MENYONGSONGPEMBELAJARAN TATAP MUKA DENGAN STRATEGI “BEST-Plus ”

Kamis, 22 April 2021 - 11:45:39 - Dibaca: 1109 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 

Oleh: Rahmini S.Pd., M.Pd*

Istilah New Normal di Indonesia terkait pandemi covid 19 mulai gencar disosialisasikan oleh Pemerintah sejak Mei tahunlalu. Sejak itu banyak sekali kita temukan tulisan yang menjelaskan pengertian new normal tersebut.

Salah satunya dikatakan bahwa; New Normal adalah sebuah tahapan baru setelah kebijakan stay at home atau whork from home atau pembatasan sosial yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran massif wabah virus corona.

Era ini memberikan isyarat kepada kita semua untukbersikapdanberperilaku yang patuhmenjalankanprotokolkesehatan yang dikeluarkanolehpemerintahsebagaisalah satu upayakita untuk mecegah dan memutus  penyebaran virus corona.

 

Olehkarenaitu,menjadi tugas kita dengan segenap kemampuandiharapkan kita bisa berperan aktif mencari solusi agar dalam era kenormalanbaruini program pendidikandankegiatanpembelajarannyadapatberlangsungdenganbaikdanmenyenangkan. Ini sejalan dengan anjuran pemerintah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo bahwa kita harus berdamai dengan virus corona yang kita maknai bahwa kita harus mempersiapakan segala sesuatunya dengan baik agar  tetap bisa melaksanakan proses pembelajaran secara maksimal dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Beberapa  hal penting  harus kita siapkan untukmenyonsong pembelajaran tatapmuka. Pada kesempatan ini penulis mencoba berbagi pemikiran dengan menawarkan strategi “BEST-Plus”.

 

Believe In God.

            Dibalik setiap musibah pasti ada hikmah atau hal positif yang bisa dipetik terutama untuk kehidupan siswa. Melalui musibah ini Tuhan menegur kita dan mengingatkan bahwa kita manusia adalah mahluk yang lemah dan tidak berdaya. Sampai saat ini belum ada yang mampu menemukan obat dan vaksin yang ampuh untuk mengobati penyakit akibat virus corona ini. Maka berserah dirilah hanya kepada Allah serta memohon do’a dariNya.

 

Karakter religius inilah yang harus kita perkuat pada diri siswa pada saat pembelajaran era new normal nanti. Dalam ajaran agama sudah jelas ditegaskan bahwa menjaga kebersihan  itu wajib hukumnya. Dalam kontek masa pandemi ini kita dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat, salah satunya adalah rajin mencucitangan dan menggunakan masker serta menjaga jarak sebagai upaya untuk menghindari tertular atau menularkan virus dari seseorang ke orang lain.

 

Enjoy and Smile In The Learning Proses.

            Tidakada yang pernah menduga bahwa virus corona akan hadir dengan segala persoalan yang ditimbulkannya, dan tidak seorangpun bisa memastikan kapan akanberakhir.Mulailah dengan memberikan pemahaman pada siswa bahwa kita harus menerima kenyataan hidup dan siap mengikuti aturan baru yang menuntut komitmen tinggi dan disiplin yang kuat untuk menjalani kehidupan normal yang baru. Memang bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk memulai sesuatu yang baru. Tentunya memerlukan waktu, dan terkadang harus dimulai dengan paksaan hingga berangsur-angsur terbiasa terutama dalam hal proses belajar dan menjalani pola kergaulan siswa di sekolah.

Minimnya penguasaan guru di bidang IT merupakan salah satu persoalan dan menjadi kendala untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh baik untuk penyamaian materi pelajaran maupun pelaksanaan proses penilaian. Kini saatnya guru-guru melakukan percepatan dalam hal penguasaan teknologi, terutama untuk keperluan menyiapakan materi pelajaran yang bisa digunakan untuk pembelajaran jarah jauh, diantaranya pembuatan video pembelajaran, melaksanakan pembelajaran online, dan menggunakan aplikasi untuk melaksanakan penilain secara online.

 

Pemerintah dan pihak sekolah harus memprioritaskan penyiapan  sarana pendukung dan prosedur operasional sekolah di era New normal agar proses pembelajaran di era new normal dapat terlaksana dengan baik diantaranya:

  1. Penyiapan tempat dan alat cuci tangan siswa di setiap kelas yang cukup
  2. Pengaturan tempat duduk dan jadwal belajar siswa
  3. Pengaturan kembali alokasi waktu belajar siswa di sekolah
  4. Pembagian tugas yang jelas dan terkontrol dalam pengawasan aktivitas siswa
  5. Penyederhanaan kurikulum baik jumlah mata pelajaran maupun keluasan materi
  6. Program percepatan penguasan teknologi pembelajaran bagi guru

 

Thinking positifly, Creatifly and Proaktif

            Berpikir positif merupakan sumber energi terbesar kita dalam menghadapi situasi sulit saat ini, karena dapat memberikan ide atau pemikiran yang cemerlang dalam rangka upaya kita bisa menjalani kehidupan kita dengan normal dan berkualitas. Kahadiran Virus corona yang tak pernah kita harapkan telah membuat proses pembelajaran di sekolah tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu kretivitas dan sikap proaktif guru, dan siswa  sangat dibutuhkan.

 

Peranaktiforangtuasecaralangsung untuk sekolah

            Masa belajar dari rumah yang dijalani mulai pertengahan maret 2020 telah memaksa orangtua mengambil alih sebagian besar tugas guru di sekolah untuk membimbing dan mendampingi anak-anaknya  belajar dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Kini saatnya orangtua kembali menyiapkan anak-anaknya untuk kembali ke sekolah dan selalu mengingatkan agar menjaga aturan terkait pencegahan penularan virus corona. Disamping itu orang tua juga harus menjaga asupan gizi dan kebersihan makanan anaknya dengan menyiapkan bekal  makanan dari rumah.

 

Denganadanyastrategi BEST-Plus, sekolahsaya di SMPN 3 Batang Hari mampumenerapkanprotokolkesehatan di sekolahmeskipunmelaksanakanpembelajarantatapmuka. Semuamelakukandenganikhlas, tanpapaksaan.

            Guru, orangtua, siswadankomitemendukungkebijakantersebut demi pendidikan yang menyehatkan. Semuatenangdansemuaaman. 

            Pada akhirnya kita menyakini bahwa kerja sama yang baik dari semua pihak akan mengantarkan kita sukses menjalan proses pembelajaran tatapmuka. (*)

*) Penulis Kepala SMPN 3 Batang HariJambi/ Fasilitator MBS Program PINTAR Tanoto Foundation