Hanya Beberapa Jam, Dugaan Aksi Begal di Kayu Aro Terungkap, Ternyata !!!

Jumat, 30 April 2021 - 17:55:24 - Dibaca: 2305 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh pada Jumat (30/04/2021) pagi ini, dihebohkan dengan adanya kejadian dugaan begal terhadap seorang pedagang di Kayu Aro, yang menyebabkan uang Rp 40 Juta raib.

Setelah mendapat informasi tersebut, pihak Kepolisian yakni Polsek Kayu Aro langsung menuju lokasi dan bahkan mengintrogasi korban. Ternyata hasil interogasi, kejadian tersebut tidak benar dan hanya rekayasa korban, yang mengelak agar tidak kena tagih dikarenakan banyaknya terlilit hutang.

Kapolres Kerinci melalui Kapolsek Kayuaro IPTU Jeki Noviardi,SH dikonfirmasi mengatakan bahwa sehubungan dengan beredarnya berita peristiwa perampokan yang terjadi pada hari jumat tanggal 30 april 2021 jam 03.00 wib di jalan raya. Polsek Kayu aro di pimpin oleh Kapolsek Kayuaro Iptu Jeki Noviardi, SH lansung melaksanakan langkah mendatangi TKP, Introgasi korban Sopian Ananta, Visum, dan koordinasi dengan Dokter Puskesmas Kersik Tuo yang lakukan pemeriksaan medis terhadap korban.

"Setalah dilakukan penyelidikan didapatkan fakta bahwa, peristiwa perampokan tersebut tidak benar hanya rekayasa oleh korban," tegas Kapolsek.

Dijelaskan Kapolsek bahwa peristiwa yang sebenarnya yakni korban stres karena terlilit hutang, akhirnya pada jam 03.00 wib yang bersangkutan sengaja menuju ke TKP jalan raya arah Sungai Tanduk. Kemudian menjatuhkan sepeda motornya. "sewaktu ada orang lewat mau kepasar, Sopian meminta orang itu tolong mengikat tangannya. satu jam kemudian sewaktu mandor PTP VI lewat dan Sopian berpura - pura memimta tolong dan mengaku kalau dirinya di rampok," beber Kapolsek.

Adapun tujuan Sopian sambung Kapolsek, mengaku di rampok agar tempat yang bersangkutan berhutang kasian serta merasa iba dan mau memberi kelonggaran. "Atas kejadian tersebut, Sopian membuat pernyataan permintaan maaf kepada masayarakat Kerinci dan Sungai Penuh. karena telah membuat berita bohong (HOAX) yang meresahkan masyarakat umum," pungkasnya.(adi)