpulan tugas proyek adalah seminggu yaitu di hari sabtu depannya. Belum seminggu ada beberapa anak yang telah menyelesaikan tugasnya dan ada beberapa anak yang perlu perbaikan.
Buku cerita yang dihasilkan siswa saya antara lain berjudul: Hari- hari Bersama Corona, Asyiknya berkolaborasi dengan Ayah dan Bunda, Ibuku Jadi Guru Dadakan, Sekolah Libur karena Covid19, Sekolah di Rumah, Corona membuat ibuku menjadi Guru, Belajar dirumah melalui WA, Ibuku Guruku. Sebagian buku cerita yang dibuat siswa menceritakan tentang pengalaman mereka selama belajar dirumah.


Banyak sekali kisah yang bisa mereka bagi dalam buku yang mereka buat. Pengalaman mereka yang berharga dan berkesan tertuang dalam buku cerita tersebut, sehingga pengalaman mereka tersebut dapat dinikmati oleh oranglain.


Untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa, saya akan meminta siswa mencari sumber informasi yang terkait cerita yang akan dibuatnya melalui media cetak atau media elektronik. Dengan kegiatan ini akan menumbuhkan semangat literasi mereka. Selain itu saya jugameminta siswa membacakan hasil karyanya dalam grup sebelum dikumpulkan, untuk mendapatkan perbaikkan oleh teman, keluarga atau guru.
Demikian pengalaman saya mendorong siswa-siswi belajar dengan bermakna dan tetap produktif meskipun belajar dari rumah.


Pada awal kegiatan banyak siswa yang pesimis mereka bisa mampu melakukan, rasanya tidak mungkin bisa menulis. Kegiatan pembelajaran yang mereka laksanakan dirumah akan membatasi gerak Langkah mereka dalam mencari informasi. Namun berkat kemajuan tekhnologi mereka bisa memanfaatkannya dengan baik, sehingga keterbatasan yang mereka rasakan bisa lepas.


Setelah hasil karya siswa dikumpulkan, saya meminta siswa untuk melakukan kegiatan refleksi. Pertama yang saya tanyakan bagaimana perasaan kalian setelah menyelesaikan proyek membuat buku cerita?. Hampir semua mengatakan “ternyata kami bisa buat buku, rasanya tak percaya,”. seru beberapa siswa dengan gembira
Hampir Sebagian dari siswa yang awalnya merasa tidak mungkin bisa menyelesaikan proyek, kini tersenyum gembira dengan hasil karya mereka.


Pertanyaan kedua Apa yang perlu diperbaiki dari buku yang sudah kalian buat ini?, salah satu siswa yaitu Octa Fabiansyah mengatakan bahwa cover buku ceritanya kurang menarik, walau unsur-unsur pada cover sudah ada semua. Solusinya ia harus membuat cover buku dengan gambar ilustrasi yang menarik juga sehinga menarik minat orang untuk membaca buku yang di buatnya.


Untuk pertanyaan kedua ini, mereka berusaha untuk memperbaiki buku mereka agar lebih baik lagi sehingga ada tambahan hari untuk mereka dalam mengumpulkan karyanya.
Pertanyaan ketiga, Apa yang akan kalian lakukan setelah proyek ini selesai? Nico, Wahyu dan Muhammad Habibi menjawab hampir berbarengan,“ kami mau buat buku lagi bu” teriak mereka semangat.
Senang sekali mereka akhirnya saling bertukaran buku yang telah mereka buat, untuk dibaca oleh teman-teman mereka lainnya. (*)

*) Penulis Guru SD Negeri 149/VIII Muara Tebo/ Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation